testimoni

testimoni

Ayo Budayakan Safety Hunting


Menjaga keselamatan merupakan hal wajib bagi setiap railfans yang sedang hunting, baik di stasiun maupun di lintas. Namun banyak sekali railfans yang mengabaikan keselamatannya hanya untuk sekedar mengejar momen. Padahal bisa saja itu membahayakan keselamatannya sendiri maupun orang disekitarnya. Nah bagaimana sih hunting yang safety itu? Redaksi RE Digest berhasil merangkum 9 pasal safety hunting dari Aturan Keamanan dan Keselamatan Gerakan Muda Penggemar Kereta Api.

1. Jaga jarak aman dan tidak terlalu dekat dengan rel
Selalu menjaga jarak aman dengan jalur rel untuk mengantisipasi anda terserempet atau tertabrak kereta api. Kalau di stasiun jarak aman dari rel adalah di sepanjang garis kuning atau putih yang ada di peron. Lalu bagaimana dengan jarak aman di lintas? Jarak aman di lintas masih menjadi perdebatan di antara para railfans. 

Mengutip dari Aturan Keamanan dan Keselamatan Gerakan Muda Penggemar Kereta Api (AKK-GM MarKA). Jarak aman di lintas apabila lintas itu dilintasi Listrik Aliran Atas (LAA) adalah sejajar dengan tiang penyangga LAA. Namun apabila lintas itu tidak dilintasi LAA maka jarak aman adalah sejajar dengan tiang sinyal/semboyan atau sejajar dengan patok batas lahan PT Kereta Api Indonesia.

2. Tidak berlarian di peron
Selain bisa mengganggu kenyamanan penumpang. Berlarian di peron juga bisa membahayakan diri anda maupun penumpang ketika tersandung, menyenggol, ataupun menabrak orang/benda dan juga meningkatkan resiko anda terjatuh dari peron.

3. Tidak mencorat-coret ataupun merusak aset milik PT Kereta Api Indonesia
Sebagai eorang pecinta kereta. Kita sudah seharusnya menjaga dan merawat aset perkeretaapian. Bukan merusaknya.

4.Tidak menggunakan earphone maupun headset ketika hunting.
Ketika kita menggunakan earphone maupun headset, telinga kita tertutup. Jadi kita bisa saja tidak mendengar pemberitahuan maupun suara klakson kereta yang bisa membahayakan diri kita.

5. Waspadai datangnya kereta dari belakang

Kita terkadang terlalu fokus memotret kereta yang ada di depan sehingga kita tidak menyadari datangnya kereta dari belakang. Karena itu ketika hunting sesekali awasi arah belakang kita atau kalau hunting bersama teman minta tolong kepada dia untuk memberitahukan apabila ada kereta yang akan datang dari belakang.

6.Tidak mengeluarkan barang berharga di sembarang tempat.

Handphone, kamera, laptop, dan gadget, merupakan barang incaran para penjahat. Karena itu, jangan mengeluarkan barang berharga di sembarang tempat karena bisa memancing tindak kejahatan yang akan terjadi pada anda.

7. Mintalah izin kepada petugas terkait sebelum hunting.
Apabila anda hunting di stasiun maupun PJL. Mintalah izin terlebih dahulu kepada kepala stasiun maupun penjaga PJL. Supaya ketika suatu hal trjadi pada kita. Petugas terkait tau kalau kita sedang hunting di situ.

8. Tidak memberikan semboyan kepada kereta tanpa seizin petugas terkait.
Pemberian semboyan kepada kereta bukanlah hal yang sepele. Karena ini menyangkut keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Jadi, janganlah memberikan semboyan aman kepada kereta tanpa sepengetahuan dan seizin petugas terkait seperti PPKA maupun kondektur.

9. Waspada dengan orang tak di kenal.
Jangan pernah meladeni ajakan mengobrol dari orang yang tidak di kenal. Karena bisa saja anda menjadi korban gendam maupun hipnotis.

Itulah aturan safety hunting yang berhasil redaksi RE-Digest rangkum dari Aturan Keamanan dan Keselamatan Gerakan Muda Penggemar Kereta Api (AKK-GM MarKA). Seperti kata spanduk yang ada di proyek-proyek: "jadikan keselamatan sebagai kebutuhan".

Have a nice shoot!!

Bayu Tri Sulistyo | RE Digest










About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment