testimoni

testimoni

KLIA Express, The Fastest Airport Train in Southeast Asia.

Sebulan yang lalu penulis berkesempatan berkunjung ke Ibu Kota negeri Jiran, yakni Kuala Lumpur. Setelah satu setengah jam perjalanan dari kota Khatulistiwa dengan menaiki burung besi merah Air Asia Malaysia penulis langsung menuju ke immigration gate yang ngantrinya bukan main. Setelah melewati immigration gate, penulis langsung menunggu bagasi dan lamanya juga gaketulungan. Hampir 1 jam menunggu akhirnya bagasi penulis sudah sampai di tangan dan dilanjutkan mencari transportasi ke kota. Dari KLIA banyak sekali pilihan transportasi , mulai dari Bas Pesiaran a.k.a Bis Pariwisata, KL Rapid, KL Transit, taxi, ojeg, becak, dan KLIA Express. Ada dua moda transportasi yang menarik hati penulis, yup, KLIA Express dan KL Transit. Penulis tertarik karena berhubung jarak KLIA dan pusat kota Kuala Lumpur lumayan jauh dan butuh waktu satu setengah jam jika ditempuh dengan bis atau taksi maka asumsi penulis kedua moda transportasi tersebut basisnya adalah rel maka waktu tempuh akan lebih singkat. Jadwalnya pun sangat banyak ada sekitar 100 perjalanan pulang pergi tiap hari.

Jadwal  KLIA Express dan KL Transit.

Penulis memilih menggunkan KLIA Express daripada KL Transit. Mengapa? KLIA Express lebih cepat hanya 45 menit karena nonstop tidak berhenti tiap stasiun kayak KRL Ekonomi hehehe. Harga tiketnya pun tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan taksi, hanya RM35 maka Anda sudah bisa berada di kota dalam waktu 45 menit. Model tiketnya pun seperti tap in, tap out, tetapi karen pada akhir destinasi kartunya dimasukan ke gate maka penulis menyebutnya tap in, insert out.

Tiket KLIA Ekspress.

Setelah membeli tiket penulis melanjutkan perjalanan ini terasa sangat melelahkan menuju ke stasiun yang terletak di tengah-tengah terminal KLIA 2. Penulis sempat kagum melihat terminal 2 bandara KLIA, karena baru pertama kali penulis melihat bandara yang tidak seperti bandara, lebih terlihat seperti mall yang mempunyai lapangan terbang. Arkhirnya setelah 15 menit jalan kaki nyampe juga di stasiun. Disini kita harus tap in tiket terlebih dahulu sebelum menuju ke peron. Sampai di peron tidak lama, kira-kira 5 menit kereta sudah datang, tapi yang tiba ialah KLIA Transit, dan ternyata KLIA Express menyusul dari jalur 2. Ingat, dahulukan penumpang yang keluar ! Setelah semuanya keluar, penulis pun mencari tempat duduk dekat jendela tentunya for better experience. Tak lama kereta pun berangkat dan suara motor listrik kereta sangat jelas karena penulis duduk tepat di atas motor car-nya. Interiornya bisa dibilang Eropa banget (yaiyalah wong buatan Jerman) dengan lebar sepur 1435mm membuat tempat duduk lebih lega daripada kereta yang berlebar sepur 1067mm. walaupun kereta melaju sangat cepat, tetapi hampir tidak ada getaran yang kuat dari dalam kereta membuat penumpang merasa nyaman, apalagi yang sehabis dari long haul flight. Ditambah lagi dengan fasilitas free wifi, penumpang bisa dengan bebas mengakses wifi ini. Pemandangan dalam perjalanan menurut penulis biasa saja, karena perjalanannya hanya lintas kabupaten saja. Tak terasa waktu berlalu, akhirnya penulis sampai di KL Central. Stasiun yang berfungsi sebagai main transit ke berbagai sudut kota Twin Tower ini. Oke karena penulis sudah sampai KL kayaknya pamit disini dulu ye, bhayy. By the way, penulis belum menjelaskan tentang armada KLIA Ekspress ini.


Sekilas tentang KLIA Ekspress.

KLIA Ekspress mulai beroperasi pada tanggal 14 April 2002. Route KLIA Ekspress ini meliputi KLIA - KL Central non-stop. KLIA Ekspress saat ini menggunakan KRL jenis Desiro ET425M EMU buatan German. Dengan formasi 1 set rangkaian 2 Propulsion Car dan 2 Passenger Car dengan lebar sepur standar 1435mm. Kecepatan operasional kereta ini sekitar 160kmh, jadi bisa dibilang kereta ini ialah airport transit tercepat di Asia Tenggara. Jarak tempuh KLIA Transit ini sejauh 57km dan mampu membawa penumpang sekitar 300 orang dalam sekali perjalanan.



KLIA Ekspress video penulis.



RE Digest | IRINTRIS - Changde, Hunan, China


About Ibnu Rashyd

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. 1435mm ? malaysia bukannya 1.000 mm ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. KLIA Express punya jalur tersendiri, bukan ikut jalur KTMB dengan lebar sepur 1.000mm

      Delete