testimoni

testimoni

Kereta Bertenaga Jet Uni Soviet

Kereta bermesin jet buatan Uni Soviet yang kini mangkrak
Bicara soal kereta berkecepatan tinggi kita pasti akan membicarakan tentang Jepang dengan Shinkansennya atau Prancis dengan TGVnya. Tapi tak pernah ada yang tau kalau Uni Soviet pernah membuat kereta berkecepatan tinggi. Ya, negara komunis terbesar ini pernah membuat kereta berkecepatan tinggi. Namun lain dengan TGV dan Shinkansen yang menggunakan tenaga listrik, kereta kecepatan tinggi Uni Soviet menggunakan mesin jet sebagai penggeraknya.

Konsep kereta jet ini sebenarnya berusaha meniru konsep kereta bermesin jet pertama yang di buat oleh Amerika Serikat pada tahun 1966. Maklum, seperti yang kita tau, pada saat itu sedang terjadi perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kereta jet ala Soviet ini di buat pada 1970 dengan memodifikasi chasis dari kereta seri ER22 yang di buat aerodinamis.

Muka kereta yang telah dimodifikasi jadi lebih aerodinamis


Kedua mesin jetnya sendiri di ambil dari pesawat Yakolev YAK-40 yang diletakan di belakang kereta. Kereta ini melakukan test run pada 1971 di jalur antara Golutvin sampai Ozery. Dalam test run itu kereta berhasil mencapai kecepatan maksimal 249 kilometer per jam menggunakan gauge standar Soviet (1520 mm). 39 kilometer per jam lebih cepat dari Shinkansen 0 series yang hanya mencapai kecepatan 210 kilometer per jam pada 1964 menggunakan gauge standar internasional (1435 mm).

Mesin jet dari pesawat Yakolev YAK-40 yang digunakan oleh kereta ini
menggunakan gauge standar Russia (1520 mm)
Namun sayangnya kereta ini tak berumur panjang dan tak pernah mengangkut penumpang. Harga bahan bakar jet yang mahal, tingkat kebisingan yang tinggi, serta kenyataan bahwa kedua negara adidaya itu bersaing lebih ketat dalam mengembangkan pesawat jet. Membuat proyek kereta jet ini dihentikan. Dan purwarupa dari kereta itu kini mangkrak di sebuah dipo di daerah Siberia.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
sumber

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment