testimoni

testimoni

Selamat Berdinas Kembali, 205-137F (K1 1 14 101 TS)!

Parung Panjang, 15/2 - Setelah sempat tertidur panjang dan pada akhirnya diujicobakan pada tanggal 12 Februari kemarin, akhirnya rangkaian 205-137F (eks Kawagoe set 26, eks Urawa set 92, nomor lambung Kemenhub K1 1 14 101-110) membuat comeback yang spesial pada malam kemarin (14/2). Namun, comeback-nya rangkaian ini bukan dilakukan di lintas Bogor. Iya, bukan di lintas Bogor, tapi di lintas Kabupaten Bogor alias Jalur Hijau Tanah Abang-Parung Panjang.
Stabling di Parung Panjang
Rangkaian ini memang pada hari ini berdinas di loop perjalanan rangkaian 10 kereta tambahan di lintas Tanah Abang-Parung Panjang, dikarenakan mulai hari ini memang ada 4 rangkaian formasi 10 kereta yang beroperasi di sana.

Tidak terlalu banyak yang berubah dari rangkaian ini selain rodanya dan cowcatchernya. Roda yang ada di rangkaian ini sudah diganti dengan roda-roda yang dikirim dari Jepang dengan diameter antara 840-855 mm. Bogi-bogi yang digunakan sendiri ternyata banyak yang diambil dari hasil pertukaran dengan rangkaian lain, terlihat dari tulisan-tulisan yang terdapat pada bogi. Sedangkan untuk cowcatcher sendiri, kedua cowcatcher pada rangkaian ini sudah tidak asli lagi dikarenakan pada saat rangkaian ini tertidur panjang, cowcatcher aslinya dikorbankan untuk rangkaian lain yang mengalami "keompongan" akibat berciuman dengan kendaraan roda karet.
Bogi trailer 204-137 (bogi ex 204-84) dengan roda baru dari Jepang
Bogi motor 204-372 (bogi ex 205-238) dengan roda baru dari Jepang

Cowcatcher karya Dipo Depok
RE Digest sendiri berkesempatan untuk menaiki rangkaian ini saat berdinas sebagai KA 1983 dengan relasi Parung Panjang-Tanah Abang. Aslinya, KA 1983 adalah KRL pemberangkatan dari Stasiun Maja. Namun dikarenakan stasiun-stasiun pada lintas Parung Panjang-Maja dan lintas nya itu sendiri belum siap untuk menerima KRL dengan formasi rangkaian 10 kereta, maka relasi dipotong hanya sampai Parung Panjang. Sehingga ada beberapa tabungan waktu stabling yang lama di Parung Panjang ketika berdinas dengan nomor perjalanan yang seharusnya untuk tujuan Maja namun diperpendek hanya sampai Parung Panjang. Sayangnya, layar MacroAd yang ada di kereta tidak hidup dan AC rangkaian ini juga kurang menggigit, mungkin karena efek tidur panjangnya.
Interior 205-370
Kini, ia sudah hidup kembali dan sudah bergulir lagi lewat sebuah comeback yang cukup spesial dengan mengisi loop perjalanan rangkaian 10 kereta tambahan di Jalur Hijau. Dengan kembalinya rangkaian ini, berarti hanya tinggal satu lagi rangkaian dari Jalur Saikyo yang masih mungkin dihidupkan namun belum dihidupkan, yaitu 205-17F (eks Kawagoe set 31, eks Tokyo set 17, nomor lambung Kemenhub K1 1 14 71-80). Apakah rangkaian ini juga akan melakukan comeback? Kita tunggu saja.

RE Digest | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment