testimoni

testimoni

Akhir Riwayat KRL-KRL New York Subway di Samudera Atlantik


[29/3/16]. Semua hal di dunia ini pasti memiliki awal dan akhir kehidupan, baik makhluk hidup maupun benda mati. Tak terkecuali kereta api. Kereta api biasanya memiliki batas waktu pakai yang telah ditentukan dari setelan pabrik maupun operator. Ada yang berumur 20 tahunan hingga mencapai usia setengah abad.

Setiap perusahaan operator kereta api memiliki caranya masing-masing untuk mengakhiri hidup dari kereta yang sudah melebihi batas pakainya. Biasanya perusahaan akan merucat kereta yang sudah dipensiunkan, lalu mengirim potongan-potongannya untuk di daur ulang. Namun lain halnya dengan New York Subway. Mereka membuang kereta-kereta tua mereka ke dasar Samudera Atlantik.


Pada 2015 lalu, New York Subway membuang ratusan unit KRL ke dasar Samudera Atlantik. Hal ini dilakukan setelah peremajaan armada lengkap dan usai dilakukan. Rangkaian-rangkaian lama yang tidak ber-AC digantikan oleh rangkaian-rangkaian KRL baru yang ber-AC.

Alih-alih tindakan mereka mencemari lautan, justru tindakan pembuangan kereta ke dasar laut ini memiliki tujuan untuk menyelamatkan lingkungan. Kereta-kereta yang dibuang nantinya akan ditumbuhi oleh terumbu karang yang akan menjadi rumah bagi ribuan ikan di lautan.

Mereka tidak sembarangan membuang rangkaian ke dasar laut. Sebelum dibuang, rangkaian-rangkaian itu terlebih dulu dibersihkan dari zat-zat berbahaya yang bisa mencemari lautan dan membahayakan kehidupan ikan seperti plastik dan residu-residu lainnya. Selain itu, komponen-komponen kelistrikan yang masih bisa dipakai diambil untuk dikanibal ke rangkaian lainnya.


Usai dibersihkan, rangkaian-rangkaian itu kemudian diangkut ke atas tongkang untuk dibawa ke Samudera Atlantik. Rangkaian ditumpuk di atas tongkang untuk menghemat tempat dan mempermudah proses pembuangan oleh alat berat. Setelah sampai di lokasi yang dituju, alat berat seperti eskavator dan crane mengangkat kereta-kereta itu ke peristirahatan terakhirnya di dasar samudera.

Kereta diletakkan di tepian tongkang sebelum akhirnya didorong oleh eksavator ke dalam lautan. Tanpa perlu pemberat kereta sudah tenggelam dengan sendirinya karena beratnya.


Kereta akan dibiarkan selama bertahun-tahun di dasar laut hingga terumbu karang tumbuh dan ikan berkumpul di rumah barunya. Sehingga dibuangnya kereta-kereta ini ke dasar lautan dapat memperbaiki dan menjaga ekosistem lautan. Dan ketika terumbu karang telah tumbuh subur, kereta-kereta yang sudah tenggelam ini dapat dijadikan spot diving yang dapat menarik turis dari berbagai negara.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
all photos are credit to Petapixels





About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment