testimoni

testimoni

INKA Diminta Membangun Pabrik Kereta di Mesir

Tribunnews
[1/4/16]. Sepertinya kita harus merasa bangga karena memiliki pabrik kereta sendiri yakni PT INKA Madiun. Rangkain kereta dan gerbong barang hasil produksinya sudah melanglang buana ke seluruh dunia. Bahkan, beberapa negara merasa tak cukup kalau hanya membeli kereta dari Indonesia, bahkan mereka ingin INKA buka pabrim di sana.

Seperti dikutip dari laman detik.com, PT INKA Madiun menerima tawaran untuk membangun pabrik kereta baru atau bekerjasama dengan pabrik kereta yang ada di negeri para Fir'aun itu. Apabila kerjasama itu terealisasi, maka kerjasama ini akan sangat menguntungkan bagi INKA.

Bagaimana tidak. Mesir bisa dibilang salah satu pintu gerbang untuk investasi baik bagi pasar Jazirah Arab maupun Afrika. Direktur Utama INKA R Agus H Purnomo mrngatakan bahwa investasi di Mesir ini membutuhkan modal yang cukup dan bisa dibilang tidak sedikit.

Agus juga menyatakan pada saat pelepasan rangkaian kereta kloter1 yang dikirim ke Bangladesh serta rilis Kredit Usaha Berbasis Expor di Tanjung Perak, Surabaya, bahwa pihaknya siap apabila diberi modal ubtuk melakukan investasi.

Agus berharap, pemerintah melalui eximbank mau memberikan National Interest Account  (NIA) ataupun buyer credit. NIA sendiri adalah kredit yang diberikan oleh pemerintah yang berorientasi impor. Sedangkan buyers credit adalah kebalikan dari NIA, yakni pembiayaan bagi negara yang ingin membeli barang dari Indonesia.

Pesanan kereta ke luar negeri bukanlah makanan baru bagi INKA. INKA sudah pernah mengekspor kereta penumpang sebanyak dua kali ke Bangladesh. Selain Bangladesh, INKA juga pernah mengirim kereta penumpang ke Malaysia. Tak hanya kereta penumpang, INKA juga pernah mengekspor gerbong barang ke Singapura, Filipina,Thailand, hingga Australia.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo







About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment