testimoni

testimoni

Jalur Kereta Api Rancaekek-Tanjungsari akan Diaktifkan Kembali

Jembatan Cikuda/Cincin, salah satu jembatan yang ada di jalur Rancaekek-Tanjungsari
Wikimapia
[30/3/16]. Ada sedikit kabar gembira nih bagi railfans Daop 2! Jalur kereta api Rancaekek-Tanjungsari yang telah mati selama 74 tahun akan diaktifkan kembali. Seperti dikutip dari tribunjabar..co.id, Kadishub Jabar Dedi Taufik mengatakan bahwa Pemerintah Jawa Barat bekerjasama dengan Dirjen Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia akan mengaktifkan kembali jalur Rancaekek-Tanjungsari.

Dishub juga mengatakan bahwa rencananya jalur ini akan dilanjutkan hingga Majalengka dan Sumedang. Dishub menargetkan jalur ini sudah bisa beroperasi kembali pada 2018 dan konstruksi akan dilakukan dari 2016 hingga 2017 mendatang. Pemprov Jabar mengalokasikan 1 miliar Rupiah yang diambil dari dana APBD untuk tahap perencanaan, FES, dan pembuatan DED.

PT KAI bersama pengamat dan komunitas railfans telah melakukan napak tilas jalur Rancaekek-Tanjungsari pada Selasa (29/3/16) kemarin untuk melihat kondisi jalur dan jembatan setelah tidak diaktifkan selama 74 tahun.

Jalur Rancaekek-Tanjungsari pertama kali dioperasikan pada 13 Februari 1921 dengan panjang sekitar 11,5 kilometer melintas tepat di belakang kawasan kompleks Universitas Padjajaran. Awalnya jalur ini dibangun untuk operasional angkutan hasil bumi dan militer. Namun sayang, jalur ini hanya berusia 21 tahun. Pada saat era kolonialisme Jepang tahun 1942, jalur ini ditutup dan dibongkar untuk pembangunan jalur lain  pada saat Perang Dunia II.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment