testimoni

testimoni

Memotret Sepur di Pondok Cina dan UI: Dulu dan Sekarang


KLB KRD NR akan berjalan langsung Pondok Cina menuju Dipo Depok, Oktober 2014
Aktivitas memotret kereta api adalah hal yang sudah tentu tidak asing bagi para penggemar kereta api, bahkan tujuannya pun beragam. Mulai dari yang hanya sekadar mengisi kekosongan waktu seperti Penulis, hingga yang memang benar-benar profesional sampai jadi mata pencaharian.

Memotret kereta api pada umumnya identik dengan spot yang eksotis dan perlu perjuangan untuk mencapainya. Akan tetapi, beberapa tempat yang tampak biasa saja dan mudah diakses pun bisa memberikan hasil yang cukup ciamik. Salah satunya adalah tikungan besar dekat Stasiun Pondok Cina ataupun wilayah yang populer disebut Barel (Bantaran Rel) di dekat Fakultas Hukum UI yang Penulis kadang sambangi ketika kebetulan membawa kamera dan ada kekosongan waktu 

Akan tetapi, kedua spot ini sekarang sudah dipersulit aksesnya akibat pemagaran, sehingga di sini Penulis juga menyajikan panduan dalam memanfaatkan celah yang ada.

Tikungan Besar Pondok Cina


KRL 205-28f+205-19f sebagai rangkaian 12 kereta, September 2015
Terletak di sebelah utara Stasiun Pondok Cina alias Pocin, yang tentu saja sudah amat akrab terutama dengan mahasiswa baik dari Universitas Indonesia ataupun Gunadarma. Stasiun yang melayani perjalanan KRL koridor Jakarta Kota/Duri/Jatinegara-Depok/Bogor pp ini letaknya amat strategis, di antara Kampus Universtias Indonesia Depok (Terutama Rumpun Ilmu Kesehatan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Kampus D Universitas Gunadarma, dan dekat dengan dua pusat perbelanjaan Margo City dan Depok Town Square, menjadikan stasiun ini selalu ramai penumpang

Mengakses Tikungan Besar Pondok Cina dahulu amatlah mudah. Cukup turun di stasiun Pondok Cina lalu keluar menggunakan pintu keluar timur, dan jalan sedikit ke pos jaga perlintasan. Di belakang pos jaga tersebut terdapat tempat kosong yang bisa digunakan untuk memotret, dan jaraknya aman dari rel. Berikut adalah foto-foto pilihan Penulis semasa spot tersebut masih dapat diakses langsung:

KRL 205-141f menuju stasiun Universitas Indonesia, Oktober 2014
KRL 1060f persiapan masuk Pondok Cina, September 2015. Sekarang rangkaian ini sudah tidak beroperasi lagi
KRL 205-141f menuju stasiun Universitas Indonesia, Oktober 2014
KRL 205-86f+205-28f berjalan langsung Pondok Cina ketika pengujian 12 kereta, Juli 2015

Sayangnya, pada akhir 2015, seiring dengan pemagaran massal lintas selatan KRL jabodetabek, spot ini termasuk menjadi tempat yang dikorbankan karena lahan kosong yang dijadikan tempat untuk berfoto. 

Pemotretan masih dapat dilakukan dengan menyelipkan lensa ke dalam pagar di tempat yang jaraknya sedikit lebih jauh dari spot awal (Sebagai panduan gunakan foto di bawah), akan tetapi hal ini akan sangat bergantung dengan tipe lensa yang digunakan dan ukuran kamera, dan akan menyulitkan penggunaan viewfinder kamera.

Memotret dengan HP Penulis dari balik pagar, November 2015. Dari posisi ini akan lebih sulit mendapatkan view KRL di tikungan dengan posisi ruang gerak terbatas dan adanya penyangga tiang LAA yang mengganggu
Penulis sendiri belum mencoba menggunakan kamera SLR untuk kondisi saat ini, akan tetapi berhubung tempat yang sekarang tersedia berada di gang yang sering digunakan kendaraan bermotor dan belum adanya waktu untuk hunting berdua, Penulis tidak berani melakukannya.

Bantaran Rel FHUI


Akrab dengan sebutan Barel, tempat ini persis berada di antara Stasiun Pondok Cina dan Stasiun Universtias Indonesia, dan secara teknis berada tepat di hadapan sinyal masuk J24 Universitas Indonesia. Tempat ini ramai dilintasi pejalan kaki dan pesepeda karena terdapat gang yang menghubungkan wilayah Kampus Universitas Indonesia (Terutama Masjid Ukhuwah Islamiyah, Fakultas Hukum, dan Fakultas Psikologi) dengan indekos yang berada di sisi seberang rel.

Akibat ramainya lalu lintas pejalan kaki (Dan menurut cerita orang setempat, tidak jarangnya terjadi korban kecelakaan), maka perlintasan ini dilengkapi pos jaga swadaya yang rutin dijaga dan petugasnya ramah selama Anda menjaga keselamatan dan sopan santun. Untuk railfan, tempat ini menarik karena adanya tikungan besar Pondok Cina di arah selatan, ataupun jalur lurus yang tak terhalang di sisi utara.

Spot ini dapat diakses secara mudah baik dari Stasiun Universitas Indonesia ataupun Pondok Cina. Cukup berjalan kaki, atau jika terlalu malas jalan (Seperti Penulis), dapat naik Bis Kuning (Bikun) yang disediakan secara cuma-cuma.

Dari Pondok Cina: Turun dari Stasiun Pondok Cina, keluar menuju Jalan Lingkar Kampus UI, lalu kemudian berjalan kaki ke arah utara mengikuti jalur pejalan kaki. Sampai di depan Masjid UI, jalan lagi sedikit. Anda akan tiba di depan Fakultas Hukum UI. Menyeberang jalan dan Anda akan menemukan jalan akses keluar kampus. 

Jika naik Bis Kuning, naik dari halte Pondok Cina dan turun di halte FHUI (Halte setelah Masjid. Pada umumnya sang supir akan berhenti juga di sini) lalu menyeberang jalan untuk menuju jalan akses keluar kampus.

Dari Stasiun Universitas Indonesia: Turun dari Stasiun UI, keluar lalu kemudian menyeberang jalan. (Tidak ada jalur pejalan kaki di sisi kiri) Dari tempat penyeberangan belok kiri lalu jalan ke arah selatan menuju Fakultas Hukum. Dari sana menyeberang jalan dan Anda akan menemukan jalan akses keluar kampus.

Jika naik Bis Kuning, perhatikan bahwa dari Stasiun ada dua rute Bis Kuning. Gunakan bus yang punya papan merah di kaca depannya, atau bus Politeknik Jakarta. Turun di halte FHUI, hanya jarak satu halte dari Stasiun UI. 

Setelah masuk jalan akses keluar kampus, cukup berjalan sedikit dan Anda akan tiba di perlintasan swadaya. Di sinilah spotnya.

Pos jaga swadaya di Barel FHUI (Kondisi setelah pemagaran). Ada dua spot untuk arah selatan dan satu untuk arah utara
Arah Selatan: Daya tarik utama dari tempat ini adalah posisinya yang memungkinkan untuk memotret rangkaian yang keluar dari Pondok Cina dan bisa tampak dari muka hingga ekornya, karena bentuk dari lengkung jalan relnya.

Terdapat dua spot untuk arah selatan. Satu di sisi pos jaga, dan satu di seberang pos jaga. Lengkung jalan terlihat jelas di sisi pos jaga

Sebelum dipagar, Anda dapat berjalan ke ujung gang di selatan pos ini untuk mendapatkan pandangan maksimal dari tikungan besar Pondok Cina (Meskipun wajib menggunakan lensa tele). Beberapa foto pilihan penulis di tempat ini dalam keadaan aslinya:

KRL 205-102f+205-129f meninggalkan Pondok Cina dengan formasi 10 kereta tanpa kabin tengah, Oktober 2015
KRL 8604f menuju Pondok Cina, September 2015.
Setelah dipagar, Anda masih dapat memanfaatkan celah di antara pos jaga dengan tembok pagar untuk memotret lengkung jalan. Agak sedikit sulit untuk mendapatkan pemandangan sebagus dulu terutama untuk 10 dan 12 kereta, tetapi secara umum hasilnya masih tidak kalah memuaskan. Berikut beberapa foto pilihan penulis setelah pemagaran:
KRL 8003f menuju Universitas Indonesia, 24 Maret 2016.
KRL 205 (Set tidak diketahui) meninggalkan Pondok Cina, 24 Maret 2016. Dari celah samping pos jaga, rangkaian 10 kereta agak lebih sulit didapat
KRL 6127f menuju Depok, 24 Maret 2016.
Sementara untuk spot kedua berada di seberang pos jaga. Meskipun tidak sedramatis spot pertama, tetapi masih dimungkinkan pandangan bebas 8 dan 10 kereta yang meninggalkan tikungan besar Pondok Cina. Akan tetapi, spot ini kurang disarankan untuk memotret KRL yang menuju Selatan, baik menghadap utara ataupun selatan karena letak semak belukar yang menghalangi.

Karena posisi pagar yang tidak memengaruhi bagian ini, tidak ada perbedaan berarti untuk spot ini. Berikut beberapa foto pilihan Penulis:

KRL 205 (set tidak diketahui) menuju Duri, 24 Maret 2016
KRL 205-89F menuju Jakarta Kota, Oktober 2015
KRL 05 105F menuju Tanah Abang untuk kemudian ke Parung Panjang, Oktober 2015
Arah Utara: Hanya dapat diambil tepat di pos jaga tersebut, spot ini memungkinkan pandangan bebas terhadap seluruh rangkaian kereta, baik 8, 10, ataupun 12 kereta yang melewati jalur lurus antara Stasiun Universitas Indonesia dan Pondok Cina.

Berikut beberapa foto pilihan penulis untuk spot ini:

Penting: Karena untuk mengambil sudut ini harus berdiri di dekat palang pintu, selalu utamakan keselamatan. Jangan melebihi jarak aman 1 meter dari palang pintu dan perhatikan aba-aba petugas jaga!

KRL 6107f tujuan Nambo berangkat Universitas Indonesia, 24 Maret 2016
KRL 205-88+205-86f berangkat Universitas Indonesia menuju Bogor, 24 Maret 2016
Untuk menuju Stasiun Universitas Indonesia dan Pondok Cina, bisa menggunakan KRL tujuan akhir Bogor ataupun Depok. Adapun jam yang padat akan lalu lintas KRL adalah jam-jam sore menjelang pulang kerja (4-5) ataupun pagi ketika jam berangkat kerja. Meskipun mayoritas lalu lintas adalah KRL, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya lokomotif untuk KA Semen, KA Semen itu sendiri, ataupun bahkan KLB lainnya.

Demikianlah panduan pertama dari Penulis tentang tempat berburu sepur favorit Penulis, yaitu wilayah Pondok Cina dan Barel FHUI. Akhir kata, selamat berburu, dan utamakan safety hunting!

RE Digest | ARGO SAKURAI/IKKO HAIDAR FAROZY

About Ikko Haidar Farozy

Hanya orang biasa yang juga menulis di RE-Digest.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment