testimoni

testimoni

Mengapa Lampu di Dalam Kereta Tidak Pernah Dimatikan Meskipun Saat Siang?



Kalau anda naik kereta api, baik KRL maupun kereta api jarak jauh. Anda pasti sering melihat lampu kereta tetap dinyalakan walaupun saat siang hari dan cuaca sedang cerah-cerahnya. Sering terbesit pertanyaan di benak anda: "kenapa lampunya gak dimatiin? Diluar kan terang. Sayang listriknya". Nah mungkin penjelasan di bawah ini bisa sedikit menjawab pertanyaan anda mengapa lampu di dalam kereta tidak pernah dimatikan meskipun pada siang hari.

Sebenarnya peraturan untuk tetap menyalakan lampu pada siang hari wajib dilakukan karena aturan tersebut tertuang dalam standar operasional pelayanan (SOP) kereta api yang diterbitkan oleh PT Kereta Api Indonesia pusat. Ada beberapa alasan mengapa SOP tentang lampu ini dibuat.

Pertama, jendela kereta di Indonesia rata-rata dilapisi dengan kaca film dengan tingkat kegelapan sekitar 80% hingga 100% sehingga pemasukan sinar matahari dari luar ke dalam kereta sangatlah sedikit. Hal ini dilakukan agar penumpang di dalam kereta tidak kesilauan dan mencegah sinar ultraviolet yang berbahaya. 

Selain itu, ketika penumpang merasa sangat kesilauan dengan cahaya matahari yang masuk, biasanya mereka akan menutup tirai atau horden di jendela sehingga menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam kereta. Karena itu, lampu dinyalakan sebagai penerangan tambahan agar kondisi di dalam kereta tidak terlalu gelap.

Kedua, mencegah tindak asusila. Alasan pertama memang cukup menjelaskan mengapa, namun alasan kedua ini terdengar tidak nyambung. Karena terasa tidak ada hubungannya antara lampu dengan tindak asusila. Namun percaya atau tidak menyalakan lampu kereta pada saat peak hour dipercaya sebagai salah satu cara yang ampuh untuk mencegah tindak asusila. 

Karena dengan nyalanya lampu di dalam kereta membuat pelaku akan berfikir dua kali untuk melakukan tindak asusila karena penerangan yang cukup membuat si pelaku merasa terawasi oleh semua penumpang di dalam kereta.

Itulah dua alasan mengapa lampu di dalam kereta tetap dinyalakan meskipun pada siang hari. Bukan karena tagihan listrik PT KAI itu disubsidi pemerintah, melainkan karena dua alasan diatas. Jadi gak penasaran lagi kan?

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Mengutip seorang Facebooker, kayaknya ada masukan bermanfaat:

    Mungkin alasan lain adalah agar tidak sia-sianya penggunaan genset dalam rangkaian kererta khususnya rangkaian kereta jarak jauh lokomotf diesel yang tidak terhubung ke saluran listrik diam (PLN)
    Katakanlah sebuah pembangkit membutuhkan sekitar 2L bahanbakar dalam 15 menit dengan tegangan output 380V (3phase) dan 58 Ampere = 21280 VA (Watt)
    Dari 1 gerbong eksekutif membutuhkan daya kira kira 1260 Watt / 380V (3phase) full load, sedangkan saat lampu mati adalah 990 Watt / 380V (3phase) jika dalam 1 rangkaian kereta ada 11 -15 rangkaian (pembangkit tidak termasuk) maka dalam keadaan full load 1 rangkaian membutuhkan daya sekitar 18278 VA / 380V. Sedangkan dalam keadaan lampu mati adalah 14355 VA / 380V.
    Jika lampu keadaan mati maka daya yang terbuang adalah 6925 VA dengan konsumsi bahan bakar yang setara dengan 2L 1an 15 menit... Cukup besar untuk daya ripple...
    -Muhammad Virgiawan

    ReplyDelete