testimoni

testimoni

Pegawai Tokyo Metro Memperingati 21 Tahun Peristiwa Gas Sarin

Peristiwa Gas Sarin yang terjadi di Stasiun Kasumigaseki yang menewaskan 13 orang pada tahun 1995
Dailymail
[21/3/16]. Pegawai perusahaan kereta bawah tanah Tokyo Metro memperingati 21 tahun teror mematikan gas sarin di Stasiun Kasumigaseki di Chiyoda Line pada hari Minggu (20/3/16) lalu. Peringatan ini dimulai dengan mengheningkan cipta yang diikuti oleh para pegawai dan kerabat korban untuk mengenang 13 orang yang meninggal dalam serangan ini.

Seperti dikutip dari laman japantoday.com, Shizue Takahashi (69) salah seorang istri dari asisten kepala stasiun yang tewas pada peristiwa itu mengatakan bahwa walaupun tragedi itu sudah terjadi 21 tahun yang lalu namun ia masih tidak bisa melupakan insiden yang merenggut nyawa suaminya itu. Dia juga masih merasakan kesedihan yang mendalam akibat peristiwa itu.

Perdana Menteri Jepang Shinso Abe yang juga ikut menabur bunga mengenang peristiwa itu mengatakan bahwa  mereka tak akan melupakan peristiwa ini dan Pemerintah Jepang akan berusaha semaksimal mungkin untuk melawan terorisme. Para pegawai juga menggelar stand di Stasiun Kasumigaseki, Kodemmacho, dan 4 stasiun besar di Kota Tokyo untuk memperingati peristiwa itu. Para pegawai juga mempersilahkan masyarakat menabur bunga untuk memperingati peristiwa itu.

21 tahun yang lalu, lebih tepatnya pada tanggal 20 Maret 1995. Sekelompok sekte aliran sesat yang menamakan diri mereka Aum Shinrikyo melancarkan aksi teror dengan menyebarkan gas sarin di dalam 5 gerbong kereta bawah tanah pada saat jam berangkat kerja hingga menyebabkan seluruh penumpang keracunan dan terpaksa di evakuasi oleh petugas keluar Stasiun Kasumigaseki.

Akibat peristiwa ini, 13 orang tewas termasuk 2 orang pegawai yang berusaha mengevakuasi penumpang yang keracunan pada saat itu. 14 orang anggota sekte itu termasuk Chizuo Matsumoto alias Shoko Asahara salah seorang pendiri sekte Aum Shinrikyo dinyatakan bertanggung jawab atas peristiwa teror itu dan 10 orang diantaranya sudah menjalani hukuman mati.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo 



About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment