testimoni

testimoni

Perjalanan Akita Shinkansen Terhambat karena Serbuk Putih Misterius


[25/3/16]. Perjalanan Akita Shinkanen Komachi no. 24 terhambat di Stasiun Morioka akibat ditemukannya serbuk putih misterius di dalam kereta pada hari ini (25/3/16) pukul 14.13 waktu Jepang. Insiden ini tepat terjadi hanya 1 hari menjelang diresmikannya Hokkaido Shinkansen pada 26 Maret besok.

Seperti dikutip dari laman breaking-news.jp, bubuk putih tersebut dilaporkan pertama kali ditemukan oleh seorang penumpang dari dalam toilet di kereta 13 dan 16 rangkaian Akita Shinkansen Komachi no. 24. Bubuk putih tersebut diletakan di washtafel dan di dekat kloset kereta. 
Setelah menerima laporan tersebut, petugas pun langsung menghubungi kepolisian Kota Morioka untuk penyelidikan lebih lanjut. Garis polisi pun dipasang di sekitar area stasiun untuk mengamankan TKP. Penumpang dan petugas di Stasiun Morioka langsung dievakuasi keluar stasiun untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Area sekitar Stasiun Morioka disterilkan dari aktifitas penumpang sampai situasi dinyatakan aman. Tim forensik diturunkan untuk menyelidiki bubuk putih misterius yang ditempatkan di dalam kereta ini. Mobil pemadam kebakaran dari Disdamkar Kota Morioka dan ambulance disiagakan di halaman luar stasiun.
Beragam spekulasi pun dari mulai tepung terigu biasa, kokain, heroin, hingga bahan yang mudah meledak. Reaksi para netizen pun beragam, ada yang menanggapinya biasa saja ada yang sampai menyebutnya serangan teroris karena Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan perang terhadap terorisme dalam pidatonya saat mengenang 21 tahun serangan Gas Sarin pada Minggu (20/3/16) lalu.

baca juga: Pegawai Tokyo Metro Memperingati 21 Tahun Peristiwa Gas Sarin

Saat ini bubuk putih misterius tersebut sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke laboratorium forensik untuk penyelidikan lebih lanjut. Meskipun kereta memang berhenti normal di Stasiun Morioka, namun akibat insiden ini menyebabkan perjalanan kereta terhambat dan ratusan penumpang terhambat perjalananannya.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo



About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment