testimoni

testimoni

Proyek Kereta Cepat Tak Lagi "Cepat"


[14/3/16]. Proyek kereta cepat yang dimulai ground breakingnya pada 21 Januari 2016 lalu oleh Presiden Joko Widodo memang menimbulkan banyaknya kontroversi, baik di kalangan politikus, Jonru, maupun masyarakat. Proyek yang terkesan "dipaksakan" ini membuat sebagian politikus Senayan dan Jonru menolak kehadiran proyek kereta cepat hasil konsorsium 5 BUMN dengan perusahaan kereta api China, China Railway Highspeed atau CRH.

Proyek kereta cepat ini diekspetasikan berjalan sejauh 150 kilometer dari Jakarta sampai Bandung dengan kecepatan 350 km/jam. Namun sepertinya kecepatan kereta ini tidak akan secepat yang dibayangkan. 

Dikutip dari laman detik.com, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa kemungkinan proyek kereta dengan kecepatan 350 km/jam ini tidak akan diteruskan. Darmin juga mengatakan kereta yang akan dikembangkan untuk jalur Jakarta-Bandung adalah kereta dengan kecepatan menengah, sekitar 200-250 km/jam.

Alasannya? Jarak yang terlalu nanggung. Dengan jarak sejauh 150 kilometer dan jumlah stasiun sebanyak 5-8 stasiun, tidak memungkinkan kereta ini untuk menggapai kecepatan 350 km/jam. Selain itu, trek Jakarta-Bandung yang bergunung-gunung seperti milik pacar saya juga terlalu beresiko untuk dijalankan dengan kecepatan setinggi itu. Dan juga waktu tempuh antara kereta cepat dengan Argo Parahyangan hanya selisih 11 menit saja.

Hal ini seperti membuka kesempatan bagi kompetitor selain Jepang dan China seperti Korea, India, Jerman, atau Prancis. Namun Darmin mengatakan bahwa Jepang dan China akan tetap ikut dalam kompetisi kereta menengah ini. 

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo





About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment