testimoni

testimoni

Super Hitachi yang Tertinggal

Seorang petugas berjalan di depan JR 651 Super Hitachi yang mangkrak selama 5 tahun di Stasiun Haranomachi
asahi
[5/3/16]. 5 tahun yang lalu. Tepatnya pada tanggal 11 Maret 2011. Sebuah JR 651 seperti biasa melayani perjalanan Super Hitachi Express nomer 50 di JR Joban Line dari Stasiun Ueno sampai Stasiun Haranomachi di Kota Minami Soma, Prefektur Fukushima.

Sesampainya di Haranomachi, sesuatu yang tak terduga terjadi. Gempa bumi berkekuatan 8,3 skala richter mengguncang Perfektur Fukushima yang disusul dengan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan pesisir Fukushima. Cobaan tak berakhir sampai di situ. Reaktor nomor 4 dari PLTN Fukushima meledak dan menyebarkan radiasi nuklir.

Semua orang terburu-buru untuk menyelamatkan diri dari radiasi nuklir yang membahayakan jiwa itu. Mereka hanya membawa diri dan sedikit pakaian serta perbekalan seadanya. Namun sayang, JR 651 ini tak sempat menyelamatkan diri karena semua kru di Stasiun Haranomachi sudah melarikan diri meninggalkan stasiun itu.

kondisi kereta yang sangat memprihatinkan
asahi
Kerusakan parah di Joban Line akibat tsunami dan berbahayanya radiasi nuklir, memaksa JR East memangkas perjalanan di Joban Line. Dimana jalur terbelah 2, yakni perjalanan dari selatan yang berakhir di Stasiun Tatsuta sejauh 46 kilometer, dan perjalanan dari utara yang berakhir di Stasiun Soma sejauh 20 kilometer meninggalkan Stasiun Haranomachi dan Super Hitachi Express nomer 50 ini terjebak di tengah-tengah.

Tak ada satu pun petugas yang berani mendekati Stasiun Haranomachi walaupun hanya untuk sekedar mengecek kondisi kereta itu. Radiasi nuklir yang sangat tinggi membuat mereka tidak berani mendekati lokasi itu. Sedangkan JR 651 Super Hitachi tetap setia menunggu di Haranomachi tanpa kepastian kapan dia akan kembali berangkat ke Ueno.

display tujuan Stasiun Ueno
asahi
5 tahun kemudian. Setelah tingkat radiasi nuklir dinyatakan dalam level aman, sejumlah petugas dari JR East diturunkan untuk mengecek kondisi Stasiun Haranomachi dan JR 651 Super Hitachi yang mangkrak di jalur 4 stasiun itu. Kondisi kereta sangatlah memprihatinkan. Karat memenuhi eksteriornya yang berwarna putih akibat terguyur hujan, tertutup salju, dan terpapar matahari selama 5 tahun lamanya. Debu dan kotoran memenuhi seisi kereta ini baik di dalam maupun luar.

Akhirnya JR East pun mengevakuasi kereta ini. Dibutuhkan waktu 2 hari untuk mengevakuasi kereta ini dari Stasiun Haranomachi. Namun sayangnya, kemungkinan JR 651 Super Hitachi ini beroperasi kembali sangatlah kecil. Kondisi kereta yang sudah tidak layak jalan serta kemungkinan paparan radiasi nuklir yang menempel di kereta ini membuat JR 651 Super Hitachi ini tidak mungkin untuk dihidupkan kembali.

proses evakuasi JR 651 Super Hitachi dari Haranomachi
asahi

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment