testimoni

testimoni

10 Film Kereta Api Terbaik Versi RED

Sejak awal abad ke-20, kereta api sudah memainkan peran penting dalam proses produksi film. Banyak film yang mengambil tempat di kereta api, stasiun, dan bahkan menceritakan tentang kehidupan terkait dunia perkeretaapian. Pasti ada di antara sobat railfans yang suka nonton film, kan? Dari semua film yang sudah ditonton itu, ada berapa banyak film yang berhubungan dengan kereta api? Nah, kali ini REDaksi akan menyajikan daftar 10 film kereta api terbaik versi RED.

10. Tragedi Bintaro (1989)

Tragedi Bintaro adalah film Indonesia bergenre drama yang diproduksi pada tahun 1989 dan disutradarai oleh Buce Malawau. Film ini dibintangi antara lain oleh Roldiah Matulessy, Ferry Octora, dan Lia Chaidir. Film ini diangkat dari kisah nyata Juned, seorang korban kecelakaan kereta api Tragedi Bintaro pada tanggal 19 Oktober 1987. Pada bagian akhir film, Juned bersama dengan nenek dan kakaknya berangkat ke desa dengan naik kereta api. Di tengah perjalanan, kereta api yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kereta api lain dari arah berlawananan. Juned adalah salah satu korban yang masih hidup, sementara nenek dan kakaknya meninggal dunia. Kronologis terjadinya tabrakan digambarkan dengan detail dan sesuai dengan fakta sejarah. 

9. Kereta Api Terakhir (1981)

Film yang diproduksi pada tahun 1981 ini adalah film yang bertemakan romansa perjuangan berdasarkan novel karya Pandir Kelana dengan judul yang sama. Mengisahkan tentang seorang tentara bernama Firman yang mendapat tugas untuk mengamankan kereta-kereta dari Purwokerto menuju Yogyakarta. Ketika itu negara sedang dalam kondisi pasca kemerdekaan (1945-1950) yang masih labil. Belanda yang belum rela Indonesia merdeka, terus menggempur dan ingin menguasai beberapa kota penting di Indonesia. Salah satu yang menjadi incaran Belanda adalah jalur kereta api yang melintas di pulau Jawa. Tugas Letnan Firman (Pupung Harris), Letnan Sudadi (Rizawan Gayo) dan Sersan Tobing (Gito Rollies) tidak hanya mengawal kereta-kereta dari Purwokerto hingga Yogya. Mereka juga harus mengawal para penumpang yang mengungsi menuju Yogya karena ada isu bahwa Belanda akan menyerang kota mereka. Letnan Sudadi berangkat bersama kereta pertama, sementara Letnan Firman dan Sersan Tobing mengawal kereta terakhir. Di kereta terakhir ini tidak hanya ditumpangi oleh para pengungsi namun juga ada berkas-berkas penting negara yang harus diamankan di ibu kota. Banyak halangan selama perjalanan. Berkali-kali kereta dihujani peledak dan peluru dan bahkan ada gerbong yang sempat terbakar.

8. Taking of Pelham 123 (2009)

The Taking of Pelham 123 adalah sebuah film thriller Amerika Serikat tahun 2009, dibuat berdasarkan novel dengan nama yang sama karya pengarang Morton Freedgood (dengan nama pena John Godey). Film ini merupakan remake dari adaptasi film asli tahun 1974, yang juga dibuat lagi pada tahun 1998 sebagai film TV. Film ini disutradarai oleh Tony Scott, dan dibintangi oleh Denzel Washington dan John Travolta. Produksi film dimulai pada Maret 2008, dan dirilis pada tanggal 12 Juni 2009. Film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Ryder yang membajak kereta Pelham 123, sebuah kereta bawah tanah New York yang berangkat dari stasiun Pelham Bay Park pukul 1.23 siang. Ryder ditemani oleh tiga pria bersenjata lainnya, Bashkim, Emri, and mantan pegawai kereta api Phil Ramos. Mereka memutus sambungan kereta terdepan dari rangkaian yang terdiri dari 6 kereta itu. Semua penumpang yang ada di kereta terdepan itu dijadikan sandera untuk tuntutan sebsar 10 juta dollar yang harus dibayarkan dalam waktu 60 menit. Pegawai MTA (operator New York Subway) Walter Garber yang bertugas di pusat kendali kereta api menangani langsung percakapan dengan para pembajak itu, didampingi oleh beberapa petugas kepolisian. 

7. Last Passenger (2013)

Last Passenger adalah film thriller menegangkan dari Inggris tahun 2013, disutradarai oleh Omid Nooshin dengan dibintangi Dougray Scott, Kara Tointon dan Ido Goldberg. Film ini menceritakan Lewis Shaler (Dougray Scott) pulang bersama anaknya, Max (Joshua Kaynama) naik kereta api terakhir dari London. Max tidak sengaja menumpahkan kopi ke jaket seorang penumpang bernama Sarah Barwell (Kara Tointon) dan ayahnya meminta maaf. Pertemuan ini memunculkan rasa saling suka di antara keduanya. Beberapa saat kemudian, saat kereta sedang berhenti, Shaler menemukan seseorang yang mencurigakan sedang bermain-main dengan rem kereta. Setelah kereta kembali bergerak, Shaler melihat lagi ada pria yang merayap di rel. Kereta api seharusnya berhenti di stasiun tujuan Shaler, namun kali itu tidak berhenti. Shaler yang merasa cemas kemudian menelepon masinis melalui intercom, namun masinis justru menanyakan ada berapa orang yang tersisa di dalam kereta. Shaler juga mendapati kondektur telah hilang, dan belakangan mengetahui bahwa masinis berniat untuk membunuh dirinya sendiri dan semua penumpang yang tersisa.

6. Murder on The Orient Express (2001)

Murder on The Orient Express adalah film TV yang dibuat tahun 2001, berdasarkan novel karya Agatha Christie tahun 1934 dengan judul yang sama, menampilkan tokoh detektif Hercule Poirot. Film ini mengambil setting masa kini, mengisahkan tentang Hercule Poirot yang bepergian dengan Orient Express. Di perjalanan, Poirot bertemu dengan teman dekatnya, Bouc, yang bekerja untuk Compagnie Internationale des Wagons-Lits (operator Orient Express). Kereta ini berhenti ketika longsoran besar menghalangi rel pada malam kedua berangkat dari Istanbul, dan jutawan Amerika Samuel Edward Ratchett ditemukan mati ditikam keesokan harinya. Karena tidak ada jejak kaki yang terlihat di sekitar kereta api dan semua pintu kereta terkunci, tampaknya pembunuh masih berada di dalam kereta, di antara para penumpang. Poirot dan Bouc bekerja sama untuk memecahkan kasus ini. Mereka dibantu oleh Pierre Michel, kondektur asal Perancis.

5. Bokukyu A Ressha de Ikou (2012)

Film drama komedi ini adalah karya terakhir sutradara senior Yoshimitsu Morita yang meninggal dunia di usia 61 tahun. Judul film ini mengacu pada salah satu lagu Jazz terbaik yang pernah dibawakan oleh sang bangsawan piano Jazz Duke Ellington, The the “A” Train. Judul ini dipilih karena salah satu tokoh utamanya penggemar musik yang juga gemar naik kereta. Dua orang railfans, Komachi (Kenichi Matsuyama) dan Kodama (Eita) bertemu dalam kereta yang sama, dan dengan cepat menjadi akrab karena kesamaan hobi. Komachi adalah seorang karyawan perusahaan konstruksi Nozomi Estate yang hobi naik kereta sambil mendengarkan musik. Sedangkan Kodama lebih tertarik pada struktur kereta, penyebabnya karena Kodama bekerja di perusahaan keluarga milik ayahnya yang bergerak di bidang manufaktur spare-part kereta. Karir Komachi berubah ketika dirinya dipindahkan ke pulau Kyushu di ujung selatan Jepang. Ketika Kodama datang berkunjung, mereka berdua bertemu dengan railfans senior, Chikugo (Pierre Taki). Chikugo yang baru mereka kenal itu ternyata salah satu orang paling kaya di Kyushu dan kebetulan perusahaan konstruksi tempat Komachi bekerja sedang mengadakan pendekatan bisnis dengan Chikugo. Bagi railfans, tentunya ada hal lain dari film ini yang menarik perhatian. Hampir seluruh tokoh dan nama perusahaan dalam film ini mengacu pada nama kereta dan jalur kereta api di Jepang. Misalnya saja Kodama dan Nozomi adalah nama kereta Shinkansen penghubung Tokyo-Osaka-Hakata, Komachi adalah nama kereta Shinkansen antara Tokyo-Akita, Chikugo merupakan nama jalur kereta di daerah Saga, Fukuoka. Belum lagi nama tokoh lain seperti misalnya Midori, Azusa, Hayato, Ayame, Inaho, hingga Hakuto, semuanya merupakan nama kereta yang ada di Jepang. Disponsori oleh JR (Japan Railway), tentunya tidak mengherankan jika film ini sangat berbau kereta api.

4. TransSiberian (2008)

Transsiberian adalah film thriller Jerman-Inggris-Spanyol berlatarkan Trans-Siberian Railway, di mana perjalanan sebuah pasangan Amerika dari China ke Rusia menjadi mimpi buruk setelah mereka berteman dengan sepasang pelancong lain. Film ini disutradarai oleh Brad Anderson dan dibintangi Woody Harrelson, Emily Mortimer dan Ben Kingsley. Pembuatan film dimulai pada bulan Desember 2006 di Vilnius, Lithuania, dengan fotografi tambahan di Beijing dan Rusia. Film ini ditayangkan di Festival Film Sundance 2008 pada bulan Januari 2008, diikuti oleh serangkaian festival film internasional lainnya. Sepasang pelancong Amerika, Roy (Woody Harrelson) dan Jessie (Emily Mortimer), naik kereta api dari Beijing ke Moskow sebagai bagian dari petualangan mereka setelah menjalankan misi Kristen di Cina. Roy yang ramah berteman dengan pasangan sekabin mereka, seorang pria Spanyol, Carlos (Eduardo Noriega) yang bepergian dengan pacarnya seorang pemuda kelahiran Seattle, Abby (Kate Mara). Dalam perjalanan, Carlos menunjukkan Jessie koleksi langka souvenir boneka matryoshka yang dia bawa. Di Irkutsk, Roy yang juga penggemar kereta api asyik melihat-lihat lokomotif tua yang terparkir di emplasemen stasiun. Tidak menyadari kereta yang ditumpanginya berangkat, Roy pun tertinggal di Irkutsk. Jessie yang sudah berada di dalam kereta pun panik dan berusaha mencari suaminya itu. Jessie memutuskan untuk turun di stasiun Ilanskaya dan menunggu kabar dari Roy. Sementara itu Carlos dan Abby ikut menemaninya. Sewaktu Jessie dan Carlos berwisata ke sebuah gereja tua di Ilanskaya, Carlos hendak memerkosa Jessie sehingga Jessie terpaksa membunuhnya. Perasaan bersalah menyelimuti Jessie, bahkan sampai ia bertemu dengan Roy dan naik kereta selanjutnya untuk meneruskan perjalanan. Dalam perjalanan itu Roy berteman dengan penumpang sekabinnya, Ilya Grinko (Ben Kingsley), seorang pria yang mengaku sebagai polisi narkotika. Masalah pun muncul saat diketahui bahwa boneka matryoshka yang dibawa Carlos berisi narkoba, dan boneka-boneka itu sudah dimasukkan ke dalam tas milik Jessie.

3. Poppoya (1999)

Poppoya (nama lain: Tetsudoin, dalam bahasa Inggris: Railroad Man) adalah sebuah novel Jepang tahun 1995 yang ditulis oleh pengarang Jiro Asada. Novel ini adalah salah satu novel terpopuler sepanjang masa, dan adaptasi layar lebarnya dirilis pada tahun 1999. Film drama Poppoya disutradarai oleh Yasuo Furuhata dan dibintangi oleh Ken Takakura, Shinobu Otake, dan Ryoko Hirosue. Film ini terpilih sebagai Film Terbaik dalam upacara Japan Academy Prize, dan film dengan keuntungan terbesar ketiga di Jepang tahun 1999. Film ini menceritakan seorang petugas stasiun di Hokkaido yang dihantui oleh kenangan kematian istri dan putrinya. Ketika jalur kereta api yang menuju ke stasiunnya dijadwalkan akan ditutup, ia ditawari pekerjaan di hotel oleh teman baiknya, namun ia tidak mau berpisah dengan kereta api. Hidupnya berubah ketika ia bertemu seorang wanita muda yang menyukai kereta api, dan sangat mirip dengan putrinya. Sesuatu yang menarik bagi railfans, film ini menggambarkan kehidupan pegawai kereta api di Jepang khususnya Hokkaido, dari masa JNR hingga JR.

2. Railways (2010)

Railways (Reiruweizu: 49-Sai de Densha no Untenshi ni natta Otoko no Monogatari) adalah sebuah film drama Jepang dirilis pada tanggal 29 Mei 2010. Film ini diproduksi oleh Shuji Abe, disutradarai oleh Yoshinari Nishikori, dan dibintangi Kiichi Nakai dan Reiko Takashima. Film ini menceritakan tentang di seorang pekerja kantor berumur 49 tahun, Hajime Tsutsui (Kiichi Nakai) yang berhenti dari pekerjaannya di Tokyo karena harus menjaga ibunya yang sakit keras di kampung halaman. Berbekal kecintaannya terhadap kereta api, ia mendaftar sebagai masinis di Ichibata Electric Railway (Bataden), sebuah perusahaan kereta api pedesaan di prefektur Shimane, kampung halamannya. Meskipun sudah tua, Tsutsui dapat menyelesaikan serangkaian pelatihan dan lulus dalam tes menjadi masinis. Film yang mengharukan ini mendapat respon yang positif baik di Jepang maupun di luar negeri. 

1. Unstoppable (2010)

Unstoppable adalah sebuah film thriller Amerika tahun 2010 yang disutradarai oleh Tony Scott, ditulis oleh Mark Bomback, dan dibintangi Denzel Washington dan Chris Pine. Film ini didasarkan pada kejadian nyata CSX 8888 yang melaju sendiri tanpa masinis. Seperti dalam kisah aslinya, film ini menceritakan tentang kereta api barang dengan lokomotif AWVR 777 yang berjalan sendiri tanpa masinis, sementara dua orang kru kereta api (Washington dan Pine) mencoba untuk menghentikannya. Ini adalah film terakhir Scott sebelum kematiannya pada tahun 2012. Bagi railfans, film ini sangat menarik karena cara kerja masinis lokomotif digambarkan dengan jelas dan sesuai dengan kenyataan. Secara umum, Unstoppable juga mendapat penilaian positif dari penikmat film karena detail dan ketegangan yang dihadirkan.

RE Digest | Tubagus Gemilang Pratama

About Tubagus Gemilang Pratama

    Blogger Comment
    Facebook Comment

9 komentar:

  1. Yang Railways (2010) Ada link downloadnya tidak ? Soalnya saya sudah cari di google gk ketemu ^^ ありがとう

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf untuk link download tidak bisa kami lampirkan untuk melindungi hak cipta dari rumah produksi film tersebut ^_^'

      Delete
  2. Wew, unstoppable ternyata dari kisah nyata..

    ReplyDelete
  3. Anjir yang Railway cari yang ori/ bajakan sama sama susah -_-

    ReplyDelete
  4. Sebenarnya film The Taking of Pelham 123 yang pertama pernah diproduksi pada tahun 1974, alur ceritanya hampir sama antara produksi 1974 dengan 2009, Menceritakan tentang Subway MTA di New York.
    Namun rating IMDB memberikan rating lebih tinggi kepada film buatan 1974 dibanding 2009.

    ReplyDelete
  5. Film KA "Cassandra crossing"(1976) juga keren min.. dibintangi Sophia Loren, OJ Simpson n Martin sheen

    ReplyDelete
  6. ada yang tau film tentang kereta yang membawa BOM Nuklir... upa ceritanya, intinya BOM Nuklirnya ada 2, yang satu dibajak di kereta satunya dibawa pakai mobil ke rusia sepertinya, cuma ingat nama pembajaknya ROdenko.. filmnya udah lama diputar di tv sekitar tahun 2008an, ada yg tau nammanya apa??

    ReplyDelete