testimoni

testimoni

Bangunan "Jepang" Stasiun Parung Panjang Mulai Digunakan Hari Ini

KA Lokal Rangkasbitung dari Angke saat memasuki Stasiun Parung Panjang
[16/4/16]. Mulai hari ini (16/4/16) aktifitas masuk-keluar penumpang di Stasiun Parung Panjang dipindahkan ke bangunan utama baru. Pemindahan ini dilakukan sejak pukul 00.00 tadi malam. Penumpang yang tidak tahu akan pemindahan loket dan gate ini sempat kebingungan dan bertanya kepada petugas maupun penumpang lainnya.

Semua aktifitas keluar-masuk penumpang baik KRL ataupun kereta lokal dipindah ke gedung utama. Karena akses keluar-masuk penumpang dipindah ke gedung baru, maka loket lama yang berada di sebelah bangunan asli dikosongkan namun bangunan loket tetap dipertahankan.

Aktifitas keluar-masuk penumpang yang sudah dipindahkan ke bangunan baru
Meskipun sudah dipakai untuk aktifitas penumpang, namun pekerja bangunan masih bekerja menyelesaikan beberapa bagian seperti di kios yang nantinya akan diisi oleh franchise-franchise di Stasiun Parung Panjang.

Banyak railfans yang mengatakan bangunan baru ini terlihat seperti di Jepang. Bukan tanpa alasan mereka beranggapan seperti itu, arsitektur yang modern serta kondisi yang masih bersih dan rapi membuat mereka menjuluki bangunan baru ini seperti di Jepang.

Bangunan baru Stasiun Parung Panjang ini hanyalah satu dari 3 bangunan stasiun baru yang sedang dibangun di Lintas Kulon. 2 bangunan stasiun baru lainnya yang sedang dibangun yakni Stasiun Kebayoran dan Stasiun Maja. 

Pembangunan bangunan baru ini merupakan proyek Kementrian Perhubungan dan PT KAI selaku operator yang sudah dilakukan sejak 2014 lalu untuk menambah kapasitas angkut penumpang kereta api di Lintas Kulon. Ditargetkan bangunan kedua stasiun lainnya akan mulai beroperasi pertengahan tahun ini. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment