testimoni

testimoni

CC 200 (Bukanlah) Lokomotif Diesel Pertama di Indonesia

CC 200 yang sempat didaulat sebagai lokomotif tertua di Indonesia
Trainspo
[17/4/16]. CC 200, railfans mana yang tak kenal dengan Si Jengki ini? Loko ini begitu termahsyur di kalangan railfans di Indonesia sebagai lokomotif diesel tertua di Indonesia. Lokomotif dengan nomor model AICO-GE UM 106T ini pertama kali beroperasi pada tahun 1953 pada saat era modernisasi armada dari lokomotif uap ke lokomotif diesel yang dilakukan oleh DKA pada saat itu.

Pada dekade 90an lokomotif ini memasuki masa pensiun dan satu persatu mulai dirucat dan sebagian lainnya mangkrak. Pada tahun 2000, satu unit CC 200 15 dipreservasi oleh komunitas Sahabat CC 200 atau sekarang bernama IRPS bekerjasama PT Kereta Api. Saat ini lokomotif CC 200 15 tersimpan dengan baik di Dipo Lokomotif Ambarawa bersama DD 52 dari Jepang. 


Tapi status yang disandang CC 200 sebagai lok diesel pertama di Indonesia mulai terbantahkan setelah muncul fakta yang mengatakan ada lokomotif diesel yang lebih tua dari CC 200. Dialah Deutz "Ajax" yang berhasil membantahkan fakta bahwa CC 200 adalah lokomotif diesel tertua di Indonesia.

Deutz "Ajax" yang kini tersimpan di Pabrik Gula Gondang Winangoen
credit to: Yoga Cokro Prawiro
Seperti dikutip dari Jalanbaja, lokomotif dengan lebar spoor 700 mm ini dibuat tahun 1927 oleh Deutz A.G Colongne di Jerman dan mulai beroperasi di Hindia Belanda pada tahun 1929. Diperkirakan ada 5 unit yang didatangkan ke Hindia Belanda pada saat itu termasuk yang saat ini tersimpan di PG Gondang Winangoen. 

4 lokomotif ini didatangkan ke Hindia Belanda untuk aktifitas pertambangan minyak di Borneo atau Kalimantan dan 1 lagi dipesan khusus untuk PG Gondang Winangoen. Lokomotif ini bisa dibilang salah satu lokomotif termodern di jamannya. Lokomotif ini memiliki susunan roda B atau 0-4-0 yang ditenagai oleh mesin diesel 2 silinder in-line berkekuatan 50 tenaga kuda dengan pendingin udara dan air/radiator.

Transmisi yang digunakan oleh lokomotif ini sama seperti yang digunakan pada truk dan bus masa kini, yakni menggunakan gearbox atau persneling manual. Pengereman kereta ini sudah menggunakan sistem pengereman angin atau air brake. Jadi tidak heran kenapa lokomotif ini bisa dibilang sebagai lokomotif termodern pada masanya dimana kebanyakan masih menggunakan rem manual.

Mesin 50 tenaga kuda yang digunakan oleh lokomotif ini
credit to: Yoga Cokro Prawiro
Tidak diketahui keberadaan 4 unit lokomotif lainnya sampai saat ini. Diperkirakan, keempat lainnya sudah di rucat ketika Jepang mulai menginvasi Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, 1 lokomotif "yang sepertinya" terakhir ini tetap dioperasikan oleh Pabrik Gula Gondang Winangoen, Klaten, Jawa Tengah pada untuk angkutan tebu sebelum akhirnya pensiun pada dekade 1970an karena kesulitan suku cadang.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo | Ikko Haidar Farozy








About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Nih cc 200itu loko diesel elektrik pertama bukan loko diesel pertama di indonesia

    ReplyDelete