testimoni

testimoni

Rail Clinic akan Hadir di Stasiun Parungkuda



[12/4/16]. Sebagai bentuk sumbangsih perusahaan kepada masyarakat (corporate social responsibility-CSR), PT Kereta Api Indonesia akan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, bakti sosial, dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian di dua stasiun di Daop 1. Pelayanan kesehatan, bakti sosial, dan sosialisasi ini akan menggunakan rangkaian KRD Rail Clinic milik Dipo Lokomotif Yogyakarta.

Pengiriman Rail Clinic ini dilakukan langsung dari Yogyakarta menuju Tanah Abang pada Minggu (3/4/16). Rangkaiannya dikirim dari Tanah Abang ke Parungkuda pada hari Selasa (12/4/16). Pengiriman rangkaian Rail Clinic ke Parungkuda ini disambut oleh banyak railfan yang berdomisili di Lintas Selatan Jabodetabek.

Rail Clinic saat berhenti di Stasiun Bogor
Nantinya acara bakti sosial, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2016 mendatang di Stasiun Parungkuda, Sukabumi. Sebelumnya acar serupa sudah dilakukan di Stasiun Rangkasbitung pada 6 April 2016 lalu. 

Pelayanan kesehatan itu berupa pemeriksaan kesehatan dan gigi gratis menggunakan peralatan kesehatan yang ada di dalam kereta. Selain itu, ada juga sosialisasi keselamatan perkeretaapian. Terutama keselamatan di perlintasan kereta api yang masih menjadi masalah yang belum teratasi. Dengan hadirnya Rail Clinic ini diharapkan bisa mendekatkan PT Kereta Api dengan warga di sekitar jalur. Dan diharapkan juga hadirnya Rail Clinic ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Rail Clinic sendiri sebenarnya adalah KRD MCW 302 biasa buatan Nippon Sharyo tahun 1980. Sebelum mengalami modifikasi, tadinya KRD ini adalah bekas KRD Patas Bandung Raya yang salah satunya pernah beroperasi sebagai KRD Bumi Geulis. Pada November 2015, kedua KRD ini dimodifikasi menjadi rumah sakit berjalan oleh Balai Yasa Pengok dengan menambahkan sejumlah peralatan medis seperti tempat tidur dan kursi periksa gigi.

RE Digest | BTS | MPSCLFJRN








About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment