testimoni

testimoni

Serunya Peringatan 5 Tahun Nama Loko Bobo dan Boni

[26/4/16] Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menjadi lebih ramai dari biasanya, pada hari Minggu (24/4) kemarin. Ratusan pasang mata penggemar kereta api tertuju pada museum ini. Ada apakah gerangan? Oh, ternyata PT. Kereta Api Indonesia (KAI) bersama dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) mengadakan event peringatan 5 tahun pemberian nama lokomotif uap Bobo dan Boni kepada B25 02 dan B25 03, sang loko bergerigi yang merupakan spesies endemik Ambarawa. 

Berbagai kalangan diundang untuk meramaikan acara ini, mulai dari railfans, fotografer, wartawan, pedagang sekitar, hingga bupati Kabupaten Semarang. Sebelum pukul 7 pagi, para railfans dan fotografer yang mendaftar ke IRPS sudah sibuk melakukan registrasi. Mereka ini adalah peserta tracking dan lomba foto model. Memasuki area museum, tampak loko B25 03 sedang dihias dengan cantik. Meskipun demikian, ia tidak bertugas menarik kereta api pada hari itu. B25 02 lah yang akan bekerja menarik kereta kuno.

Lokomotif B2503 yang sedang dihias untuk merayakan hari ulang tahunnya
Pukul 7 pagi, peserta lomba foto model berangkat dengan kereta api yang ditarik lokomotif B25 02 menuju stasiun Tuntang, sedangkan peserta tracking diberangkatkan secara seremonial oleh Kepala Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT.KAI, Ella Ubaidi. Rombongan tracking berjalan menyusuri rel sejauh 6 kilometer hingga stasiun Tuntang, sementara kereta api uap melaju mendahului mereka untuk selanjutnya menjemput rombongan tracking kembali ke Ambarawa bersama rombongan peserta lomba foto model.
Pelepasan peserta tracking Ambarawa-Tuntang oleh Kepala Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT.KAI, Ella Ubaidi

Keindahan alam Rawa Pening dan gunung Merbabu menemani perjalanan peserta tracking. Udara alami pedesaan Jawa Tengah yang masih bersih dan segar pun menambah kenikmatan pagi itu. Meskipun lelah, namun wajah-wajah bahagia nampak terpancar dari para peserta tracking. Beberapa pegawai PT.KAI pun turut mengikuti tracking ini dengan bersemangat.
Para peserta tracking yang terlihat sangat antusias

Sayangnya, karena rangkaian kereta api kuno yang mengangkut rombongan peserta lomba foto model akan digunakan untuk perjalanan kereta api wisata reguler yang ditarik loko diesel, maka kereta api itu tidak bisa berlama-lama di stasiun Tuntang dan harus segera kembali ke Ambarawa. Padahal, sebagian besar peserta tracking belum sampai di stasiun Tuntang. Alhasil kereta api menjemput peserta tracking di tengah jalan. Meskipun demikian, hal itu tidak mengurangi antusiasme dan semangat para peserta tracking untuk menikmati perjalanan bersama kereta api uap. 
Rombongan tracking pertama yang tidak sempat sampai Tuntang diangkut kereta wisata di tengah jalan
Para fotografer yang berusaha mengabadikan model di dalam kereta api kuno
Berada di dalam kereta api kuno yang sempit, ternyata tidak menyurutkan semangat para fotografer yang mengikuti lomba foto model untuk mengabadikan keanggunan sang model. Sang model yang duduk di salah satu kursi kereta pun dikerumuni para fotografer yang siap membidik dirinya dari berbagai sudut. Tim REDaksi pun menyempatkan diri untuk jeprat-jepret model cantik ini. Dalam menyelenggarakan lomba foto ini, panitia telah menyiapkan 8 orang srikandi cantik sebagai model. Lomba fotonya sendiri dibagi menjadi beberapa sesi di tempat-tempat terpisah dalam lingkungan museum.
Salah satu foto model yang berhasil dijepret oleh tim REDaksi
Si Loko yang turut hadir dalam acara ini
Sekitar pukul 9.30, rombongan peserta tracking dan lomba foto model tiba kembali di stasiun Ambarawa. Serangkaian acara seremonial peringatan 5 tahun pemberian nama Bobo dan Boni pun dibuka. Kepala Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT.KAI Ella Ubaidi maju ke muka lokomotif B25 02 untuk mengenalkan kedua lokomotif itu. Ella menjelaskan kepada para wartawan, bahwa acara ini juga sekaligus memperingati ulang tahun lokomotif B25 02 dan B25 03 ke-112. Dahulu, lokomotif ini memang sudah bertempat di Ambarawa untuk melintasi jalur bergerigi di rute Ambarawa - Secang.

Di Museum Kereta Api Ambarawa ini, tamu undangan dan pengunjung juga dihibur oleh penampilan tari Prajuritan Minak Koncer Karya Budaya dari Pledokan Sumowono dan penampilan musik keroncong dari grup Gunungjati Music Stasiun Tawang. Selain itu, acara juga semakin ramai dan meriah dengan adanya pasar peron. Puluhan pedagang lokal dan beberapa perusahaan makanan menjajakan dagangannya di peron sisi utara museum. Kuliner yang dijajakan di antaranya bakso, lumpia, sop matahari, sop rambutan, burger, sosis bakar, pecel, dan jenang.

Hiburan berupa tari Prajuritan Minak Koncer
Pasar peron yang menghadirkan sejumlah kuliner khas yang lezat
Hiburan berupa musik keroncong yang turut meramaikan acara
Sembari menikmati alunan musik keroncong, peserta dan tamu undangan asyik berkeliling museum untuk melihat lokomotif-lokomotif tua yang menjadi saksi sejarah Republik Indonesia. Acara bebas ini berlangsung hingga pukul 15.00, kemudian dilanjutkan dengan sarasehan atau kumpul bareng para penggemar kereta api bersama pegawai PT.KAI. 

RE Digest | Tubagus Gemilang Pratama

About Tubagus Gemilang Pratama

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment