testimoni

testimoni

Dari Manakah Asalnya Listrik Aliran Atas Ketika Era Staatspoorwegen?

Koleksi HCO Zwolle (Jaap Tuik) dikirim oleh Gabriel Gege Nugroho via Kereta Api Indonesia dari Masa ke Masa
Di Jakarta modern seperti saat ini, KRL bukanlah hal yang asing untuk dilihat. Sangatlah lumrah anda melihat KRL wara-wiri di jalur kereta ibukota dan kota-kota penyangga di sekitarnya. Kebanyakan jalur KRL di Jabodetabek baru dielektrifikasi pasca Indonesia merdeka. 

Terkecuali untuk jalur Jakarta Kota-Bogor, Jakarta Kota-Jatinegara, Jakarta Kota-Tanjung Priok, dan Tanjung Priok-Jatinegara, semua jalur itu sudah dielektrifikasi sejak era kolonial Belanda. Mungkin sering terbesit di benak anda. Di era kolonial yang masih belum se-modern sekarang, darimana mereka bisa mendapatkan listrik untuk menjalankan KRL?

KRL di era kolonial dikelola oleh anak perusahaan Staatspoorwegen yang bernama Electrische Staatspoorwegen atau ESS. Selain sebagai operator, ESS juga bertanggungjawab atas sarana dan prasarana operasional KRL di Batavia dan sekitarnya termasuk untuk kelistrikan. Listrik untuk KRL ini didapatkan dari PLTA Kracak dan PLTA Ubruk yang berada di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.

PLTA Kracak yang menjadi sumber listrik bagi KRL di era kolonial Belanda
Kemendikbud
Dari PLTA Kracak dan PLTA Ubruk, listrik tak langsung dialirkan ke LAA karena tegangan yang masih terlalu tinggi serta masih dalam bentuk AC, melainkan dikirim ke gardu induk melalui sutet. Saat ini ada 3 gardu induk untuk LAA peninggalan ESS yang masih digunakan sampai saat ini, yakni Gardu Induk Kedung Badak, Depok, Jatinegara, dan Ancol.

Gardu induk ini akan menurunkan tegangan dari sutet serta mengkonversi tegangannya dari AC ke DC agar bisa langsung diaplikasikan ke LAA maupun mengirimkannya ke gardu kecil.

Gardu Induk Depok yang masih digunakan sampai saat ini
Listrik yang sudah dikonversi ke DC di gardu induk disalurkan melalui kabel penyalur listrik ke gardu kecil. Kalau penasaran yang mana kabel penyalur, perhatikan saja kabel yang menggantung di samping LAA.

Gardu kecil ini akan memperkecil tegangan yang disalurkan oleh gardu induk dan menyalurkannya ke kabel LAA. Selain itu, gardu kecil ini juga bisa memutus aliran LAA apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semisal kebakaran. Saat ini bangunan gardu kecil ini bisa anda temui di Stasiun Manggarai, Jatinegara, Duren Kalibata, Pasar Minggu, Lenteng Agung, Pondok Cina, Citayam, dan Bogor (samping Taman Topi Square).


Bangunan gardu kecil yang berada di Stasiun Citayam
Gardu kecil ini kebanyakan sudah tidak digunakan lagi karena adanya modernisasi pada kelistrikan KRL. Sayangnya banyak bangunan gardu kecil ini yang tidak terawat bahkan terbengkalai. Semisal yang ada di Citayam dan Lenteng Agung, saat ini bangunannya menjadi satu dengan rumah penduduk. Atau yang ada di Manggarai yang saat ini menjadi tempat pembuangan sampah. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment