testimoni

testimoni

Inilah Pemenang Blue Ribbon dan Laurel Prize 2016



[24/5/16]. Blue Ribbon dan Laurel Prize. Keduanya merupakan penghargaan yang diberikan oleh komunitas Japan Railfan Club di Jepang kepada armada KRL terbaik di Jepang. Blue Ribbon dan Laurel Prize merupakan dua penghargaan yang berbeda. 

Blue Ribbon merupakan penghargaan yang diberikan oleh railfans Jepang atas keindahan dan desain KRL yang inovatif dan diberikan hanya kepada 1 seri saja. Sedangkan Laurel Prize merupakan penghargaan yang diberikan pada KRL yang memiliki performa dan fitur yang diberikan oleh kereta dan penghargaan ini biasanya diberikan pada 2 seri kereta. Kedua penghargaan ini diberikan pada KRL yang setidaknya telah beroperasi selama setahun belakangan.

Nah tahun 2016 ini, penghargaan Laurel Prize dan Blue Ribbon kembali diberikan kepada KRL-KRL terbaik yang mulai beroperasi antara 2015-2016 ini. Dan pastinya KRL-KRL ini diseleksi dengan sangat ketat sehingga didapatkan KRL terbaik di Jepang. Melalu laman resmi Japan Railfan Club, telah diumumkan KRL mana saja yang berhak mendapatkan Laurel Prize dan Blue Ribbon tahun ini.

Inilah pemenang Blue Ribbon dan Laurel Prize tahun 2016.

1. Blue Ribbon

Dengan desain yang inovatif serta futuristik. Blue Ribbon tahun ini jatuh kepada Hanshin Electric Railway 5700.

Hanshin Electric Railway 5700 yang menjadi pemenang Blue Ribbon tahun ini
KRL yang pertama kali beroperasi pada Agustus 2015 ini memenangkan Blue Ribbon tahun ini karena desain keretanya yang elegan, inovatif, futuristik, serta memberikan kesan mewah. Selain itu, kombinasi warna hitam pada wajah, dan livery biru pada alloy yang berwarna silver merupakan kombinasi yang tepat untuk kereta ini.

2. Laurel Prize

Tahun ini ada 2 pemenang untuk Laurel Prize. Dan keduanya berasal dari operator kereta api yang berbeda. Yang satu berasal dari JR East, dan satunya lagi dari Yokkaichi Asunaro Railway. Pemenang pertama Laurel Prize adalah HB-E210 series milik JR East.


HB-E210 yang memenangkan Laurel Prize 2016
Wikipedia
Kereta yang mulai beroperasi sejak 30 Mei 2015 ini menggunakan teknologi hybrid untuk menggerakannya. Kereta ini menggunakan dinamo listrik sebagai penggerak utamanya, namun untuk sumber listrik dia menggunakan mesin diesel dan baterail litium sebagai sumber utamanya. Bentuk kereta ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Kiha E200 yang beroperasi di Koumi Line.

Kereta ini terpilih sebagai pemenang Laurel Prize karena kereta ini memiliki performa yang sangat bagus, kapasitas angkut yang mumpuni, namun memiliki pengeluaran emisi gas buang yang sangat sedikit sehingga bisa dibilang ramah lingkungan, dan memiliki biaya perawatan yang jauh lebih murah ketimbang sebuah Kiha.

Selanjutnya kita masuk ke pemenang Laurel Prize kedua yakni Yokkaichi Asunaro Railway 260 series.

Yokkaichi Asunaro Railway 260 series
sumber
Tampilan KRL yang satu ini memang tidak se-keren dan se-futuristik pemenang-pemenang sebelumnya. Selain itu KRL ini pun juga terlihat sangat sempit. Maklum KRL ini beroperasi pada lebar sepur sempit yakni 762 mm. Namun ternyata KRL ini memiliki keunggulannya tersendiri dibandingkan KRL lainnya.

KRL yang pertama kali beroperasi pada 27 September 2015 ini sudah menggunakan teknologi VVVF-IGBT yang sangat canggih untuk ukuran KRL sepur sempit seperti dia. Selain itu, meskipun bagian dalam KRL ini sangat sempit namun ternyata KRL ini bisa dibilang difable friendly.

Bangku kereta dibuat berhadap-hadapan dengan formasi 1-1 yang membuatnya muat untuk dimasuki kursi roda. Selain itu, di tepian bangkunya dipasang pegangan yang bisa dipakai para manula ataupun difable untuk berpegangan maupun menuntunnya untuk berjalan.

Dalam KRL ini juga tersedia ruang khusus kursi roda yang membuatnya lebih bersahabat dengan para difable terutama para pengguna kursi roda. Dan juga KRL ini dilengkapi dengan display informasi penumpang yang terdapat di pemisah antara kabin masinis dan ruang penumpang. KRL ini juga dilengkapi dengan tombol peringatan dan interkom yang ada di tiap kereta.

Keunggulannya di sepur sempit seperti diatas menjadikannya peraih Laurel Prize pada tahun 2016 ini.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo




About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. I'm interested in your article
    I also have the same article that you can read in http://ps-tsi.gunadarma.ac.id
    thank you

    ReplyDelete