testimoni

testimoni

Jepang dan Eropa Berminat dengan Proyek MRT Timur-Barat

National Geographic Indonesia

[27/6/16]. Proyek MRT rute Timur-Barat rencananya akan mulai digarap pada 2020 mendatang. PT MRT Jakarta selaku operator dari MRT Jakarta membuka kesempatan kepada pengembang dan investor swasta untuk menggarap megaproyek ini.

Seperti dilansir dari laman Katadata, Dirut MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan bahwa pihaknya telah dihubungi oleh investor swasta dari luar negeri yang berminat dengan penggarapan proyek MRT Timur-Barat. Dia mengatakan investor swasta itu pastinya datang dari Jepang dan ada pula yang datang dari Eropa.


Namun keputusan siapa yang akan menggarap proyek ini akan diserahkan kepada pemegang saham mayoritas dari MRT Jakarta, yakni Pemprov DKI Jakarta. MRT Jakarta masih tetap memiliki kemampuan pendanaan untuk pembangunan MRT rute Timur-Barat.

Jalur MRT Timur-Barat rencananya akan dibangun dari Stasiun Kembangan 2 di Jakarta Barat, hingga Stasiun Ujung Menteng di Jakarta Timur. Jalur ini membentang sejauh 29,8 kilometer dari ujung timur ke ujung barat Jakarta. 

Nantinya akan ada 22 perhentian termasuk 1 stasiun transit yakni Sarinah, 7 stasiun terintegrasi Transjakarta seperti Grogol, Sarinah, Pasar Senen, Galur, Cempaka Putih, Pulo Gadung, dan Pulo Gebang, serta 1 stasiun terintegrasi KRL Commuter Line yakni Pasar Senen. Rencananya, proyek ini akan mulai dikerjakan pada 2020 dan diperkirakan selesai pada tahun 2027 mendatang.

 
RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment