testimoni

testimoni

Lintas Pantura Direvitalisasi oleh Jepang, Taspat Ditambah

Argo Bromo Anggrek, si Raja Pantura
[10/5/16]. Saat ini beberapa rencana proyek pembangunan infrastruktur sedang dikerjakan atau sedang direncanakan. Salah satunya adalah rencana revitalisasi jalur kereta api Lintas Pantai Utara (Pantura) Jawa untuk meningkatkan kecepatan serta mempersingkat waktu tempuh antara Jakarta dan Surabaya serta kota-kota besar lain di utara Jawa seperti Cirebon, Semarang, dan kota-kota lainnya.

Untuk itu, Kementrian Perhubungan lewat Direktorat Jenderal Perkeretaapian menawarkan proyek revitalisasi Lintas Pantura kepada Pemerintah Jepang. Dilansir dari laman Detik Finance, dalam proposal yang diajukan oleh Kemenhub akan ada penambahan batas kecepatan dari 100 ke 150 km/jam namun masih menggunakan gauge 1067 mm.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko mengatakan bahwa revitalisasi ini dapat meningkatkan kecepatan sampai 150 km/jam. Selain itu, Dwiatmoko juga mengatakan bahwa akan dilakukan peningkatan kecepatan terlebih dahulu diantara Jakarta-Surabaya. Setelah ditingkatkan, barulah Jepang melakukan studi kelayakan kondisi lahan dan dilakukan pembebasan lahan untuk meluruskan jalur.

Namun Hermanto belum bisa bicara lebih jauh soal rencana ini termasuk perkiraan biaya karena belum ada kesepakatan di antara kedua belah pihak. Peningkatan kecepatan ini dapat meningkatkan waktu tempuh antara Jakarta-Surabaya jadi 5 jam. Sedangkan saat ini, Argo Bromo Anggrek sendiri yang merupakan kereta tercepat di Pantura membutuhkan waktu 9 jam untuk menempuh jarak Jakarta-Surabaya (itupun kalo gak telat).


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo 



About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. terlalu banyak dibicarakan, tp ga segera direalisasikan.

    ReplyDelete