testimoni

testimoni

[RED Citizen Journalism] Yuk Berlibur ke Wonogiri dengan Batara Kresna!

Apa kabar Railfans? Sudah tau agenda berlibur selanjutnya kemana? Jika belum tau, yukk simak ulasan Trip Report berikut ini agar bisa menjadi referensi berlibur selanjutnya.
KA Batara Kresna menunggu pemberangkatan di Stasiun Purwosari
Ceritanya belum lama ini saya melakukan perjalanan menuju Wonogiri dari Yogyakarta. Berhubung KA Batara Kresna hanya di layani dari Stasiun Purwosari. Maka saya bergegas menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Awalnya, saya berniat naik Prameks pukul 07.35 agar bisa langsung turun di Purwosari. Tapi ternyata tiketnya sudah penuh alias sold out. Akhirnya saya memesan tiket KA Malioboro Express pemberangkatan pukul 07:30 demi mengejar KA Batara Kresna. Tiba di Solobalapan tepat pukul 08:28, saya bergegas menuju Halte Batik SOlo Trans (BST) di seberang Stasiun. Jika anda dari Solobalapan dan akan menuju Purwosari, tersedia BST Koridor 2 yang langsung mengantarkan anda persis di depan Stasiun Purwosari. Saya lalu memesan tiket Batara Kresna untuk 2 Orang, karena kali ini saya menuju Wonogiri bersama teman saya. Harga tiket KA ini sangat murah, hanya 4000 rupiah satu kali jalan. Pukul 09:45, KA Railbus Batara Kresna tiba di Purwosari. Masih ada waktu 15 menit sebelum waktu pemberangkatan. Untuk jadwal dari Purwosari, KA Batara Kresna tersedia pukul 06:00 WIB dan pukul 10:00.
Melintasi Jalan Raya Slamet Riyadi, jantung Kota Solo
KA Perintis Batara Kresna diberangkatkan tepat pukul 10:00 menuju Wonogiri dengan taspat (batas kecepatan) terbatas, hanya 20 km/jam. :oh kok hanya 20 km/jam? Dikarenakan jalur yang dilalui KA ini melewati Jalan Taya Slamet Riyadi dan menjadikan salah satu jalur KA yang berdampingan dengan jalan protokol ditengah kota, jadi KA Batara Kresna juga harus patuh terhadap rambu lalu lintas yang berlaku di jalanan, dan juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya kecelakaan antara roda karet lawan kereta api. Perjalanan melewati Jalan Raya Slamet Riyadi memakan waktu selama 20 menit menuju Stasiun Solokota.
Stasiun Solo Kota. Sepi ya?
Pukul 10:23, KA Batara Kresna tiba di Stasiun Solokota untuk keperluan naik turun penumpang. KA ini berhenti sekitar 2 menit. Penumpang yang naik dari sini terlihat cukup banyak, rata rata mereka adalah penglaju KA ini ataupun mereka yang hanya sekedar berlibur, seperti saya. KA ini berangkat kembali tepat Pukul 10:25.

Sepanjang perjalanan dari Stasiun Solokota menuju Stasiun Sukoharjo kita akan disuguhkan dengan pemandangan pedesaan yang masih asri dan bening ditambah hamparan sawah yang sangat memanjakan mata. Namun yang sangat disayangkan, taspat yang diizinkan hanya 30 km/jam. sangat pelan untuk ukuran jalur yang lurus. Tetapi itu tidak masalah karena perjalanan akan menarik ketika melihat pemandangan yang dilalui KA ini.
Hamparan sawah yang asri dan bening
Pukul 10:55 KA ini merapat di Sukoharjo. Kedatangannya awal 2 menit dari jadwal semula yaitu 10.57. Dengan taspat 30 km/jam saja bisa kecepetan keretanya tiba. Aktivitas turun naik penumpang juga cukup ramai di Stasiun ini. Di Stasiun Sukoharjo KA ini berhenti cukup lama sekitar 4 menit. Itu menjadi kesempatan saya untuk mengabadikan suasana Stasiun dan sekaligus menginjakan kaki di Stasiun ini. Suatu kebanggan untuk saya bisa menyambangi stasiun ini. Tepat pukul 10:59 KA Batara Kresna mendapat semboyan “pengusir” 40 dan 41 lalu dibalas dengan Semboyan 35 oleh sang masinis.
Berhenti normal di Stasiun Sukoharjo
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Stasiun Pasarnguter terlebih dahulu. Tidak ada yang berbeda dengan pemandangan sebelumnya. Masih banyak terdapat hamparan sawah yang menguning, pedesaan yang masih asri dan sesekali melewati keramaian kota kecil. Taspat yang berlaku masih menunjukan Angka 30 km/jam. Suasana didalam Railbus sendiri terlihat cukup ramai. Mungkin karena hari ini adalah hari sabtu. Maka banyak wisatawan yang berlibur atau hanya sekedar menikmati Kereta Ini. Sempat pula saya berbincang dengan salah satu penumpang, menurut penuturunnya, keberadaan KA ini sangat membantu mobilitas warga di sepanjang Wonogiri, Pasarnguter, Sukoharjo hingga solo. Namun yang masih disayangkan adalah jadwal KAnya yang terbilang masih sedikit. Ia berharap agar ditambah satu jadwal lagi pada sore hari agar mereka yang beraktivitas di solo dari pagi hingga sore masih bisa menggunakan KA ini saat pulang menuju Wonogiri dan sekitarnya.

Pukul 11:19 KA ini tiba di Stasiun Pasarnguter. Stasiun kecil nan indah di jalur Purwosari-Wonogiri. Entah apa yang terlintas dibenak saya, tetapi menurut saya Stasiun ini cukup indah dari segi pemandangan dan wilayah sekitar. Cukup banyak penumpang yang mengakhiri perjalanan di stasiun ini. KA ini berhenti sekitar 2 menit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Wonogiri. Tepat pada pukul 11.21 KA ini diberangkatkan kembali.
Stasiun Pasarnguter yang juga sepi
Selanjutnya, KA ini bergerak menuju Stasiun Wonogiri yang stasiun terminus bagi KA ini. Perjalanan dari Pasarnguter menuju Wonogiri juga dilengkapi dengan pemandangan yang cukup menarik. KA akan melewati hutan yang masih asri dan pedesaan yang masih asri pula. Taspat yang digunakan pula masih sekitar 30 km/jam. Jalur KA ini juga cukup berkelak-kelok meskipun tidak terlalu tajam dan banyak seperti di lintas pegunungan.

Akhirnya, Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh. KA ini tiba di Stasiun Wonogiri tepat pada pukul 11:45. Perjalanan kali ini ditempuh selama 1 jam 45 menit. Singkat cerita tentang Stasiun Wonogiri, dulu, Jalur KA ini masih berlanjut hingga Baturetno. Sayangnya jalur tersebut terputus Karena pembangunan Waduk di Kabupaten Wonogiri. Praktis ini menjadikan Stasiun Wonogiri menjadi Stasiun terminus di Jalur Purwosari-Wonogiri. Setelah tiba, saya lalu bergegas menuju loket bersama teman saya untuk membeli tiket pulang menuju Purwosari. Setelah itu, saya menyempatkan diri untuk makan di warung depan Stasiun dengan harga yang sangat terjangkau. Warung tersebut menyediakan soto ayam dengan harga Rp 5000,- saja dengan rasa yang enak. Cocok untuk anda yang suka wisata kuliner. Bagi anda yang ingin berwisata ke Waduk Gajah Mungkur. Mungkin anda bisa naik ojek dengan membayar sekitar 10-15 ribu rupiah atau naik angkutan kota disana. Namun jika ingin mengunjungi waduk Gajah Mungkur, disarankan agar naik KA Batara Kresna pemberangkatan pukul 06:00 WIB dari Purwosari, agar mempunyai banyak waktu untuk mengunjungi Waduk Gajah Mungkur tersebut.
Tiba di stasiun akhir, Stasiun Wonogiri
Saya kembali menuju Purwosari tepat pukul 12:45 menggunakan KA ini kembali. Perjalanan mungkin akan terasa sama saja pada saat berangkat. KA ini akan dijadwalkan tiba di Stasiun Purwosari tepat pukul 14:00.

Mungkin ini sedikit referensi liburan dari saya pembaca bingung ingin berpergian kemana saat libur nanti. Semoga Trip Report saya kali ini dapat membantu anda untuk mengunjungi Kabupaten Sentra Bakso ini. Pastikan agar datang lebih awal sebelum waktu pemberangkatan. Dikarenakan KA ini hanya menjual 100 tiket pada setiap perjalanannya dann mungkin saja tiket tersebut sold out. Jangan lupa siapkan pula kamera anda, karena anda akan melewati jalur KA yang cukup indah untuk diabadikan. Selamat mencoba!

**Mau berbagi informasi seputar perkeretaapian, bis, maupun travel bersama RED Citizen Journalist? Caranya bisa dilihat di sini

RED Citizen | Akhdan Naufal Elnadi (@elnadirailgraph_)

About Gerakan Muda Penggemar Kereta Api

Selamat datang di official Google+ dari komunitas Gerakan Muda Penggemar Kereta Api. Mari bersama kita bangun kereta api Indonesia yang lebih baik!
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment