testimoni

testimoni

Tokyu 8618F, KRL Biru-Kuning Terakhir di Jabodetabek

Tokyu 8618F melintasi wilayah Kelapa Dua, Depok
Seiring dengan kebijakan penggunaan pola pewarnaan (livery) merah-kuning seperti pada KRL-KRL yang dibeli pada zaman Divisi Jabodetabek, satu persatu KRL yang tadinya menggunakan livery biru-kuning pun harus menanggalkan livery tersebut dan lalu menggunakan livery merah-kuning yang notabene merupakan livery korporat dari PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ). Dan sampai hari ini, sudah hampir semua rangkaian yang tadinya berwarna biru-kuning berubah menjadi merah kuning. Namun, ada satu rangkaian yang masih betah memakai seragam biru-kuning sampai saat ini. Siapakah dia?
Tokyu 8618F semasa masih di Jepang dengan cowcatcher asli (sumber)
Ya! Dialah rangkaian eks Tokyu seri 8500 yang dulu beroperasi di jalur Den'en'toshi dengan nomor rangkaian 8618F, yang hingga tulisan ini diketik masih menggunakan livery biru-kuning. 8618F sendiri didatangkan ke Indonesia pada tahun 2008 silam, dan mulai berdinas pada tanggal 16 Oktober 2008. Di Jepang sendiri, rangkaian ini mulai berdinas sejak 1976. Di tahun-tahun awal 8618F beroperasi, rangkaian ini berjalan dengan formasi 6 kereta yang cukup ajaib: unit kereta yang benar-benar baru hanyalah 8618, 8724, dan 8518, sementara unit lainnya adalah percampuran dengan Tokyu seri 8000 dengan nomor rangkaian 8033F, sampai-sampai ada kereta pengikut (trailer) dengan kabin masinis nomor 8034 di tengah rangkaian!
Formasi rangkaian 8618F dari 1976-1979
Pada tahun 1979, kereta 8034 akhirnya digantikan oleh kereta pengikut tanpa kabin nomor 8935, sehingga hilanglah keajaiban dari formasi tersebut.
Formasi rangkaian 8618F dari 1979-1982
Pada tahun 1982, rangkaian ini diperpanjang menjadi 8 kereta, dengan memasukkan kereta motor 8846 dan trailer 8954. Pada tahun yang sama, rangkaian ini diperpanjang kembali menjadi 10 kereta dengan memasukkan kereta motor 8855 dan 8753.
Formasi rangkaian 8618F tahun 1982 dengan formasi 8 kereta
Formasi rangkaian 8618F tahun 1982 dengan formasi 10 kereta
Pada tahun 1985, kereta motor 8134 dilepas dan ditukar dengan kereta motor 8780, sedangkan kereta 8134 sendiri dialihkan ke rangkaian 8013F. Dan akhirnya pada tahun 1989, kereta motor 8217 dilepas dan ditukar dengan kereta motor 0811, sedangkan kereta 8217 dialihkan ke rangkaian 8035F. Formasi tahun 1989 inilah yang akhirnya menjadi formasi baku rangkaian ini selama beroperasi di jalur Den'en'toshi sampai tahun 2008.
Formasi rangkaian 8618F tahun 1985
Formasi rangkaian 8618F tahun 1989
Pada tahun 1994, seperti halnya dengan sebagian besar rangkaian KRL Tokyu 8500 lain, rangkaian ini juga tersentuh dengan modernisasi penampil tujuan, sehingga tipe penampil tujuannya diganti dari tipe rol menjadi LED triwarna.
Rangkaian KRL Tokyu 8618F dengan penampil tujuan asli tipe gulungan rol pada tahun 1981 (Sumber)
Ketika akan didatangkan ke Indonesia pada tahun 2008, rangkaian ini diperpendek kembali menjadi 8 kereta dengan melepas kereta motor 8846 dan 8780, dikarenakan pada saat itu situasi prasarana di Jabodetabek belum mampu menampung rangkaian dengan formasi yang lebih panjang dari 8 kereta, sehingga hanya 8 kereta saja dari formasi 1989 tersebut yang dibawa ke Indonesia. Selain itu, cowcatcher asli dari rangkaian ini yang telah dipasang juga dilepas di Jepang dengan suatu alasan tertentu.
Rangkaian 8618F ketika akan dikirim ke Indonesia (sumber)
Setelah tiba di Indonesia bersama dengan 8612F, rangkaian ini langsung disesuaikan dengan keadaan yang ada di Jabodetabek, dan diberikan livery kuning-hijau yang merupakan kebalikan dari 8612F. Kalau 8612F memiliki lengkungan di bagian bawah belt, maka 8618F memiliki lengkungan di bagian atas belt. Awal-awal berdinas di Indonesia, rangkaian ini lebih sering berdinas di jalur Bekasi, baik sebagai KRL AC Ekonomi ataupun KRL Ekspres AC, dan hanya sesekali di lintas Bogor.

Dan tentu saja, penunjuk rute tipe LED tidak lagi difungsikan ketika rangkaian ini beroperasi di Indonesia.
Rangkaian 8618F di wilayah Kemayoran dengan livery pertamanya di Indonesia (Sumber)
Rangkaian 8612F sebagai perbandingan (Sumber)
Formasi rangkaian 8618F di Indonesia, dengan penomoran Kemenhub
Rangkaian ini kemudian menjalani perawaan akhir lengkap pertamanya pada tahun 2011, di mana warnanya berubah menjadi biru-kuning seperti pada rangkaian yang lainnya. Kemudian pada perawatan akhir berikutnya, rangkaian ini diberi penomoran Kemenhub dengan urutan K1 1 08 25 sampai K1 1 08 32, dengan porsi warna biru yang makin memanjang dan penomoran muka diberikan dengan font lokal, serta penampil rute ditutupi logo PT KAI.
Livery kedua rangkaian 8618F pada tahun 2011 (Sumber)
Livery ketiga rangkaian 8618F pada tahun 2014
Pada tahun 2014, karena sebuah alasan tertentu, kereta SaHa 8935 ditukar dengan SaHa 8911 dari 8611F. Dan pada pertengahan tahun 2015, rangkaian 8618F menjalani perawatan akhirnya yang terakhir, di mana font penomoran diubah lagi menjadi seperti pada rangkaian 8608F, serta porsi warna biru pada muka rangkaian menjadi penuh seperti pada rangkaian 8612F dan 8608F.
Formasi rangkaian 8618F di Indonesia setelah pertukaran unit kereta pengikut
Rangkaian 8608F dengan 8618F di Stasiun Duri dengan livery terakhir mereka pada tahun 2015. Perhatikan kesamaan font penomoran muka. Saat ini rangkaian 8608F sudah menjadi merah-kuning seperti KRL seri 8500 lainnya.
Kini di saat rangkaian-rangkaian lainnya satu-persatu diwarnai merah-kuning, 8618F masih betah menggunakan seragam lamanya. Namun sudah pasti sebentar lagi rangkaian ini juga akan ikut dimerahkan seperti rangkaian lainnya. Jangan lupa untuk mengabadikan 8618F semasa ia masih biru, karena siapa tahu dia bisa jadi cerita yang indah untuk keturunanmu, sebagai rangkaian berwarna biru-kuning terakhir di Jabodetabek!

Pembaharuan: Sejak 14 Juni 2016, rangkaian Tokyu 8618F telah menjadi warna merah-kuning, sehingga berakhirlah julukan "KRL biru-kuning terakhir"

Selengkapnya bisa dilihat di sini

Disarikan dari sini
Photos taken in Japan or captioned with "source" are credited to its owner respectfully.
Photos without credit were created by either MPSCLFJRN or ARGO SAKURAI. We, the copyright holder of those work, hereby publish it under the Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License.
RE Digest | MPSCLFJRN dan IKKO HAIDAR FAROZY/ARGO SAKURAI

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

8 komentar:

  1. Berarti yg TM 5817 udah merah dong? Kan katanya Tokyu 8618F itu KRL biru-kuning terakhir di Jabodetabek

    ReplyDelete
  2. Berarti semua KRL yang menggunakan livery biru-kuning dan stiker KKW yang berwarna ungu akan menghilang dari lintas Jabodetabek

    ReplyDelete
  3. Update: Sekarang, 8618F sudah memakai livery KCJ.

    ReplyDelete
  4. Update: Sekarang, 8618F sudah memakai livery KCJ.

    ReplyDelete
  5. Sudah dirilis artikelnya. Terima kasih banyak atas informasinya

    ReplyDelete
  6. Selamat tinggal livery Biru Kuning ~

    ReplyDelete