testimoni

testimoni

Untuk Apa Sinyal Pengulang yang Ada di Peron Stasiun Jakarta Kota?

Sinyal pengulang yang ada di dalam peron Stasiun Jakarta Kota
Penumpang KRL Bogor dan Bekasi maupun KA Lokal Purwakarta pastinya sudah sering turun di Stasiun Jakarta Kota. Biasanya penumpang KRL Bekasi dan Bogor naik dari jalur 9 sampai 12. Sedangkan penumpang KA Lokal biasanya naik dari jalur 6. Sebagian dari anda, baik sengaja maupun tidak sengaja, pasti melihat ada sinyal pengulang di dalam peron.

Untuk apa ada sinyal pengulang di dalam peron?

Sinyal pengulang atau repeater sendiri berfungsi untuk memberitahukan masinis bagaimana aspek sinyal utamanya. Apakah aman atau tidak. Sinyal pengulang memperlihatkan aspek sinyal utamanya dengan bentuk kode berupa garis lurus.

Apabila garis tersebut vertikal, maka itu artinya aspek sinyal di depan hijau atau aman. Apabila garis tersebut miring, artinya aspek sinyal di depan kuning atau berjalan perlahan. Apabila garis mendatar atau horizontal, itu artinya aspek sinyal di depan merah atau berhenti.

Arti garis pada sinyal pengulang atau repeater
Wikipedia
Sinyal pengulang biasanya ditempatkan sebelum sinyal blok, masuk, maupun keluar yang berada di tikungan atau posisi yang menjadi titik buta masinis. Hal ini dilakukan agar masinis bisa mengetahui bagaimana aspek sinyal utama di ujung sehingga masinis bisa mendapatkan bayangan tentang aspek sinyal di depan.

Sinyal keluar Stasiun Jakarta Kota berada jauh di ujung peron dan di jalur 7 sampai 12 itu membentuk tikungan, sehingga memungkinkan masinis tidak bisa melihat aspek sinyal keluar di depan.

Saat ini kebanyakan KRL memiliki panjang kereta yang sangat panjang berjumlah 8, 10, hingga 12 kereta, sehingga posisi kabin masinis tepat berada di ujung peron dan muka sinyal keluar dan masinis bisa melihat sinyal keluar. Jadi sinyal pengulang di peron ini tidak begitu diperlukan. 

Namun lain halnya apabila masinis berdinas KRL dengan stamformasi 4 atau 6 kereta seperti feeder Kampung Bandan dan Commuter Line Tanjung Priok (KFW 1 set) maupun KRL Ekonomi (1 set) dan Express (Toei 6000 SF 6) di era Divisi Jabotabek. Akan sangat menyulitkan apabila harus melihat sinyal keluar di ujung peron karena tidak kelihatan.

Karena itu, sinyal pengulang atau repeater ditempatkan di peron Stasiun Jakarta Kota supaya masinis yang berdinas KRL dengan stamformasi 4 atau 6 kereta bisa mengetahui bagaimana aspek sinyal keluar yang ada di depan. 

Tak hanya Jakarta Kota yang menempatkan sinyal pengulang atau repeater sebelum sinyal keluar. Beberapa stasiun yang sinyal keluarnya berada di tikungan seperti Palmerah juga menempatkan repeater sebelum sinyal keluar agar masinis bisa tahu aspek sinyal keluar yang ada di depan.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment