testimoni

testimoni

Beginilah Suasana Stasiun Ancol di Hari Pertamanya Beroperasi


[29/6/16]. Setelah hampir 6 tahun menjadi stasiun mati. Kini akhirnya stasiun Ancol aktif kembali melayani naik-turun penumpang. Stasiun ini kembali melayani naik turun penumpang pada hari Sabtu (25/6) kemarin. Meskipun aktifnya kembali stasiun ini sangat ditunggu-tunggu, namun sayang beroperasinya kembali stasiun ini jauh dari kata ramai dan meriah.


Jauh berbeda dibandingkan ketika hari pertama beroperasinya Pink Line pada Desember 2015 lalu, suasanya hari pertama beroperasinya Stasiun Ancol ini sangatlah sepi. Sepemantauan tim REDaksi di Stasiun Ancol, penumpang yang naik dan turun di stasiun ini bisa dihitung dengan jari. Bahkan salah seorang anggota tim REDaksi merupakan orang keenam yang mengisi ulang KMT di Stasiun Ancol.

Padahal dia mengisi KMT itu sekitar pukul setengah 5 sore yang itu artinya hampir menjelang keberangkatan KRL Tanjung Priok-Jakarta Kota terakhir. Walaupun lokasi stasiun ini sangat dekat dengan Taman Impian Jaya Ancol, entah mungkin karena Bulan Ramadan atau kurangnya sosialisasi membuat hari pertama beroperasinya Stasiun Ancol sangat sepi dari penumpang atau bahkan railfans.

Namun kondisi peron Stasiun Ancol bisa dibilang sangat bersih dan rapi walaupun sudah bertahun-tahun tak beroperasi setelah dimatikannya KRL Express Wisata Ancol. Meskipun sudah aktif, kita masih bisa melihat warga setempat berlalu-lalang di peron atau di jalur kereta. Jadi bisa dibilang, meskipun stasiun ini sudah aktif, namun stasiun ini belum sepenuhnya steril dari warga sekitar.

Suasana peron yang terlihat sangat sepi
Kita beralih ke loket. Stasiun ini memiliki 3 mesin gate yang ditempatkan tepat di pintu masuk peron stasiun. Semua gate berfungsi dengan baik. Dan gate yang digunakan adalah gate generasi terbaru yang "katanya" bisa membaca kartu Sony Felica lebih baik dari gate generasi lama.

Stasiun ini memiliki 2 loket yang kecil. Namun dari keduanya hanya satu yang dibuka untuk melayani penumpang. Dan seperti suasana di peron, suasana di loket ini juga terasa sangat sepi dari aktifitas penumpang.

Mesin gate yang tersedia di Stasiun Ancol

Dua loket yang ada di Stasiun Ancol

Sekarang kita lihat bagian luar stasiun. Dari luar bangunan stasiun ini terlihat sangat sederhana. Tidak terlalu besar bahkan cenderung sangat kecil. Arsitektur bangunan stasiun ini sama seperti beberapa stasiun yang berada di lintas antara Kampung Bandan sampai Jatinegara seperti Rajawali dan Gang Sentiong. 

Setelah anda keluar dari Stasiun Ancol, anda akan langsung dihadapkan dengan ganas, liar, berdebu, dan panasnya Jl. RE Martadinata. Kalau ada yang bilang lokasi stasiun ini dekat dengan pintu masuk Taman Impian Jaya Ancol, kami rasa tidak juga.

Anda masih harus berjalan kaki kurang lebih 800 meter menuju pintu masuk Ancol. Selain itu, anda harus extra hati-hati ketika akan menyebrang di Jl. RE Martadinata. Pasalnya, mayoritas kendaraan yang melintas di jalan ini didominasi oleh truk-truk kontainer besar yang hendak masuk ke Tol Dalam Kota lewat Gerbang Tol Ancol. 

Selain itu, tidak tersedia zebra cross, jembatan penyebrangan, ataupun lampu lalu lintas untuk anda menyebrang menuju loket Taman Impian Jaya Ancol. Hal ini tentu jauh lebih menyulitkan ketimbang 6 tahun lalu ketika KRL Wisata Ancol masih beroperasi. 

Tampak depan stasiun Ancol

Ketika KRL Wisata Ancol masih beroperasi, penumpang tidak harus berhadapan one by one dengan Jl. RE Martadinata yang bagi sebagian orang sangatlah menyeramkan. Penumpang yang turun dari KRL, bisa langsung naik shuttle bus yang sudah disiapkan oleh pihak Taman Impian Jaya Ancol di depan stasiun.

Jadi setelah penumpang turun, penumpang tidak harus berjalan jauh ke loket, berhadapan dengan truk kontainer, dan berpanas-panasan agar bisa masuk ke Ancol. Penumpang cuma perlu naik shuttle bus, duduk dengan manis, dan cukup menunggu shuttle bus mengantarkan kita ke Dufan atau wahana lainnya di Ancol.

Dari kekurangan di atas, akan lebih baik apabila disediakan tempat penyebrangan jalan yang aman menuju stasiun. Baik itu berupa zebra cross, JPO, maupun lampu penyebrangan jalan. Selain itu, kami juga berharap PT KCJ membuka kembali kerjasama dengan Taman Impian Jaya Ancol untuk kembali mengoperasikan shuttle bus yang menuju ke Stasiun Ancol.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
all photos (except cover) and trip report by: Kriesnandi Septian Noor




About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment