testimoni

testimoni

Brexit Tak Berpengaruh pada Penyebrangan di Terowongan Channel

Daily Star

[28/6/16]. Keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa atau media sering menyebutnya dengan "Brexit" menjadi isu yang tengah hangat diperbincangkan selama seminggu ini. Semua aspek politik dan ekonomi terpengaruh oleh keluarnya Britania Raya, termasuk perkeretaapian. Namun hal ini tidak berlaku pada penyebrangan melalui Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dengan Prancis.

Seperti dilansir dari Railway Gazette, Euro Tunnel selaku operator dari penyebrangan kereta api bawah laut di Selat Channel mengatakan bahwa referendum keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa tidak berpengaruh pada aktifitas penyebrangan di sana.

Bahkan Euro Tunnel sendiri mengatakan, turunnya harga Poundsterling pasca keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa bisa menghemat pengeluaran Euro Tunnel dalam mengoperasikan penyebrangan melalui terowongan ini. Selain itu, naiknya biaya operasional penyebrangan kapal ferry merupakan angin segar bagi penyebrangan lewat terowongan ini.

Terowongan Channel merupakan terowongan kereta api bawah laut yang menghubungkan dua negara, yakni Inggris dan Prancis. Terowongan ini pertama kali dibangun tahun 1988 dan selesai tahun 1994. Terowongan ini membentang sejauh 50 kilometer di bawah Selat Inggris dari Kent di selatan Inggris hingga Calais di utara Prancis menjadikannya terowongan terpanjang ketiga di dunia setelah Terowongan Gothard Base di Swiss dan Terowongan Seikan di Jepang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo 

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment