testimoni

testimoni

DOST Filipina Meluncurkan Kereta Hybrid Buatan Mereka

Kereta hybrid buatan Filipina saat stabling di Stasiun Tutuban
Philstar

[26/6/16]. Department of Science of Technology (DOST) atau Kementrian Sains dan Teknologi Filipina serta Philippine National Railway telah meluncurkan kereta listrik hybrid buatan mereka. Seperti dilansir dari laman  peluncuran ini dilakukan di Stasiun Tutuban pada Sabtu (25/6) kemarin dengan dihadiri secara langsung oleh Sekretaris DOST Mario Montejo serta dan Direktur Utama PNR Manuel Tores.

Peresmian kereta listrik hybrid buatan Filipina yang pertama ini ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh keduanya. Mario mengatakan bahwa lima kereta listrik hybrid buatan mereka telah menjalani serangkaian tes keamanan dan kenyamanan yang cukup ketat dan keras. Dalam tes terakhir yang dijalaninya, kereta ini dapat melaju sejauh 1 kilometer dengan kecepatan 30 km/jam.



Diperlukan waktu 3 tahun bagi DOST untuk mengembangkan prototipe kereta listrik hybrid ini. Terlebih sistem hybrid ini diketahui lebih ramah lingkungan ketimbang sistem KRD. Karena mesin diesel hanya digunakan untuk menjalankan dinamo listrik sehingga konsumsi bahan bakar yang digunakan lebih sedikit.

baca juga: Filipina akan Menguji Kereta Listrik di Jalur PNR

Dia juga mengatakan kereta listrik hybrid ini merupakan pembuktian bahwa para teknisi dan insinyur Filipina telah siap untuk mengembangkan sistem berteknologi tinggi apabila mereka mendapatkan dukungan untuk melakukan riset dan pengembangan.

General manager PNR Joseph Allan Dilay mengatakan bahwa pihaknya merasa tertarik untuk menjadikan kereta listrik hybrid ini sebagai armadanya. Pasalnya selama ini, PNR hanya mengandalkan armada KRD dan KRL bergenset yang ada untuk operasionalnya.

Nantinya setelah menjalani serangkaian tes dan uji coba, rangkaian kereta listrik hybrid ini akan berdinas di rute Tutuban sampai Calaban. Apabila dinasan ini berjalan dengan sukses, maka nantinya akan dilakukan produksi massal kereta listrik hybrid. Dilay juga berharap produksi massal kereta listrik hybrid ini dapat menambah jadwal perjalanan kereta serta mengurangi gap antar kereta dari 30 menit sekali jadi hanya 20 menit sekali.

Namun sepertinya para penglaju komuter yang ada di Filipina harus agak sedikit bersabar untuk bisa menaiki kereta listrik hybrid ini. Pasalnya pihak DOST sendiri mengatakan selama kereta ini dalam tahap uji coba dan pengembangan, para penumpang baru bisa merasakan kereta ini paling tidak 3 sampai 6 bulan untuk menunggu rangkaian baru.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment