testimoni

testimoni

Festival Menandai Dibukanya Terowongan Gothard Base

Aksi teatrikal yang mengisi festival perayaan dibukanya Terowongan Gothard Base
NPR
[2/6/16]. Sebuah festival diadakan untuk merayakan dibukanya terowongan terpanjang di dunia, Gothhard Base yang melintas di dasar dari Pegunungan Alpen. Seperti dilansir dari Railway Gazette, terowongan sepanjang 57 kilometer ini dibuka pada tanggal 1 Juni kemarin.

Festival perayaan dibukanya Gothard Base ini diisi dengan aksi teatrikal, tarian modern, dan nyanyian doa untuk keselamatan terowongan juga lagu tema terowongan. Sekitar 1.100 tamu undangan dan 300 wartawan dari seluruh dunia diundang untuk menghadiri acara peresmian ini. Bahkan acara peresmian ini juga disiarkan langsung di televisi Swiss dan beberapa stasiun TV di Eropa seperti Russian Today.


Selain itu, para tamu undangan dan wartawan dari seluruh dunia juga diajak untuk merasakan perjalanan kereta melalui terowongan Gothard Base menggunakan rangkaian kereta khusus. Meskipun festival dibukanya terowongan ini diadakan pada akhir Mei, namun terowongan ini baru akan berfungsi secara optimal pada Desember mendatang.

Pasalnya masih banyak kendaraan konstruksi yang terparkir dan material yang masih berserakan di dalam terowongan yang mungkin saja membahayakan perjalanan kereta api.

Terowongan Gothard Base sebenarnya sudah dirancang pada dekade 1980an. Namun, konstruksinya baru dimulai pada 1996. Terowongan Gothard Base membentang sejauh 57,09 kilometer. Menghubungkan Erstfelt di Canton Uri dengan Kota Bodi di Canton Ticino, Swiss melintas di bawah Pegunungan Alpen. Panjang terowongan ini berhasil mengalahkan terowongan terpanjang di dunia sebelumnya, Terowongan Seikan di Selat Tsugaru, Jepang, dengan panjang 53,85 kilometer.

Terowongan ini berada pada kedalaman 600 meter dibawah tanah dengan tinggi sekitar 1.100 meter diatas permukaan laut. Pengerjaan terowongan ini melibatkan ribuan pekerja dari beberapa negara seperti Swiss, Jerman, Portugal, Spanyol, Italia, Belanda, Ukraina, Turki, Austria, dan negara Eropa lainnya. Hebatnya, selama 17 tahun masa konstruksi pembangunan terowongan ini hanya memakan 9 korban jiwa.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo



 

About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: