testimoni

testimoni

10 Kenangan Toei 6000 yang Bikin Kamu Ingin Kembali ke Masa Lalu

Dua rangkaian KRL Toei 6000 pada masa kejayaan di Manggarai | Foto: 2427 Junction
Kamu sobat railfans yang tinggal di Jabodetabek, siapa yang tidak kenal Toei 6000? KRL yang lebih dikenal oleh pegawai kereta api dan penumpang dengan nama “KRL Hibah” ini adalah pelopor “era baru” KRL komuter di Indonesia. Pertama kali datang di Indonesia pada tahun 2000, KRL ini siap menggantikan Rheostatik Stainless sebagai KRL ekspres. Meskipun diberikan secara gratis oleh Tokyo Metropolitan Government (Toei), KRL ini sempat menjadi kebanggan masyarakat dan pegawai PT.KA Divisi Jabotabek. Toei 6000 masih beroperasi hingga saat ini, meskipun hanya tersisa 1 set. Sayangnya, banyak kenangan di Toei 6000 yang tidak bisa kamu rasakan lagi saat ini. Lantas apa saja kenangan-kenangan itu? Berikut ini 10 kenangan Toei 6000 yang bikin kamu ingin kembali ke masa lalu.

1. Goyangan lembut saat berhenti
Toei 6000 saat berhenti di stasiun Bogor.
Saat kamu menunggu di peron stasiun, kemudian datang KRL ekspres yang pada waktu itu masih didominasi Toei 6000, coba kamu berdiri tepat di sebelahnya dan tunggu sampai pintu terbuka. Ketika pintu dibuka dan penumpang berhamburan turun, badan KRL akan bergoyang-goyang mengikuti langkah kaki penumpang yang menginjak lantainya. Goyangan lembut itu diiringi dengan suara bantalan udara yang khas. “Pssst, sssst, sssst…” Sayangnya, goyangan dan suara  itu kini tidak terasa lagi.

2. Klakson cempreng yang khas
Salah satu yang menjadi ciri khas “KRL AC Hibah” adalah suara klaksonnya yang cempreng namun terdengar elegan. Suara ini keluar dari dua terompet kecil yang di depannya dihalangi oleh jaring. Suaranya tidak mengagetkan, tapi tetap bisa terdengar dari jarak yang cukup jauh. Saat belum ada jenis KRL lain yang bertugas sebagai KRL ekspres AC, klakson inilah yang kerap menjadi tanda bahwa KRL ekspres akan datang. Sayang, setelahnya banyak klakson asli Toei 6000 yang diganti dengan klakson standar ala KRL Rheostatik. Yuk dengar suara uniknya di video berikut ini:


3. Lantai bersih dan mengkilap
Penumpang KRL Pakuan Ekspres dengan rangkaian Toei 6000 duduk lesehan di lantai | Foto: Forum Kompas
Saat pertama kali datang dan beroperasi sebagai KRL ekspres, sebagian besar penumpang, mungkin termasuk kamu juga, disuguhkan pemandangan yang berbeda. Jika sebelumnya KRL ekspres yang dilayani oleh Rheostatik Stainless memiliki susunan kursi berhadap-hadapan dengan lantai berlapis karpet, Toei 6000 memiliki bangku memanjang dengan lantai berlapis vinyl. Lantai karpet lebih mudah kusam dan sulit dibersihkan, sementara lantai vinyl tidak menyerap debu dan mudah dibersihkan. Karenanya, lantai Toei 6000 terlihat bersih dan mengkilap. Penumpang yang menginjaknya pun tidak segan-segan untuk duduk di lantai saat kereta penuh, ditambah dengan kursi memanjang yang membuat ruang untuk berdiri (dan duduk di lantai) semakin luas. Mungkin saat itulah pertama kali dikenal istilah “lesehan” di dalam KRL.

4. Pijakan bertumpuk tiga di sambungan
Pijakan sambungan yang bertumpuk tiga
Berbeda dari kebanyakan KRL di Indonesia yang memiliki pijakan sambungan terpisah yang saling bertumpuk, pijakan sambungan di Toei 6000 saling terkait dan terlihat bertumpuk tiga. Satu lempeng besi pijakan diletakkan di tengah dua pijakan yang terpisah, untuk mengaitkan keduanya. Pijakan sambungan seperti ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang yang menyeberang, namun karena menyulitkan perawatan dan pengubahan susunan kereta, sekarang pijakan tengah yang mengaitkan dua pijakan sudah dilepas dan pijakan sambungan di Toei 6000 diubah ke model standar seperti KRL jenis lain.

5. Suara angin pintu dan kompresor yang berisik
Bagi kamu yang sering naik KRL dengan jenis yang berbeda-beda, mungkin kamu bisa membedakan suara angin yang mendorong pintu saat akan ditutup. Nah, Toei 6000 ini termasuk yang suaranya berisik. Mungkin tidak perlu bel atau suara peringatan lisan, orang akan minggir sendiri dari pintu saat suara angin pintu di Toei 6000 ini muncul. Suara kompresor Toei 6000 juga memiliki suara berisik dengan nada berat yang khas, seperti yang ada di video di bawah ini:


6. Tarikannya yang ngebut dan remnya yang pakem
Tuas throttle dan rem di kabin masinis Toei 6000
Salah satu keistimewaan Toei 6000 adalah seluruh kereta dalam satu rangkaiannya merupakan kereta motor alias unit penggerak. Jika satu set Toei 6000 terdiri dari 8 kereta, maka kedelapan kereta itu semuanya berpenggerak (8M 0T). Jadi bisa dibayangkan, betapa hebatnya performa KRL ini. Maka tidak heran jika akselerasinya begitu cepat dan remnya begitu pakem. Kamu yang sering naik Toei 6000 dari tahun 2000-an awal hingga saat ini pasti bisa merasakannya.

7. Kesan mewah yang didapat
Desain interior yang banyak memuat unsur kotak, warna putih, dan pegangan tangan dengan bentuk yang mewah
Meskipun bukan KRL baru, tampilan interior Toei 6000 tidak terlihat tua. Atapnya yang putih dengan bentuk lubang AC serta blower yang modern, lampu darurat kotak, dan dinding putih yang samar-samar terlihat memiliki ukiran berupa anyaman berwarna coklat muda, memberikan kesan mewah pada KRL ini. Jumlah pegangan yang sedikit dan bodi yang tidak terlalu besar seakan-akan juga menunjukkan bahwa Toei 6000 adalah KRL yang eksklusif. Tidak ada yang menyangka bahwa sebetulnya Toei 6000 pertama kali dibuat di Jepang pada tahun 1968. Maka tidak mengherankan jika pada tahun 1969, Toei 6000 meraih penghargaan Laurel Prize sebagai salah satu KRL dengan desain terbaik kala itu.

8. Kemeriahan saat awal-awal beroperasi
Suasana di dalam KRL Toei 6000 saat peresmian perjalanan perdananya di Indonesia | Foto: Dodochan.com
Kalau kamu pernah naik Toei 6000 di satu minggu pertama saat baru beroperasi, pasti kamu pernah bertemu dengan badut lucu yang menghibur penumpang di kereta paling depan. Pengoperasian Toei 6000 memang disambut dengan meriah dan menjadi kebanggan tersendiri bagi pegawai PT.KA Divisi Jabotabek. Tidak heran jika hingar bingar peresmian seperti badut dan lonjakan penumpang KRL ekspres yang ingin merasakan “era baru” KRL komuter di Indonesia ini menjadi trend di masa itu, meskipun hanya singkat.

9. Bentuk muka yang beragam
Salah satu muka modifikasi Toei 6000, yaitu Toei Louhan (6227F)
Pernah lihat KRL AC dengan bentuk muka yang unik dan tidak biasa? Mungkin kamu pernah lihat yang mirip ikan lohan, mirip mobil espass, mirip tambal sulam KRL Hitachi, atau mirip moncong rudal Korea Utara? Ya, itu semua adalah Toei 6000 yang mukanya dibuat sendiri oleh Balai Yasa Manggarai. Pengacakan formasi dan kecelakaan yang dialami Toei 6000 di Indonesia menyebabkan beberapa rangkaian kehilangan kepala dengan kabin masinis, sehingga harus ada kereta tengah yang dibuatkan kabin masinis baru. Sayangnya umur mereka yang berkepala unik ini tidak panjang, sehingga kamu tidak bisa melihatnya berlari lagi di lintas Jabodetabek.
10. Rajanya KRL Ekspres
Toei 6000 (6121F) sebagai KRL Pakuan Ekspres AC tujuan Bogor
Setelah layanan KRL ekonomi AC dibuka dan jadwalnya semakin banyak, Toei 6000 tetap setia mengisi perjalanan KRL ekspres. Jenis-jenis yang baru datang seperti Tokyu 8000, 8500, Tokyo Metro 5000, dan Toyo Rapid 1000 lebih sering didinaskan sebagai ekonomi AC ketimbang ekspres. Hal ini tentunya didukung oleh karakteristik Toei 6000 yang sudah diceritakan sebelumnya. Kemewahan interior, akselerasi dan pengereman yang oke, kapasitas penumpang yang tidak terlalu banyak, dan pijakan sambungan yang lebih aman menjadi pertimbangan mengapa Toei 6000 masih menjadi raja untuk KRL ekspres. Kebiasaan serupa sering kita jumpai juga di Jepang, dimana KRL yang sudah lama beroperasi lebih banyak didinaskan sebagai ekspres meskipun ada KRL lain yang lebih baru.

Bagaimana sobat railfans, apakah 10 kenangan Toei 6000 yang sudah REDaksi kumpulkan bisa membuatmu kangen dengan masa lalu era Divisi Jabotabek? Yang pasti, jangan lupakan kenangan-kenangan ini meskipun kelak Toei 6000 akan meninggalkan kita.

RE Digest | Tubagus Gemilang Pratama

About Tubagus Gemilang Pratama

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment