testimoni

testimoni

Apakah Fungsi dari Papan di Pinggir Rel Ini?


Anda yang sering naik kereta api atau sering melintas di dekat jalur kereta api pasti sering menemui papan seperti ini di tepian rel. Papan lebar yang ditempatkan di tepian rel ini terlihat seperti papan reklame yang tidak dipasangi iklan. Sebagian dari anda pasti bertanya-tanya apa fungsi dari papan ini? Dan kenapa papan ini ditempatkan di pinggiran rel?

Papan ini tidak ditempatkan hanya untuk sekedar kerjaan iseng kru JPJ, papan ini merupakan salah satu semboyan kereta api yakni semboyan 8. Semboyan 8 ini berbentuk papan persegi panjang besar yang terbuat dari seng yang ditempatkan secara berurutan sejauh 30 meter. Papan semboyan 8 ini ditempatkan sejauh 1000 meter atau 1 kilometer sebelum sinyal masuk stasiun. 

Papan ini memiliki panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter dengan tinggi setara dengan ketinggian jendela lokomotif. Fungsinya untuk memberitahukan masinis bahwa kereta akan mendekati sinyal masuk stasiun dalam jarak 1 kilometer lagi sehingga masinis dapat mempersiapkan pengereman kereta apabila kereta berhenti di sinyal masuk atau stasiun itu.

Wikipedia

Cara kerja papan ini cukup sederhana. Papan yang terbuat dari seng dan ditempatkan dengan posisi menyerong dengan sudut sekitar 30 derajat akan memantulkan cahaya matahari ketika siang hari dan lampu kereta ketika malam hari. Bahan seng dipilih selain karena dapat memantulkan suara dengan baik, warnanya yang berkilauan dan ekonomis menjadi alasan mengapa seng dipilih sebagai papan semboyan ini.

Cahaya yang dipantulkan oleh seng dapat dilihat oleh masinis dari kejauhan. Selain itu, ketika kereta melintas di dekat semboyan 8 ini, maka hempasan angin dan suara kereta akan memantul dengan efek yang sama seperti ketika kereta melintas di terowongan atau viaduct. Dengan suara efek itu maka masinis yang mengantuk ataupun tidak konsen dapat kembali fokus dan dapat menyiapkan pengereman apabila kereta berhenti di sinyal masuk atau stasiun, persis seperti polisi tidur di jalan raya.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment