testimoni

testimoni

Armada Kereta Terbaru Thailand akan Beroperasi September Tahun Depan

Rangkaian kereta tidur terbaru milik Thailand buatan Tiongkok
Rotfaithai
[16/7/16]. Perusahaan Kereta Api Thailand atau State Railway of Thailand saat ini tengah melakukan modernisasi dan pembaharuan armada kereta-keretanya guna menambah kapasitas angkut dan meningkatkan pelayanan serta kenyamanan bagi para penumpangnya. Salah satunya dengan mendatangkan dua set kereta tidur buatan Tiongkok terbaru sebagai armadanya.

Dilansir dari Bangkok Post, State Railway of Thailand memperlihatkan sebanyak 39 unit armada kereta terbarunya kepada publik di Stasiun Percabangan Siracha di Provinsi Chon Buri pada Kamis (14/7) kemarin. 

39 unit ini merupakan bagian dari 115 unit kereta baru untuk SRT yang dibuat oleh perusahaan manufaktur kereta api asal Tiongkok, CNR. Dari 115 unit itu, 9 diantaranya merupakan kereta tidur kelas 1. Kereta tidur kelas 1 ini memiliki kompartemen tersendiri. 

Tiap kompartemen berisi dua tempat duduk yang bisa dimodifikasi menjadi tempat tidur. Tempat tidurnya pun ditempatkan bertingkat di mana tempat tidur atas bisa dilipat apabila tidak diperlukan. Tiap kompartemen juga dilengkapi dengan TV LCD dengan tayangan film dan musik. Tiap kompartemen juga dilengkapi dengan charger USB, meja, dan washtafel. 

Selain itu, penumpang kelas 1 yang lapar tak perlu capek-capek berjalan ke kereta restorasi untuk memesan makanan. Penumpang cukup memesannya melalui interkom yang tersedia di tiap kompartemen. Interkom ini terhubung dengan kereta makan secara langsung. Selain 9 kereta kelas 1 dengan 2 tempat duduk tiap kompartemen, SRT juga memesan kereta kelas 1 dengan 4 tempat duduk tiap kompartemen.

Tampilan kompartemen kelas 1
Rotfaithai
Dalam 115 kereta yang dipesan ke CNR, SRT juga memesan 88 unit kereta tidur kelas 2. Di kereta tidur kelas 2 ini tidak menggunakan kompartemen seperti di kelas 1. Selain itu, bangku di kelas 2 ini tegap seperti K3 di Indonesia. Namun pada kelas 2 ini, jok bangku bisa ditarik dan diubah menjadi tempat tidur. Tempat tidur ditempatkan bertingkat seperti di kelas 1. Hanya saja, tempat tidur tingkat ini permanen dan tidak bisa dilipat ketika tidak diperlukan.

Di kereta kelas 2 ini juga tersedia TV LCD untuk hiburan penumpang yang ditempatkan di bagian tengah kereta dan di ujung kereta. Tiap kursi juga tersedia stop kontak untuk charger handphone dan meja lipat untuk menaruh minuman.


Tampilan kereta kelas 2
Rotfaithai
Toilet di kedua kereta ini pun bisa dibilang sangat modern. Toilet di kereta ini menggunakan sistem yang sama seperti yang digunakan oleh pesawat terbang di mana kotoran tidak langsung dibuang ke rel, melainkan ditampung dalam sebuah tabung untuk dibuang di stasiun tujuan. Tampilan toiletnya pun cukup mewah dengan 1 WC duduk dan 2 washtafel.

Toilet kereta
Rotfaithai
Selain kereta kelas 1 dan kelas 2. SRT juga memesan 6 unit kereta makan dan kereta pembangkit yang nantinya akan ditempatkan di tiap rangkaian. Kereta makan ya pastinya tempat memesan makanan. Kereta makan ini juga bisa dibilang cukup mewah. Kursi dan meja ditempatkan berhadap-hadapan untuk pelanggan makan. Di kereta makan ini juga tersedia cafetaria untuk memesan minuman dan kudapan. Kereta makan ini dilengkapi dengan dapur yang berlapis stainless steel seperti dapur yang ada di hotel.

Cafetaria yang tersedia di kereta makan
Rotfaithai
Direktur SRT Wutchichart Kalyanamitra mengatakan seluruh 115 unit kereta yang dipesan ini ditargetkan rampung pada September mendatang. Rencananya, rangkaian ini akan dioperasikan sebagai kereta reguler dari Bangkok ke 4 kota besar lainnya di Thailand, yakni Chiang Mai, Hat Yai, Nong Khai, dan Ubon Ratchatani. Keempat kereta ini rencananya akan dioperasikan pada September tahun depan.

Deputi Kementerian Transportasi Thailand Orsmin Chivapurk mengatakan bahwa kehadiran rangkaian kereta baru ini merupakan titik balik bagi SRT untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada para penumpangnya.  


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment