testimoni

testimoni

Budi Karya Berencana Menghidupkan Kembali Jalur Mati

Stasiun Tagog Apu yang berada di jalur Cianjur-Padalarang
KAI Heritage

[30/7/16]. Baru sekitar dua hari pasca dilantik sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan, Budi Karya Sumadi berencana untuk menghidupkan kembali sejumlah jalur mati. Dilansir dari Kompas.com, Budi mengatakan bahwa harus dilakukan re-aktifasi pada jalur-jalur mati yang sudah lama tidak dioperasikan.

Menurut Budi apabila jalur-jalur ini dioperasikan kembali, maka okupansi angkutan umum lainnya seperti bus dan angkot akan berkurang secara drastis. Namun Budi tidak menyebutkan jalur mana atau berapa panjang jalur yang akan diaktifkan, tetapi Budi menyebutkan jalur mati di daerah Jawa Barat yang akan direaktifasi.

Alasan mengapa Jawa Barat yang mendapatkan giliran pertama adalah karena di Jawa Barat ada banyak sekali jalur kereta api. Bahkan jalur kereta api di Jawa Barat hampir menjangkau setiap sudut wilayah di Jawa Barat. Budi pun tidak menutup kemungkinan akan membuka pintu bagi pihak swasta untuk mengoperasikan kembali dan mengembangkan potensi dari jalur-jalur mati ini. 

Di Jawa Barat sendiri ada total ratusan kilometer jalur mati yang sudah sangat lama tak dioperasikan. Kebanyakan jalur-jalur ini mati karena rugi akibat kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya yang lebih murah dan praktis seperti bus dan angkot, ataupun motor dan mobil pribadi. Bahkan beberapa diantaranya menjadi legenda di antara masyarakat maupun di kalangan railfans.

Sebut saja jalur kereta api Padalarang-Cianjur yang dahulu merupakan jalur utama KA sebelum terhubungnya jalur kereta api di Pantura. Atau Cibatu-Cikajang dimana Stasiun Cikajang yang merupakan stasiun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 1.530 meter di atas permukaan laut. Atau mungkin jalur Banjar-Cijulang di mana Terowongan Wilhelmina atau nama lainnya Terowongan Sumber yang merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia dengan panjang 1.208 meter.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment