testimoni

testimoni

Rusia Jajaki Pembangunan Jalur KA Medan-Danau Toba

Globalrailnews

[21/7/16]. Belum puas dengan proyek jalur kereta api Trans Kalimantan yang masih belum jelas arahnya, kini investor asal Russia berminat ingin membangun jalur kereta api dari ibukota Sumatera Utara, Medan, ke kaldera terbesar di Indonesia, Danau Toba. Dilansir dari RBTH Indonesia, lima calon investor Russia melakukan survei pembangunan jalur KA Medan-Danau Toba pada Selasa (19/7) kemarin.

Kelima investor tersebut datang dengan didampingi oleh Wakil Kepala Divre 1 Sumatera Utara & NAD Takdir Santoso. Kelima calon investor itu datang menggunakan rangkaian kereta api Siantar Express dari Medan. Humas Divre 1 Sumatera Utara & NAD Rapino Situmorang mengatakan bahwa rencana investasi dari Russia ini sangat membantu meningkatkan pariwisata di Sumatera Utara. Rapino juga mengatakan bahwa Divre 1 sendiri juga berencana untuk membangun jalur kereta api ke Danau Toba. 

Pengecekan dan pengukuran lokasi yang nantinya akan dibangun jalur kereta dilakukan dari Medan ke Kualanamu, Marjandi Raya, hingga Tiga Ras yang berada di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Nantinya jalur kereta ini akan dibangun sejauh 170 kilometer dari Medan ke Kualanamu, Tebingtinggi, Pematangsiantar, sampai kawasan wisata Danau Toba. Kepala Bappeda Simalungun Janwanner Saragih mengatakan nantinya akan dibangun beberapa stasiun di wilayah Simalungun. Stasiun-stasiun itu akan berada di wilayah Pondok Mainu, Marjadi Embong, Bulu Pange, Merek Raya, dan Dolok Sipigul Sipintuangin. 

Janwanner juga mengatakan bahwa nantinya juga akan dibangun stasiun penghubung di kawasan Pondok Genteng di lahan yang merupakan bekas perkebunan milik pabrikan ban Bridgestone di Kecamatan Tapian Dolok. Janwanner juga mengatakan pihak Bappeda Simalungun akan membantu investor untuk melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jaur rel tersebut. Pembangunan jalur ini rencananya akan dimulai pada awal 2017 mendatang.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment