testimoni

testimoni

Kita Lihat Prototipe Metro Capsule Buatan Indonesia

Prototipe Metro Capsule buatan PT Trekka
Kompas.com

[11/7/16]. Satu unit kereta Metro Capsule buatan PT Teknik Rekayasa Kapsul atau biasa disingkat PT Trekka diujicoba di jalur uji di Subang, Jawa Barat. Seperti dilansir dari Good News from Indonesia, uji coba satu kereta ini diabadikan melalui video yang diunggah melalui akun Instagram milik Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Dari video tersebut, bisa dilihat prototipe ini diujicoba dengan cara mengelilingi lintasan uji coba yang tersedia di area workshop PT Trekka.


Dilansir dari Kompas.com, prototipe Metro Capsule ini telah dikembangkan oleh Trekka selama 2 tahun. Pengembangan protipe ini sendiri telah dikembangkan sejak 2014. Prototipe ini sudah diluncurkan sejak 30 Mei 2016 lalu.

Metro Capsule ini bisa digolongkan sebagai Light Rail Transit atau LRT, mengingat ukuran, kapasitas angkut, maupun berat kosong keretanya lebih kecil ketimbang KRL maupun kereta api biasa. Satu unit kereta Metro Capsule ini memiliki panjang 9 meter dan bisa mengangkut penumpang sebanyak 50 orang dalam sekali angkut. 

Satu set Metro Capsule berjumlah 4-5 kereta. Sehingga kapasitas angkut satu set Metro Capsule ini bisa mengangkut sekitar 200-250 orang. Metro Capsule ini menggunakan tenaga listrik sebagai sumber tenaganya. Tenaga listrik ini diambil menggunakan sepatu listrik, sama seperti yang digunakan oleh New York Subway, London Underground, ataupun Tokyo Metro Ginza Line dan Marunochi Line.

Motor penggeraknya sendiri tidak menggunakan roda besi, melainkan menggunakan roda karet seperti monorail. Satu kereta, menggunakan 8 roda karet dengan diameter ban truk yakni 17 inchi. Sistem kendali kereta ini, nantinya akan menggunakan sistem Automatic Train Operation atau ATO. Dimana sistem pengendalian kereta ini dilakukan secara terpusat.

Konsep Metro Capsule ini mirip dengan people mover yang ada di Bandara Changi, Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment