testimoni

testimoni

Mengenal Mules, Lokomotif Penarik Kapal di Terusan Panama

Salah satu armada lokomotif diesel elektrik yang menjadi Mules di Terusan Panama
Bobby Pereira

Terusan Panama. Terusan yang menghubungkan Samudera Atlantik dengan Samudera Pasifik ini menjadi "bottle neck" bagi lalu lintas kapal dari Atlantik menuju Pasifik maupun sebaliknya. Terusan yang dibangun pada tahun 1881 oleh kolonial Prancis ini menjadi jalan potong bagi kapal-kapal yang ingin menuju Pasifik maupun Atlantik tanpa harus memutar lewat Patagonia.

Namun tahukah anda, bahwa ada lokomotif yang bekerja sangat keras memandu kapal-kapal itu melintasi Terusan Panama? Ya, inilah Mules. Lokomotif kecil ini merupakan tulang punggung kelancaran lalu lintas kapal di Terusan Panama terutama di Gerbang Gatun di Atlantik dan Gerbang Pedro Miguel dan Miraflores di Pasifik. Bukan tanpa alasan mengapa lokomotif ini disebut denga Mules.

Mule sendiri dalam Bahasa Indonesia memiliki arti "keledai". Ukuran lokomotif ini yang sangat kecil namun memiliki kekuatan yang sangat besar membuat lokomotif ini dipanggil sebagai Mules karena sama seperti keledai yang kecil namun memiliki kekuatan yang besar.

Lokomotif ini menjadi tulang punggung di ketiga gerbang tersebut karena lokomotif ini memandu kapal-kapal yang hendak melintas di sana. Seperti yang kita tahu, kapal-kapal yang melintas di Terusan Panama tidaklah kecil melainkan sangat besar. Badannya yang lebar sangat beresiko untuk menyerempet tepian kanal di gerbang yang sangat kecil.

Apabila kapal menyerempet bisa menyebabkan kerusakan pada badan kapal hingga menyebabkan kapal kandas di kanal yang itu artinya bisa menyebabkan lalu lintas kapal terhambat dan menyebabkan kerugian jutaan Dollar dalam sehari.

Ukuran kapal yang besar dan lebar beresiko menyerempet tepian kanal Gerbang Gatun
Wikimedia
Karena itu diperlukan pemandu seperti Mules yang dapat menjaga posisi kapal supaya tidak menyerempet tepian kanal Gerbang Gatun. Caranya pun cukup unik. Mules bersiaga di sisi kanan dan sisi kiri kapal, serta di bagian depan dan belakang kapal. Kru kapal akan melemparkan tali yang akan diikatkan pada Mules.

Setelah tali terikat, Mules akan berjalan perlahan bersama dengan kapal. Masinis masing-masing Mules dan kru kapal akan saling berkoordinasi mengarahkan kapal supaya tetap lurus. Apabila kapal berbelok sedikit saja, maka masinis akan memberitahu kru kapal dan Mules akan menahan kapal yang telah terikat, persis seperti tambatan berjalan. Sesampainya di ujung kanal, tambatan tali yang terikat dengan Mules akan dilepas dan kapal dapat melanjutkan perjalanannya.

Mules bermesin diesel elektrik pertama dibuat pada tahun 1914 oleh General Electric di Schenectady, New York, Amerika Serikat. Lokomotif ini memiliki dua kabin yang berada di bagian depan dan belakang kereta. Bentuk lokomotif ini sangat unik, terlihat seperti jungkat-jungkit. Tujuan dibuatnya lokomotif ini dengan bentuk jungkat-jungkit ialah agar bagian depan dan belakang lokomotif tidak menyerempet tanah ketika mendaki ke atas gerbang.

Mules buatan tahun 1914 ini memiliki panjang 32 kaki atau sekitar 9,7, lebar 8 kaki atau sekitar 2,4 meter, jarak antar gandar 12 kaki atau sekitar 3,6 meter, dan berat 42 ton. Satu unit lokomotif ini bisa menarik beban hingga seberat 25.000 pon atau sekitar 11 ton. Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh oleh Mules buatan 1914 ini 5 mil per jam atau sekitar 8 km/jam dalam keadaan kosong dan 1 mil per jam atau sekitar 1,6 km/jam saat menarik kapal. Lokomotif ini menggunakan gauge selebar 5 kaki atau 1.524 mm.


Salah satu armada Mules bermesin diesel elektrik buatan tahun 1914
Panama Railroad
Mules yang digunakan saat ini untuk memandu kapal merupakan lokomotif keluaran tahun 2001. Lokomotif ini dibuat oleh Mitsubishi Corporation, Jepang. Mules buatan Mitsubishi ini memiliki mesin dengan kekuatan 290 tenaga kuda. Dengan mesin sebesar itu, satu lokomotif ini bisa menarik dengan kekuatan 311,8 Kilonewton dengan kecepatan maksimal 4,8 kilometer per jam dan 178,2 kilonewton dengan kecepatan maksimal 8 kilometer per jam. Sama seperti Mules generasi pertama, gauge yang digunakan adalah 1.524 mm.

Mules buatan Mitsubishi saat sedang mendaki Gerbang Miraflores
Traveladeventures
Namun sayangnya, tak lama lagi Mules hanya akan menjadi potongan sejarah di Terusan Panama. Pasalnya rencana ekspansi dan pembangunan kanal baru yang lebih lebar membuat Mules tidak diperlukan lagi sebagai pemandu. Nantinya kapal-kapal besar akan dipandu di terusan menggunakan tug boat karena ukurannya sudah ngumpuni untuk kapal berukuran besar.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
Wikipedia
Pancanal
Panama Railroad
Canal Museum

About Bayu Tri Sulistyo

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. kekuatan tenaganya gede bangeut ya pastinya
    http://www.kangalip.com/

    ReplyDelete