testimoni

testimoni

Menikmati Mie Keriting Luwes di Dekat Stasiun Sudirman

Warung mie luwes di depan Stasiun Sudirman (Jakarta By Train)
Ini bukan kali pertama saya bahas soal makanan di sini. Tapi jujur aja, situs ini jarang banget update soal kuliner, padahal rubriknya ada. Emang sayanya juga jarang sih wisata kuliner, meskipun di Jakarta itu banyak tempat makan yang cozy dengan harga yang cukup terjangkau, baik terjangkau oleh kantong mahasiswa, maupun yang gak kejangkau sama kantong mahasiswa tapi kejangkau sama kantong pekerja.

Jadi ceritanya, tanggal 12 Juli kemarin itu saya diajak halal bihalal sama teman-teman saya. Yang punya hajat bilang "Nanti kumpulnya di Mie Luwes deket Stasiun Sudirman ya". Penasaran, saya langsung searching di internet. Dan saya menyimpulkan dari foto-foto yang saya temukan sih memang enak. Tapi saya tetap penasaran.

Dan akhirnya, hari itu pun tiba. Ternyata, tempatnya itu di sebuah food hall, yang jaraknya cuma 10 langkah dari kantor bapak saya. Jadi, kemana aja saya selama ini sampai gak tahu kalau ada tempat seperti itu, padahal saya sendiri bisa dibilang cukup sering main ke kantor bapak saya? Oke, balik lagi ke lokasi, tempatnya memang cukup cozy dan sepertinya lebih didesain untuk tempat kumpul eksekutif muda. Musik yang diputar di sana pun memang kesukaan anak muda zaman sekarang, ya sebut saja lagu-lagunya Coldplay, Meghan Trainor, Ed Sheeran, Secondhand Serenade, dan lain-lain. Oh iya, karena lokasinya yang ada di food hall, jadi warung mie luwes ini gak sendiri, namun jualan bersama warung-warung lainnya di lokasi yang sama.

Setelah saya mengamati sekeliling, lalu teman saya yang punya hajat itu pun menawarkan ke saya, mau pesan apa. Karena suara terbanyak adalah mie yamin, jadi saya memesan mie yamin juga. Sekitar 10-15 menit menunggu, pesanan pun datang. Ternyata, porsinya cukup besar. Bahkan, teman-teman wanita yang juga ikut acara halal bihalal kecil-kecilan itu pun bilang kalau mereka gak akan habis makan semangkuk mie yamin ini. Ya akhirnya kami para laki-laki pun harus siap jadi vacuum cleaner...
Menikmati mie yamin sambil nyamukin temen yang pacaran... Mienya sih enak, tapi jadi nyamuknya...
Seporsi mie yamin ini dihargai Rp 22000,-. Cukup mahal memang untuk ukuran kantong mahasiswa seperti saya untungnya sih ditraktir, tapi saya kira cukup worth lah kalo ngeliat porsinya yang besar, dan rasanya yang ternyata juga spesial, sespesial tempatnya. Butuh waktu yang lumayan buat saya menghabiskannya, karena sekitar 3/4 mangkuk saya makan, saya mulai merasa kenyang, padahal saya sengaja gak makan siang buat menyiapkan perut supaya tetap kosong dan kelaparan saat makan di sini.

Kesimpulan yang bisa saya berikan adalah, you must try this. Jangan pedulikan harganya yang mungkin dirasa mahal, karena sebanding sama rasanya. Oh iya, bagi kalian yang mau coba makan di sini, cukup naik KRL turun di Stasiun Sudirman dan tap out di gate sebelah timur, lalu menyeberang Jalan Kendal. Food hall-nya memang berada persis di depan stasiun, jadi gak susah lah ya buat dicari tempatnya.

RE Digest | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: