testimoni

testimoni

Siapa Budi Karya Sumadi?

Budi Karya Sumadi yang menggantikan jabatan Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan
Tribunnews
[27/7/16]. Isu perombakan kabinet yang selama ini merebak di antara media-media mainstream dan media seberang jalan kini telah menemui titik terang. Presiden Joko Widodo mengganti 13 orang menterinya yang tergabung dalam Kabinet Kerja. Salah satunya adalah jabatan Menteri Perhubungan yang dijabat oleh eks. Dirut PT KAI Ignasius Jonan.

Jabatan Jonan sebagai Menteri Perhubungan nantinya akan digantikan oleh Budi Karya Sumadi. Nama Budi Karya Sumadi mungkin agak terdengar asing bagi sebagian besar dari kita. Pasalnya, nama Budi jarang sekali muncul ke media dan tidak setenar Ignasius Jonan. Jadi sebenarnya, siapa Budi Karya Sumadi itu?

Budi Karya Sumadi, pria kelahiran Palembang 18 Desember 1956 ini merupakan Direktur Utama PT Angkasa Pura II, yang juga mengelola operasional Bandara Soekarno Hatta Tangerang (kode IATA: CGK) dan Halim Perdanakusuma (kode IATA: HLP). Budi terakhir muncul ke media pada saat kunjungan sejumlah pejabat ke proyek perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang pada beberapa waktu lalu.

Pria 59 tahun ini merupakan lulusan dari SD Muhammadiyah Palembang pada tahun 1969, SMP Negeri 1 Palembang pada 1972, SMA Xaverius Palembang pada 1975, dan kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi, yakni di Fakultas Teknik Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta Jurusan Arsitektur dan lulus pada tahun 1981.

Sebelum menjabat sebagai Dirut Angkasa Pura II, Budi juga pernah menjabat sebagai Dirut Jakarta Propertindo, Dirut PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) sekaligus Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol (2004-2013), Komisari PT Philindo (2001-2013), Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol sekaligus Direktur Keuangan Taman Impian Jaya Ancol (2001-2004), Presdir PT Wisma Jaya Artek (1996-2001), Direktur Pengembangan PT Jaya Garden Polis, Direktur Keuangan PT Jaya Real (1994-2001), Wakil Direktur PT Jaya Land (1992-1994), Manager Marketing PT Pembangunan Jaya Ancol (1989-1991), Staff Departemen Real Estate pada Business Development Pembangunan & Property Management PT Pembangunan Jaya (1982-1991), Asisten Perencana PT Pualam TMR Yogyakarta (1980-1981), Asisten Dosen Jurusan Arsitek Fakultas Teknik UGM (1979-1980), dan Asisten Perencana Design Center UGM (1979). (sibuk amat dah ni orang)

Dengan ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan, maka sejumlah PR di Kementerian Perhubungan yang belum tuntas diselesaikan oleh Ignasius Jonan harus bisa diselesaikan oleh Budi. Termasuk sejumlah proyek perkeretaapian yang belum tuntas dikerjakan di era Ignasius Jonan.

Seperti proyek pembangunan jalur kereta api di luar Pulau Jawa seperti di Sumatera, Sulawesi, dan Papua yang masih dalam tahap pembangunan, proyek perkeretaapian di Pulau Jawa seperti re-aktifasi sejumlah jalur mati, proyek DDT Jakarta-Bekasi, double track Solo-Madiun, elektrifikasi jalur Yogyakarta-Solo, dan lain sebagainya.

Termasuk menyelesaikan permasalahan aturan yang menghambat proyek jalur kereta api Kalimantan yang dikerjakan oleh PT Kereta Api Borneo (KAB) yang merupakan perwakilan dari Russian Railway di Indonesia.

Terima kasih Pak Ignasius Jonan telah memimpin Kementerian Perhubungan hingga saat ini.

baca juga: Pembangunan Jalur Kereta Api Kalimantan Terganjal Peraturan Pemerintah Pusat


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
Tribunnews
   

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment