testimoni

testimoni

Duel Kereta Cepat Jepang vs Tiongkok Kembali Dimulai



[27/8/16]. Duel kereta cepat sepertinya akan dimulai kembali. Setelah sebelumnya duel ini terjadi di Indonesia dan dimenangkan oleh Tiongkok, kali ini duel terjadi di Semenanjung Malaya. Lebih tepatnya dalam proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura. Proyek jalur kereta cepat diplomatis antara Singapura dan Malaysia ini seolah menjadi "ring tinju" antara dua negara besar pemegang teknologi kereta cepat di Asia, yakni Tiongkok dan Jepang.

Semenjak pihak Malaysia dan Singapura menandatangani memorandum pembangunan proyek kereta cepat lintas negara ini pada 19 Juli lalu, bak duel samurai melawan naga, Jepang dan Tiongkok kembali berduel untuk memenangkan tender untuk memenangkan proyek ini. Pihak Jepang yang tak ingin kalah kembali memulai start terlebih dahulu.


Pihak Jepang yang diwakili oleh Menteri Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Keichi Ishii menemui beberapa pemangku kebijakan di Malaysia dan Singapura pada 21 Juli lalu. Tujuan bertemunya Keichi dengan sejumlah petinggi dan pemangku kebijakan di kedua negara adalah untuk mempromosikan keunggulan dari penggunaan teknologi Shinkansen dan membahas masalah proyek jalur kereta cepat ini. 


Sedangkan lawan duel Jepang, Tiongkok juga tak mau ketinggalan dari Jepang. Tiongkok juga mempromosikan sejumlah keunggulan apabila proyek ini dikerjakan oleh Tiongkok. Selain itu Tiongkok juga menawarkan investasi dalam pembangunan proyek ini.

Dilansir dari Mainichi.jp, perusahaan kereta api Tiongkok, China Railway Group Ltd. pada Desember tahun lalu menawarkan investasi senilai 7,4 Miliar Ringgit atau sekitar 25 Triliun Rupiah untuk mengembangkan proyek kereta cepat lintas negara ini. Alasan Tiongkok tertarik dengan proyek ini karena Tiongkok melihat Semenanjung Malaya sebagai tempat yang sangat strategis dalam rangka membangun sabuk ekonomi Tiongkok yang membentang dari Eropa hingga Asia.

Selain itu, kawasan di sekitar stasiun sebelumnya telah dikembangkan sebagai kawasan properti oleh Tiongkok, sehingga apabila Tiongkok memenangkan tender proyek kereta cepat ini maka akan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi Tiongkok karena bisa meningkatkan harga jual properti dan bisa menghemat biaya pembebasan lahan untuk proyek ini.

Tak hanya Jepang dan Tiongkok, pesaing lainnya pun juga bermunculan untuk memperebutkan tender proyek kereta cepat di Semenanjung Malaya ini. Beberapa diantaranya adalah pemain lama seperti Prancis dan ada pula pemain baru seperti Korea Selatan. Namun siapakah yang akan memenangkan pertempuran kereta cepat ini? Biarkan Tuhan dan waktu yang menjawab.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment