testimoni

testimoni

Inilah Tampilan Rangkaian MRT Jakarta


[4/7/16]. Megaproyek MRT Jakarta saat ini tengah dikebut pengerjaannya oleh Pemprov DKI Jakarta. Megaproyek ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang selama ini selalu menjadi permasalahan pelik di Kota Jakarta. Proyek MRT ini dikerjakan oleh konsorsium asal Jepang. Jalur yang saat ini dibangun merupakan jalur Selatan-Utara tahap 1 yang membentang dari Lebakbulus sampai Bundaran HI. Ditargetkan proyek ini akan rampung pada 2018 mendatang.

Sebagian dari kita pasti bertanya-tanya bagaimana kah tampilan dari rangkaian MRT Jakarta ini nantinya? Rangkaian yang akan dipakai MRT Jakarta sendiri dibuat oleh Nippon Sharyo, Jepang. Sebenarnya ini bukan kali pertama bagi Nippon Sharyo memproduksi KRL untuk Indonesia. Sebelumnya pada tahun 1976-1985 Nippon Sharyo juga memproduksi rangkaian KRL Rheostatik Mild dan Stainless Steel untuk Indonesia.

Kalau dilihat sepintas, desain KRL yang akan digunakan oleh MRT Jakarta ini terlihat seperti perpaduan antara Tokyo Metro 16000 yang beroperasi di Tokyo Metro Chiyoda Line, Tokyu 6000 yang beroperasi di Tokyu Oimachi Line, dan JR E235 yang beroperasi di Yamanote Line.

Mengapa demikian? Karena apabila diperhatikan lampu depan KRL ini terlihat mirip seperti lampu yang digunakan oleh Tokyu 6000 series. Selain itu bentuk muka KRL ini sepintas memang terlihat mirip seperti Tokyo Metro 16000 series. Lekukan pada mukanya nyaris mendekati Tokyo Metro 16000 series. Sedangkan sisi samping kereta terlihat mirip dengan E235 series. Hal itu bisa dilihat dari penggunaan livery yang nyaris menyerupai livery samping E235.

Tampilan depan dari rangkaian MRT Jakarta
Sekarang kita berpindah ke bagian dalam kereta. Bagian dalam kereta ini terlihat sangat identik dengan JR E235. Hal itu bisa dilihat dari penggunaan pintu kaca sebagai pintu pembatas sambungan. Selain itu, dominasi warna hijau pada interiornya mempertegas keidentikannya dengan JR E235. Hanya saja space iklan yang ditempatkan di atas rak tidak menggunakan TV LCD selayaknya E235 melainkan masih menggunakan kertas.

KRL ini juga dilengkapi dengan display LCD yang ditempatkan di atas pintu yang berguna untuk memberitahu posisi kereta sekaligus memperingatkan penumpang yang berdiri di pintu apabila pintu kereta dibuka.

Tampilan interior MRT Jakarta
Rencananya akan ada 16 set kereta yang dibuat dan dioperasikan di Indonesia. Dalam satu set kereta berjumlah 6 kereta, jadi total keseluruhan unit yang dibuat ada 96 unit kereta yang akan dioperasikan di Indonesia. Satu kereta bisa memuat sampai 1.850 orang. Sama seperti KRL-KRL Jepang lainnya, pintu KRL ini berjumlah 8, di kanan 4 dan di kiri 4 pada setiap unitnya. 

Nantinya rangkaian-rangkaian ini akan menggunakan teknologi VVVF-IGBT dan diisukan akan menggunakan sistem Automatic Train Operation atau ATO dimana sistem komando kereta dilakukan secara terpusat, sama seperti yang digunakan di MRT Bangkok Purple Line.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment