testimoni

testimoni

Kereta Api Hadir Kembali di Kamboja

Wajah baru kereta api di Kamboja | Foto: Cambodia Expats Online
[3/8/2016] Kereta api di Kamboja? Mungkin sobat railfans yang pernah membaca berita dan melihat foto tentang kereta api di Kamboja hanya bisa mengelus dada. Perkeretaapian Kamboja yang kita kenal selama ini memang sangat memprihatinkan. Hingga tahun 2009 hanya ada satu layanan kereta api di Kamboja, yang beroperasi dari Battambang ke Phnom Penh. Rangkaiannya terdiri dari campuran gerbong barang dan kereta penumpang. Sebelumnya, kereta api berjalan dua hari sekali, kemudian tahun 2006 dikurangi jadi seminggu sekali, dan pada tahun 2009 berhenti beroperasi secara total.
Kereta api Kamboja sesaat sebelum kematiannya pada tahun 2009 | Foto: Richard Gennis dalam Railpictures.net
Dengan kondisi seperti ini, pemerintah Kamboja tidak tinggal diam. Mereka menggandeng pemodal asing untuk menghidupkan kembali kereta api di Kamboja. Toll Royal Railway pun dibentuk dari kerjasama pemerintah Kamboja dengan Toll Group, sebuah perusahaan multinasional dari Australia. Toll diberi kesempatan 30 tahun untuk memperbaiki rel, stasiun, sarana kereta api, dan mengoperasikan kembali layanan kereta api di Kamboja. Tahun 2013, Toll berencana membuka kembali jalur selatan dari Phnom Penh ke Kampot & Sihanoukville sejauh 263 km dan jalur utara dari Phnom Penh ke Battambang, Sisophon & Poiphet di perbatasan Thailand sejauh 388 km. Sayangnya, belum sempat rencana itu terealisasi, pemerintah Kamboja menghentikan kerjasama dengan Toll. Rencana pembukaan jalur pun menjadi molor karena proses perbaikan melambat. Meskipun begitu, jalur selatan antara Phnom Penh dan Sihanoukville akhirnya dibuka pada 9 April 2016. Uji coba kereta api yang dilakukan mulai 9 hingga 17 April 2016 menunjukkan hasil positif. Saat ini, kereta api penumpang beroperasi secara reguler di rute Phnom Penh - Sihanoukville setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sementara kereta api barang berjalan hampir setiap hari.
Kereta api penumpang "Blue Train" yang ditarik lokomotif | Foto: Cambodia Daily
Kereta api penumpang dengan rangkaian KRD "Yellow Train" | Foto: Xinhua.net 
Jalur yang sudah diperbaiki ini memungkinkan pengoperasian kereta api dengan beban yang lebih besar, sehingga lokomotif jenis BB 106 buatan Tiongkok yang sebelumnya tidak bisa dioperasikan karena terlalu berat, kini sudah bisa dioperasikan. Royal Railway of Cambodia saat ini mengoperasikan dua rangkaian kereta api penumpang. Rangkaian pertama disebut "Blue Train", terdiri dari 1 kereta penumpang reguler, 1 kereta penumpang VIP, dan 1 kereta pengangkut mobil atau motor yang ditarik lokomotif. Sementara rangkaian kedua yang disebut sebagai "Yellow Train" adalah 2 unit KRD, tidak bisa mengangkut mobil atau motor. Semua rangkaian ini dilengkapi AC split sebagai penyejuk ruangan. Perjalanan kereta api barang terkadang digabungkan dengan Blue Train, meskipun banyak juga yang melakukan perjalanan tersendiri. Tarif kereta api penumpang dari Phnom Penh ke Sihaoukville ditetapkan sebesar $8 atau sekitar Rp105.000. Tiket kereta api dapat dipesan secara online satu bulan sebelum keberangkatan melalui website ticketing asal Vietnam, www.baolau.vn. Selain melalui online, tiket juga bisa dipesan 1 minggu sebelum keberangkatan di stasiun Phnom Penh, Takeo, Touk Meas, Kampot, dan Sihanoukville. Loket di stasiun buka pukul 08.00-16.00 pada hari kerja, dan 06.00-12.00 pada akhir pekan.
Interior kereta api penumpang Kamboja di rangkaian "Blue Train" | Foto: Traincambodia
Interior kereta VIP (Club Car) Kamboja di rangkaian "Blue Train" | Foto: Traincambodia

RE Digest | Tubagus Gemilang Pratama

About Tubagus Gemilang Pratama

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment