testimoni

testimoni

Ujicoba KRL Seri 7200 JR Shikoku dengan Bogie CFRP

KRL seri 7200 milik JR Shikoku (Spaceaero, Wikimedia. CC-BY-SA 4.0)
[08/08/2016] Sebuah rangkaian KRL 2 kereta seri 7200 milih Shikoku Railway Company (JR Shikoku) yang merupakan konversi dari KRL seri 121 dengan bogie dan traksi baru telah dipasang bogie CFRP (Carbon Fibre Reinforced Plastic; Plastik Diperkuat Serat Karbon) berjenis efWING buatan Kawasaki yang telah tiba pertengahan Mei lalu, seperti yang tampak pada situs resmi Kawasaki.

Seperti dilansir oleh Railway Gazette International, bogie jenis ini dipilih dengan tujuan mengganti beberapa komponen dari baja dengan komponen serat karbon, serta menggunakan sistem pegas berbentuk busur tipe baru (bukan pegas koil konvensional) yang dapat mengurangi bobot keseluruhan, dan pada akhirnya juga mengurangi penggunaan energi.
Bogie DT61 berteknologi efWING sebagaimana terpasang pada KRL seri 7200 JR Shikoku (Spaceaero, Wikimedia. CC-BY-SA 4.0)
Bogie jenis ini juga memiliki kemampuan untuk melentur secara keseluruhan ketika berbelok, sehingga menimbulkan stabilitas lebih baik dalam menghadapi lengkung jalan, dan pada akhirnya mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, menurut Kawasaki, dengan desain bogie yang komprehensif dengan mengikuti pendekatan teknik afektif (Kansei engineering), yang salah satunya dengan menggunakan warna hijau pada bagian roda dan pegas diharapkan membuat bogie ini tampak menarik dan memberikan kualitas perjalanan yang baik.

Bogie CFRP tipe ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru di dunia kereta api Jepang. Sebelum ini, Kumamoto Dentetsu (Kumaden) telah mengaplkasikan teknologi bogie ini pada rangkaian eks Tokyo Metro 01 yang dibeli pada tahun 2015 lalu. Di lingkungan JR Shikoku sendiri, bogie ini didesainasi DT67 untuk kereta bermesin, dan TR67 untuk kereta pengikut tanpa mesin.

Disarikan dari:
Kawasaki
Railway Gazette International
Wikipedia Inggris

Railway Enthusiast Digest|ARGO SAKURAI/IKKO HAIDAR FAROZY

About Ikko Haidar Farozy

Hanya orang biasa yang juga menulis di RE-Digest.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment