testimoni

testimoni

1 November Kereta Perintis Aceh Kembali Beroperasi

Kereta Perintis Aceh saat masih beroperasi
Kompasiana

[21/9/16]. Setelah 2 tahun mati dan nasibnya tak jelas, akhirnya ada kepastian kapan Kereta Perintis Aceh akan kembali beroperasi. Dilansir dari Tribunnews, Kereta Perintis Aceh akan kembali dioperasikan mulai 1 November mendatang. 

Untuk mensosialisasikan rencana pengoperasian kembali KA Perintis ini, PT KAI Divre 1 Sumatera Utara & Nangroe Aceh Darussalam mengadakan pertemuan dengan sejumlah perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat, serta unsur Mupika Dewantara dan Muara Batu di Kantor Camat Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Nangroe Aceh Darussalam pada Selasa (20/9) kemarin.

Kasi Lalu Lintas, Sarana, dan Keselamatan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Iskandar mengatakan untuk jadwal pemberangkatan kereta perintis ini sendiri masih akan disusun. Jalur Kereta Perintis Aceh ini sendiri membentang sejauh 11,3 kilometer dari Stasiun Krueng Mane , Kecamatan Muara Batu sampai Stasiun Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Ada 3 stasiun perhentian yang ada di jalur ini, yakni Stasiun Bungkah, Krueng Mane, dan Krueng Geukueh. Jalur kereta perintis ini merupakan jalur kereta pertama di Indonesia (setelah merdeka) yang menggunakan lebar sepur 1435 milimeter atau gauge standar internasional. Jalur ini pertama kali beroperasi pada 1 Desember 2013. 

Ketika masih beroperasi, jalur ini dilayani oleh 1 set KRDI buatan PT INKA. Set KRDI ini terdiri atas 2 kereta, yakni KRDI-3 08209 dan KRDI-3 08210 yang beroperasi tanpa pendingin udara. Pada masa uji cobanya, tiket perjalanan kereta perintis ini gratis alias tidak dipungut biaya. Setelah beroperasi reguler pada 1 Desember 2013, tiket perjalanan kereta perintis ini dipatok seharga 1000-2000 Rupiah untuk sekali jalan.

Namun sayangnya, usia kereta perintis ini hanya seumur jagung. Pada Juli 2014 kereta perintis ini berhenti beroperasi karena sepinya okupansi penumpang. Setelah berhenti beroperasi, rangkaian KRDI hanya diparkirkan di Dipo Bungkah selam 2 tahun lamanya. Dengan pengoperasian kembalinya Kereta Perintis Aceh ini diharapkan dapat menarik animo masyarakat untuk naik kereta sekaligus melindungi aset jalur ini agar tidak rusak dan terbengkalai.


RE Digest |Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment