testimoni

testimoni

Kereta Api Cepat Terbaru Jerman Diresmikan

Peresmian ICE 4 | Foto : focus.de
[16.09.2016] - Tanggal 14 September 2016 menjadi sejarah baru untuk perkeretaapian di Negeri Panzer. Berlin Hauptbahnhof (Central Station) saat itu diramaikan oleh para wartawan yang sepertinya akan meliput momen penting. Deutsche Bahn (DB) AG, perusahaan penyelenggara perkeretaapian di Jerman, meresmikan armada kereta cepat terbarunya yaitu Inter-City Express 4 (ICE 4). Acara yang dimulai terlambat 11 menit dari jadwal ini cukup meriah dengan confetti-confetti yang disemburkan pada saat kereta terbaru dan termutakhir itu memasuki emplasemen Berlin HBF. Karena pembatasan tamu Undangan dan disiarkan secara langsung di beberapa stasiun TV maka peresmian ini tak seramai seperti saat ICE pertama diresmikan.

Seperti dilansir oleh inside.bahn.de, belum pernah ada pengujian kereta cepat di Eropa yang memakan waktu lebih dari 14 bulan dan menyelesaikan test sejauh 250.000 kilometer selain ICE 4, sebelum memulai pengoperasian di bulan Desember 2017 mendatang. Paling tidak Deutsche Bahn (DB) telah berinvestasi sebesar 5,3 Milyar € hanya untuk ICE 4 ini. Untuk meningkatkan armada ICE secara signifikan, DB AG sudah memesan sebanyak 220 rangkaian ICE 4 sejak tahun 2008 sampai tahun 2023. Dengan jumlah yang fantastis tersebut, maka dapat dikatakan ICE 4 akan menjadi tulang punggung kereta api cepat jarak jauh yang dimiliki oleh DB AG seperti yang dijelaskan Rüdiger Grube sang Kepala Perkereta Apian saat peresmian berlangsung. Menteri Transportasi Federal Alexander Dobrindt menekankan bahwa ICE 4 bersiap lebih Modern dan melakukan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Akan ada 3 jenis formasi untuk rangkaian-rangkaian ICE 4 ini. Formasi pertama yaitu 7 kereta (K1n) dengan susunan 3M4T berkapasitas 499 kursi yang akan menggantikan kereta-kereta InterCity dan EuroCity untuk pengoperasian ke Belanda, formasi kedua yaitu 10 kereta (K3s) dengan susunan 5M5T berkapasitas 724 kursi yang akan menggantikan ICE 1 dan ICE 2 dan akan beroperasi di Jerman, Austria, dan Swiss, dan terakhir formasi 12 kereta (K3) dengan susunan 6M6T berkapasitas 830 kursi.

DB AG telah mempelajari dan memperbaiki masalah/kekurangan serta mengembangkan kelebihan dari pendahulunya ICE 1, 2, 3 serta T untuk meningkatkan kenyamanan yang lebih baik saat di perjalanan. ICE 4 yang memiliki Baureihe (nomer seri) 412 ini memiliki beberapa kelebihan dari pendahulunya yaitu dengan 830 tempat duduk penumpang, 4 tempat kursi roda yang dapat direservasi serta penyangga disisi kanan kiri kepala disetiap kursi agar tidak saling bersenggolan kepala dan memperluas ruang gerak. Tak lupa terdapat 8 tempat sepeda yang harus direservasi terlebih dahulu. Kelebihan lainnya ialah memperbarui jaringan signal telfon selular dan WiFi agar tetap dapat berkomunikasi dengan lancar saat perjalanan kecepatan tinggi, pencahayaan interior yang lebih baik, keterangan tempat duduk digital, dan difasilitasi pula dengan keterangan berhuruf Braille untuk membantu tunanetra.

Interior ICE 4 class 2 | foto : bz-berlin.de
Secara teknis, setiap kereta-kereta K1n memiliki total panjang rangkaian 197.3 meter dengan akselerasi 0.55 m/s2 dan puncak kecepatan 230 kph yang ditelurkan dari tenaga keluaran sebesar 4950 kW (6600 HP). Sedangkan untuk kereta-kereta K3s dan K3 memiliki total panjang rangkaian 281 meter (K3s) dan 336.8 meter (K3), akselerasi 0.53 m/s2 dan puncak kecepatan 250 kph yang ditelurkan dari tenaga keluaran sebesar 8250 kW (11060 HP) dan 9900 kW (13300 HP). Kereta-kereta ICE 4 menggunakan listrik aliran atas dengan tegangan 15000 V bolak-balik (alternating current/AC) berfrekuensi 16.7 Hertz, 10 kali lebih besar dari sistem listrik aliran atas di Indonesia.

Kereta cepat baru yang dibuat oleh Siemens AG dan Bombardier Transportation sebagai sub-kontraktor ini nantinya akan menggantikan kereta cepat ICE 1 dan ICE 2, serta menggantikan sebagian layanan InterCity dan EuroCity yang sudah dirasa cukup tua.


RE Digest | Alqadrian Shangsapurba
Langsung dari Hamburg, DE

About Alqadrian Shangsapurba

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment