testimoni

testimoni

Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia Diluncurkan di Prancis

Tampilan Coradia iLint yang merupakan kereta bertenaga Hidrogen pertama di dunia
National Geographic Indonesia

[29/9/16]. Perkembangan teknologi perkeretaapian terus berkembang setiap tahunnya. Beragam inovasi teknologi dibuat untuk mengatasi bermacam permasalahan yang ada dalam dunia perkeretaapian, salah satunya adalah polusi udara. Kereta api terutama yang berbahan bakar diesel menciptakan gas buang CO2 yang sangat banyak sehingga gas buang dari mesin diesel juga turut berperan dalam memperburuk pemanasan global atau global warming.

Bermacam alternatif penggerak serta bahan bakar kereta digunakan untuk mengurangi emisi CO2, salah satu pilihannya adalah Hidrogen. Ya, Hidrogen dipilih sebagai salah satu bahan bakar alternatif bagi kereta api karena hasil pembakarannya tidak menghasilkan emisi CO2 serta harganya yang relatif murah dan mudah diperoleh di alam.

Kini konsep kereta api berbahan bakar Hidrogen sudah hadir di depan mata. Dilansir dari National Geographic Indonesia, perusahaan produsen kereta api asal Prancis, Alstom, meluncurkan sebuah kereta penumpang bertenaga Hidrogen yang bernama Coradia iLint. Coradia iLint ini sendiri sebenarnya merupakan bentuk hybrid dari kereta diesel yang merupakan basis dari lahirnya kereta ini, Coradia Lint yang sudah beroperasi sejak 1996.

Kereta ini merupakan kereta hybrid, yang artinya kereta ini memiliki 2 sumber tenaga untuk penggeraknya, yakni baterai Litium dan generator listrik berbahan bakar Hidrogen. Sumber tenaga utama untuk kereta ini sebenarnya adalah baterai Litium. Ketika baterai habis, maka generator Hidrogen yang ditempatkan di atas kereta akan mencharge baterai. Generator Hidrogen yang digunakan sama sekali tidak menghasilkan emisi gas CO2 karena hasil pembakaran Hidrogen hanya menghasilkan uap air yang tidak berbahaya bahkan bermanfaat bagi lingkungan.

Tampilan interior dari Coradia iLint
National Geographic Indonesia
Dengan tangki Hidrogen yang terisi penuh, kereta ini dapat menempuh jarak hingga 800 kilometer dengan kecepatan maximal 140 km/jam. Satu set Coradia iLint ini terdiri atas 2 kereta di mana masing-masing kereta dapat mengangkut 150 penumpang. Jadi apabila ditotalkan, kereta ini dapat mengangkut 300 orang dalam sekali jalan.

Rencananya kereta ini akan beroperasi di jalur Buxtehude-Bremervorde-Bremerhaven-Cuxhaven yang berada di negara bagian Lower Saxony, di barat laut Jerman. Otoritas transportasi di Lower Saxony sendiri telah memesan 14 unit atau 7 set Coradia iLint dari Alstom untuk dioperasikan di sana. 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment