testimoni

testimoni

Kereta Pustaka Telah Tiba di Museum Ambarawa

Kereta pustaka yang diangkut menggunakan truk saat tiba di Museum Ambarawa
Picture by: Reza Dwi
[9/9/16]. Masih ingat dengan Kereta Pustaka Indonesia? Ya kereta barang yang dimodifikasi menjadi perpustakaan yang pernah dipamerkan di Stasiun Tanjung Priok. Setelah menghilang sekian lama, bak petir di siang bolong tiba-tiba muncul kabar bahwa kereta pustaka ini telah tiba di Museum Kereta Api Ambarawa pada Kamis (8/9) kemarin.

Tibanya kereta pustaka ini membuat banyak railfans terkejut. Pasalnya tidak ada kabar mengenai pengiriman kereta pustaka ini ke Museum Ambarawa. Kereta Pustaka ini dikirim menggunakan truk dari Stasiun Pasoso lewat jalan darat. Sebelumnya, kereta pustaka ini dikirim ke Pasoso lewat jalur rel dari Balai Yasa Manggarai tempat dia mendekam selama ini. Di Pasoso Kereta Pustaka ini dinaikkan dari rel ke atas truk trailer menggunakan crane yang ada di stasiun. 
Kereta Pustaka yang sudah dinaikkan ke atas truk di Stasiun Pasoso
Picture by: BT Kebumen Wonosari via Indonesian Railfans
Kereta yang sudah berada di atas truk trailer ditutup menggunakan terpal dan dikirim menuju Museum Kereta Api Ambarawa melalui Jalan Raya Pantura. Bentuk kereta yang sudah tertutup terpal masih terlihat dengan jelas.

Kereta yang ditutup terpal saat dalam perjalanan menuju Museum Ambarawa
Picture by: BT Kebumen Wonosari via Indonesian Railfans
Penurunan kembali Kereta Pustaka ini kembali ke rel di Ambarawa dilakukan dari hari Kamis (8/9) hingga Jumat (9/9) menggunakan sistem jack atau dongkrak hidrolis. Hal ini dilakukan karena berat kosong kereta yang tidak terlalu berat seperti lokomotif sehingga dengan menggunakan dongkrak saja sudah cukup. Nantinya Kereta Pustaka ini akan dipajang di Museum Kereta Api Ambarawa sebagai koleksi heritage di sana. 

Kereta Pustaka Indonesia atau biasa disebut sebagai Kereta Pustaka saja merupakan hasil modifikasi dari kereta barang dengan nomor seri B 0 80 01 yang merupakan bekas KRD MCW oleh Balai Yasa Manggarai pada tahun 2011 lalu. Kereta Pustaka ini sendiri diresmikan pada tanggal 19 Juli 2011 di Stasiun Jakarta Kota dan pernah dipajang di Stasiun Tanjung Priok. Setelah dipajang di Stasiun Tanjung Priok, Kereta Pustaka ini ditarik kembali ke Balai Yasa Manggarai dan semenjak itu kereta ini tidak pernah terlihat lagi.

Modifikasi ini mengubah hampir seluruh kereta pada kelihatannya. Livery kereta barang yang sebelumnya menggunakan livery jingga -biru khas kereta ekonomi pada saat itu diganti dengan warna putih bergambar sejumlah aset heritage seperti Lawang Sewu, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jatinegara, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap, dan Stasiun Cirebon.

Bagian dalam kereta juga dirombak total. Interior kereta yang sebelumnya hanya berbahan baja serta terlihat kotor dan kumuh dirombak menjadi interior kayu lengkap dengan tempat duduk serta rak-rak berisi buku yang bisa dibaca secara gratis di dalam kereta. Di dinding kereta ini juga dipampang foto-foto bersejarah. National Geographic Indonesia pun turut menyumbang foto bersejarah yang dipajang di dalam kereta ini. 

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment