testimoni

testimoni

Kita Simak Serunya Event Karnaval de Tanjung Priok Bersama Bonbon

Foto bersama model dan banner acara
[26/9/16]. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun PT KAI ke-71, Indonesian Railway Preservation Society mengadakan acara yang bertajuk "Karnaval de Stasiun Tanjung Priok" yang diadakan di Stasiun Tanjung Priok pada hari Minggu (25/9) lalu. Acara ini menghadirkan lokomotif listrik ESS 3201 atau biasa disebut Bonbon yang menarik kereta wisata IW-38212 dan IW-38221 atau biasa disebut Djoko Kendil sebagai pusat perhatian dari acara ini.

Bukan tanpa alasan mengapa event ini menghadirkan lokomotif listrik Bonbon sebagai pusat perhatian dan menjadikan Stasiun Tanjung Priok sebagai lokasi diadakannya acara ini. Selain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sejarah perkeretaapian di Jakarta, penempatan Bonbon di Tanjung Priok juga dimaksudkan untuk mengenang beroperasinya jalur KRL pertama di Indonesia, yakni Tanjung Priok-Meestercornelis atau Jatinegara.

Pengiriman Bonbon dan Djoko Kendil dari Balai Yasa Manggarai ke Stasiun Tanjung Priok sendiri dilakukan pada hari Sabtu (24/9) tengah malam. Rangkaian KLB diberangkatkan dari Stasiun Manggarai sekitar pukul 23.30. KLB ini berjalan menuju Tanjung Priok lewat Jatinegara-Pasar Senen-Kemayoran-Rajawali-Ancol dan berakhir di Tanjung Priok. Pengiriman ini sengaja dilakukan pada tengah malam supaya perjalanan KLB ini tidak mengganggu perjalanan KRL maupun kereta api jarak jauh karena kecepatannya yang sangat lambat.

Rangkaian ini diinapkan di jalur 4 Stasiun Tanjung Priok supaya bisa dipamerkan pada saat acara keesokan paginya, dan kemudian pada pukul 9.20 pagi keesokan harinya dilangsir menuju jalur 3. Acara pagi hari dibuka pada jam 8.00 di dalam hall utama Stasiun Tanjung Priok sebelum dilanjutkan ke acara inti.
Langsiran rangkaian Bonbon dan Djoko Kendil dari jalur 4 ke jalur 3 Tanjung Priok
Semakin tinggi matahari membumbung di langit Pantai Utara Jakarta, semakin banyak railfans yang datang dari penjuru Jabodetabek untuk melihat Bonbon dan juga Djoko Kendil. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya railfans termasuk tim REDaksi yang memenuhi KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok agar bisa datang ke event ini. Tertinggal KRL Priok pun tidak menjadi penghalang bagi para railfans untuk melihat secara langsung lokomotif listrik ini, banyak pula railfans yang rela naik angkot ataupun Transjakarta agar bisa pergi ke Tanjung Priok.
Antusiasme para railfans yang datang ke acara ini
Para peserta Karnaval de Tanjung Priok yang sebelumnya telah melakukan registrasi melalui website dan contact center IRPS berkumpul untuk naik rangkaian Bonbon dan Djoko Kendil  menuju Stasiun Ancol. Pemberangkatan rangkaian ini sebenarnya terlambat 2 jam dari yang seharusnya diberangkatkan pukul 9 pagi, rangkaian baru diberangkatkan pukul 10.50 siang. Rangkaian diberangkatkan menuju Stasiun Ancol dari Tanjung Priok menggunakan sepur salah yakni di sebelah kiri, hal ini dilakukan karena Stasiun Ancol tidak memiliki wesel dan supaya tidak menghalangi perjalanan KRL Commuter Line tujuan Jakarta Kota yang menggunakan jalur kanan.

Semboyan 40 diberikan oleh Kadaop I yang kemudian disahut oleh Semboyan 41 dari kondektur pemimpin yang dibalas dengan semboyan 35 dari masinis menandai diberangkatkannya rangkaian ini. Rangkaian diberangkatkan dengan posisi Djoko Kendil yang ditarik oleh Bonbon. Para peserta terlihat sangat antusias dengan perjalanan ini meskipun perjalanan ini bukanlah perjalanan yang bisa dikatakan "nyaman".
Kadaop I saat memberikan semboyan 40 untuk memberangkatkan rangkaian
Entah apa penyebabnya, berulangkali rangkaian menghentak ke depan ketika throttle Bonbon diubah ke netral. Berulangkali para peserta yang menumpang rangkaian ini terhentak ke depan karena traksinya yang begitu kasar. Setelah menempuh perjalanan yang bisa dibilang "seru", rangkaian akhirnya tiba di Stasiun Ancol pada pukul 11.13 siang.

Sementara menunggu rangkaian diberangkatkan dari Stasiun Ancol, di aula stasiun anak-anak dari usia Paud dan TK mengikuti lomba menggambar dan mewarnai yang diadakan oleh panitia. Anak-anak terlihat begitu antusias untuk menggambar serta mewarnai kereta api.
Anak-anak yang terlihat begitu antusias menggambar serta mewarnai gambar
Sementara itu di peron, para fotografer profesional dari berbagai bidang melakukan photoshoot atau pemotretan model dalam lomba foto model pada acara ini di peron. Para fotografer ini memotret para model yang berpose dalam berbagai gaya dan pakaian di peron. Sudut dan pencahayaan menjadi kunci penting bagi para fotografer ini supaya bisa menghasilkan foto yang apik dan pastinya memiliki nilai seni yang tinggi.
Sesi photoshoot bersama model
Setelah beberapa lama, rangkaian berangkat dari Stasiun Ancol pada pukul 11.16 dengan posisi rangkaian kereta Djoko Kendil didorong oleh Bonbon sampai Tanjung Priok karena Stasiun Ancol tidak memiliki wesel. Perjalanan kembali ini lebih halus ketimbang ketika berangkat karena Bonbon tidak menghentak-hentak seperti waktu berangkat menuju Ancol.

Selama perjalanan kembali dari Ancol ke Tanjung Priok, peserta joyride  diberikan penjelasan tentang sejarah lokomotif Bonbon dan kereta Joko Kendil oleh Pak Artanto, seorang anggota senior IRPS. Selain itu, terdapat pula sesi tanya jawab dan foto-foto di dalam kereta.
Interior kereta Djoko Kendil IW-38221 (Enrico Perdana)
Rangkaian yang mundur tiba di Stasiun Tanjung Priok pada pukul 11.32. Kedatangan rangkaian ini disambut oleh para railfans, jurnalis, serta fotografer profesional yang telah menanti di Stasiun Tanjung Priok. Dengan kamera yang sudah bersiaga di tangan, mereka mengabadikan momen-momen ketika rangkaian memasuki Stasiun Tanjung Priok.
Rangkaian KLB ketika berjalan mundur memasuki Tanjung Priok
Setelah rangkaian KLB masuk kembali di Tanjung Priok, rangkjaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi keselamatan di perlintasan KA di perlintasan dekat stasiun. Selain itu, pada awalnya direncanakan acara dilanjutkan dengan cuci lokomotif. Tetapi karena keterlambatan acara yang terjadi maka acara cuci lokomotif pun tidak jadi dilaksanakan.

Sosialisasi perlintasan ini dilakukan di perlintasan jalur menuju Stasiun Pasoso yang berada di dalam area Terminal Tanjung Priok, tepat di samping Stasiun Tanjung Priok. Debu, polusi, dan panas menyengat dari matahari di langit Jakarta Utara tidak menyurutkan semangat mereka untuk menghimbau para pengendara agar tidak menerobos perlintasan demi keselamatan mereka. 
Railfans yang menampilkan atribut yang berkaitan dengan keselamatan perlintasan KA (Enrico Perdana)
Setelah acara selesai seluruhnya, rangkaian Bonbon dan Djoko Kendil ini pun dipulangkan kembali ke Balai Yasa Manggarai. Rute yang dilewati dalam perjalanan pulang ini berbeda dengan perjalanan berangkat sebelumnya. Perjalanan pulang ini memiliki rute Tanjung Priok-Jakarta Kota-Kampung Bandan-Duri-Tanah Abang-Manggarai. Rangkaian berangkat dari Stasiun Tanjung Priok pukul 17.30 dan tiba di Stasiun Jakarta Kota pukul 17.54 dengan posisi maju. Sesampainya di Jakarta Kota, rangkaian berjalan mundur menuju Stasiun Kampung Bandan dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Manggarai lewat Duri-Tanah Abang dengan posisi maju.

Mungkin memang sebentar saja Bon-Bon keluar dari pertapaannya untuk menyaksikan lintas Jabodetabek yang telah banyak berubah. Tetapi kehadirannya adalah suatu momen istimewa bagi para railfans. Semoga saja akan ada acara serupa di waktu mendatang.

Tim REDaksi

About Gerakan Muda Penggemar Kereta Api

Selamat datang di official Google+ dari komunitas Gerakan Muda Penggemar Kereta Api. Mari bersama kita bangun kereta api Indonesia yang lebih baik!
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment