testimoni

testimoni

Lokomotif BB 200 Dikirim ke Museum Ambarawa

BB 200 08 saat dinaikkan ke atas truk di Balai Yasa Pengok
Instagram Indonesian Railway

[21/9/16]. Museum Kereta Api Ambarawa kembali kedatangan 1 koleksi baru lagi. Setelah sebelumnya Museum Ambarawa mendatangkan Kereta Pustaka Indonesia dari Balai Yasa Manggarai, kini Museum Kereta Api Ambarawa mendatangkan 1 unit lokomotif BB 200 dari Balai Yasa Pengok, Yogyakarta.

Lokomotif ini tiba pada hari Selasa (20/9) malam. Pengirimannya sendiri dari Balai Yasa Pengok ke Ambarawa dilakukan pada hari Senin (19/9) malam. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk trailer. Lokomotif yang sudah dinaikkan ke atas trailer ditutupi menggunakan terpal berwarna biru. Pengiriman sengaja dilakukan pada malam hari agar lokomotif bisa tiba di Ambarawa pada keesokan harinya.

Lokomotif BB 200 08 saat tiba di Museum Ambarawa
picture by: Djaloe Adi via Indonesian Railfans

Setibanya di Ambarawa, lokomotif tidak langsung diturunkan ke rel. Rencananya penurunan lokomotif dari atas truk dilakukan menggunakan dongkrak, sama seperti Kereta Pustaka. Hal ini dilakukan karena beban lokomotif BB 200 yang cukup ringan karena lokomotif kosong tanpa mesin sehingga tidak perlu diangkat menggunakan crane untuk menurunkannya ke atas rel. 

Lokomotif BB 200 yang dikirimkan ke Ambarawa adalah lokomotif BB 200 08 milik Dipo Induk Semarang Poncol. Sebelumnya lokomotif ini sudah menjalani preservasi di Balai Yasa Pengok sejak pertengahan 2015 lalu dan selesai pada April 2016 lalu. Rencananya setelah diturunkan ke rel, lokomotif BB 200 08 ini akan ditarik ke Stasiun Tuntang dan akan dijadikan monumen statis di sana.

baca juga: BB 200 akan Segera Masuk Museum

Dengan hadirnya lokomotif BB 200 08 ini maka bertambah pula koleksi lokomotif diesel milik Museum Ambarawa. Sebelumnya pada 12 April lalu, Museum Kereta Api Ambarawa kedatangan 2 koleksi lokomotif diesel, yakni lokomotif CC 200 15 milik Dipo Induk Cirebon dan lokomotif DD 55 12 yang sebelumnya disimpan di Gudang Kemenhub Jatibarang. Kini kedua lokomotif diesel tersebut dipajang sebagai benda koleksi di Museum Ambarawa.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
   

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment