testimoni

testimoni

Selamat Berdinas di Indonesia, Tokyo Metro 6000 VVVF Kelompok Pertama!

Rangkaian 6117F saat diujicoba akhir Agustus yang lalu
[16/09] - Belum sampai 2 bulan berada di Indonesia, akhirnya ketiga rangkaian KRL Tokyo Metro 6000 kedatangan 2016 pada tanggal 15 September 2016 memulai dinas reguler pertamanya di Jabodetabek, dan menjadi bagian dari peredaran harian 74 rangkaian KRL di 6 lintas utama Jabodetabek. Hal ini juga seakan menjadi kado manis bagi PT KCJ karena bertepatan pada hari itu juga adalah hari ulang tahun PT KCJ yang ke-8.

Ketiga rangkaian tersebut, yaitu 6101F, 6108F, dan 6117F, setibanya di Indonesia sudah diadaptasikan agar sesuai standar yang berlaku, dan juga sudah diujicobakan baik secara internal maupun bersama dengan Direktorat Jendral Perkeretaapian sebelum akhirnya berstatus siap operasi pada hari ini. Naiknya status rangkaian ini menjadi siap operasi juga diikuti dengan perubahan stamformasi pada 1 pemerjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor-Angke dan 2 pemerjalanan KRL Commuter Line lintas Bekasi-Jakarta Kota dari yang tadinya menggunakan dukungan sarana KRL formasi 8 kereta menjadi 10 kereta.
Jadwal perjalanan dari 3 pemerjalanan yang dukungan sarananya diubah menjadi 10 kereta
Meskipun perubahan formasi duksar dilakukan pada pemerjalanan-pemerjalanan tersebut, namun pada debutnya, KRL-KRL seri 6000 tersebut ternyata tidak didinaskan pada ketiga pemerjalanan tersebut. Tim REDaksi justru memergoki rangkaian 6108F dan 6117F pada KA 1839 dan 1841, sedangkan rangkaian 6101F pada KA 1194. Pemerjalanan baru formasi 10 kereta tersebut malah diisi oleh KRL-KRL seri 205.
Rangkaian 6101F di Bogor sebelum berangkat kembali ke Jakarta Kota
Mengawali kisahnya di Jabodetabek, 6101F membuka debut dari ketiga rangkaian tersebut dari Dipo Bukit Duri, setelah pada Rabu malam (14/09) dikirimkan dari Dipo Depok ke Dipo Bukit Duri sebagai kereta luar biasa (KLB). Rangkaian tersebut berdinas sebagai KA 1026 yang merupakan pemberangkatan untuk tujuan Bogor pertama dari Manggarai, yang kembali lagi menjadi KA 1077 relasi Bogor-Manggarai yang selanjutnya masuk Dipo Bukit Duri untuk bersiang. Rangkaian ini sendiri kembali berdinas di sore menjelang malam sebagai pengganti KA 1194 yang merupakan pemerjalanan KRL formasi 12 kereta, dikarenakan rangkaiannya yang sedang perawatan bulanan di dalam Dipo Bukit Duri, dan kembali sebagai KA 1237 relasi Bogor-Manggarai untuk selanjutnya ditukar dengan rangkaian formasi 12 kereta supaya tidak ada kekurangan rangkaian 10 kereta di Dipo Bukit Duri untuk keesokan harinya.

Sedangkan kedua adiknya, 6108F dan 6117F mengawali dinasannya dari Dipo Depok. 6108F ditugaskan mengisi pemerjalanan KA 1038 di mana 6108F menjadi rangkaian seri 6000 VVVF pertama yang menyentuh jalur layang dan Stasiun Jakarta Kota sebagai KA 1087-1088. Di lain pihak, 6117F ditugaskan mengisi pemerjalanan KA 1809 di mana sepanjang pagi hingga malam 6117F hanya berputar-putar di antara Bogor dan Angke. Kedua rangkaian ini bermalam di Dipo Depok dan akan mengawali hari keduanya juga dari Dipo Depok.

Ada beberapa hal baru yang menarik perhatian pada ketiga rangkaian baru tersebut, salah satunya adalah stiker garis hitam-kuning yang berada di dekat area pinggir pintu sebagai penanda daerah berbahaya, serta informasi peniadaan free out, penalti dan suplisi yang menggunakan desain gaya baru. Akan tetapi, rangkaian 6108F tidak memiliki informasi peniadaan free out, penalti, dan suplisi karena seluruh ruangan yang ada di sekitar perangkat alarm di atas pintu digunakan untuk menempatkan peta.
Garis penanda area berbahaya sekitar pintu serta informasi free out, penalti, dan suplisi dengan desain baru.
Meskipun menjalani debut pada hari ini, namun ternyata rangkaian-rangkaian ini belum sepenuhnya lengkap, misal belum hadirnya nomor keterangan urutan kereta, lalu pada rangkaian 6117F belum ada GPS announcer otomatis, label-label keterangan yang masih belum dilengkapi, dan lain-lain, sehingga terkesan sedikit kejar tayang.
Katup darurat yang belum sempat dilabeli
Belum adanya nomor urutan kereta
Selain itu, tidak seperti rangkaian Tokyo Metro 6000 kedatangan 2011-2012 yang sudah hadir lebih dulu di Indonesia, rangkaian Tokyo Metro 6000 yang baru saja datang ini sudah tidak lagi dilengkapi dengan step pada pintu-pintunya, hanya ada pegangan tangan di luar kereta.

Dengan beroperasinya ketiga rangkaian tersebut, maka jumlah total rangkaian formasi 10 kereta bertambah menjadi 30 rangkaian. Sedangkan untuk rangkaian formasi 8 kereta, tidak ada perubahan untuk jumlah totalnya, namun untuk jumlah yang berdinas setiap hari berkurang menjadi 27 rangkaian sehingga makin banyak rangkaian formasi 8 kereta yang akan menjadi cadangan di dipo yang akan berfungsi untuk mengganti rangkaian lain yang mengalami gangguan atau masuk perawatan rutin.

Ketiga rangkaian sisanya yang masih berada di Jepang, yaitu 6116F dan 6118F serta 1 rangkaian lain yang belum diketahui, rencananya akan tiba di Indonesia sekitar bulan November, dan kemungkinan akan menjalani debut pada bulan Desember atau awal Januari 2017 di Indonesia.

RE Digest | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.
    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment