testimoni

testimoni

Terjebak Taifun, Kereta Cepat Dievakuasi Menggunakan Lokomotif Diesel

Sebuah lokomotif diesel saat tengah menarik satu rangkaian kereta cepat di Stasiun Xiamen
Trending in China
[23/9/16]. Pernahkah anda melihat kereta kecepatan tinggi ditarik sebuah lokomotif diesel? Hal itu mungkin biasa terjadi ketika kereta cepat itu baru keluar dari pabrik atau ketika kereta cepat tersebut dilangsir di dalam dipo. Namun apa jadinya jika kereta cepat tersebut ditarik lokomotif diesel di lintas utama? Hal inilah yang terjadi di Tiongkok pada Senin (19/9) kemarin.

Dilansir dari Qqhome, beberapa set kereta cepat CRH yang berada di Stasiun Xiamen, Provinsi Fujian, tenggara Tiongkok terpaksa dievakuasi keluar dari stasiun menggunakan lokomotif diesel. Hal ini dilakukan karena aliran listrik di wilayah Xiamen padam pasca serangan angin taifun Meranti yang melanda tenggara Tiongkok pada Senin lalu.

Taifun yang terjadi memutus kawat listrik aliran atas (LAA) jalur kereta cepat Xiamen-Yingtan yang berada di petak antara Xiamen dan Xinglin sehingga menyebabkan listrik padam dan kereta tak dapat dioperasikan. Dengan menggunakan adapter, kereta cepat ini disambungkan ke lokomotif diesel supaya bisa ditarik dan dievakuasi ke stasiun lain yang aman dari serangan taifun ini.

Adapter digunakan agar coupler lokomotif bisa menyambung dengan coupler kereta cepat
Trending in China
Sejumlah railfans Tiongkok mengatakan pengevakuasian kereta cepat di Xiamen menggunakan lokomotif diesel ini terlihat seperti sebuah perjalanan kereta lintas jaman. Pasalnya terlihat sangat jelas perbedaan antara lokomotif diesel Tiongkok lama yang terlihat jadul dengan kereta cepat yang terlihat sangat modern dan futuristik. Bahkan sampai ada yang menyebut evakuasi ini "seorang kakek yang sedang menarik cucu-cucunya".

Dilansir dari Aljazeera, Taifun Meranti yang terjadi di Xiamen ini merupakan salah satu yang terkuat sejak 1949. Sebelum menyerang pesisir tenggara Tiongkok, taifun Meranti ini juga menyerang pesisir selatan Taiwan pada Rabu (14/9) lalu dan menyebabkan 1 orang tewas. Angin dengan kecepatan 350 km/jam ini meluluhlantakan seisi Kota Xiamen dan beberapa kota lainnya di Provinsi Fujian. Pepohonan tumbang dan menimpa kendaraan yang berada di bawahnya.

Akibat peristiwa ini, perjalanan kereta cepat CRH dan sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan mengingat kencangnya angin dan rusaknya sejumlah infrastruktur penunjang seperti saluran Listrik Aliran Atas (LAA). 


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment